Singapura Wajibkan Warga Penerima Sinovac Segera Suntik Booster

INIKEPRI.COM – Pemerintah negara Singapura meminta warganya yang sempat menerima dosis vaksin COVID-19 buatan Sinovac dan Sinopharm untuk mengambil kembali dosis penguat. Hal ini untuk mempertahankan status vaksinasi mereka.


Mengutip Channel News Asia, otoritas negara kota itu menyebut bahwa penerima dua vaksin buatan China ini diwajibkan mengambil dosis booster mulai 1 Januari 2022 mendatang.

Bila tidak, status vaksinasinya akan kembali dicap sebagai ‘vaksinasi dalam proses’. Vaksinasi ketiga sendiri harus diambil 28 hari setelah dosis kedua mereka.

“Untuk mempertahankan status vaksinasi lengkap mulai 1 Januari 2022 dan seterusnya, mereka sangat dianjurkan untuk mengambil dosis ketiga sebelum 31 Desember 2021, selama dosis kedua telah diberikan tiga bulan lalu,” kata Departemen Kesehatan.

Departemen itu menambahkan bahwa bila status vaksinasi kembali lagi ke tahapan ‘vaksinasi dalam proses’, maka warga harus tunduk pada langkah-langkah manajemen aman yang dibedakan dengan vaksinasi serta pembatasan di tempat kerja.

Bahkan, pada tahun depan, Singapura mewacanakan untuk tidak mengizinkan warga yang belum divaksinasi melakukan tes uji Covid sebelum beraktivitas. Dengan kata lain, hasil tes COVID-19 warga yang tidak divaksin tidak akan diakui dalam beberapa kegiatan.

Meski begitu, pemerintah setempat juga memberikan kelonggaran bagi para warga yang tidak mengambil booster dengan alasan kesehatan dan kelayakan.

Singapura sendiri saat ini masih mengejar vaksinasinya untuk menyambut masuknya warga asing ke negara itu.

Pada tanggal 29 November lalu, Singapura dan Indonesia meresmikan skema perjalanan Vaccinated Travel Lane, yang memungkinkan penumpang yang tiba dari RI ke negara itu tidak perlu melakukan karantina.

Meski begitu, Singapura baru ini menemukan dua kasus infeksi Varian Omicron. Kasus ini ditemukan dari penumpang yang tiba dari Johannesburg, Afrika Selatan.

Mengutip data John Hopkins University, sejauh ini Singapura telah mencatatkan 266 ribu kasus infeksi COVID-19. Angka ini juga diiringi 726 kematian sejak virus itu masuk ke pusat keuangan Asia itu. (DI/CNBCINDONESIA)

Baca

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

3,266FansSuka
1,349PengikutMengikuti
7,350PengikutMengikuti
481PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
spot_img
spot_img

Berita Populer

error: Content is protected !!