Diduga Ada Permainan Kartel Tentukan Tarif Tiket Kapal Batam-Singapura & Malaysia

INIKEPRI.COM – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kanwil I Medan menduga adanya kartel dalam penetapan tarif tiket kapal cepat rute Batam menuju Singapura dan Malaysia dan termasuk penerbangan dari dan ke Bandara Kualanamu.

Sejak akhir Februari 2022, rute pelayaran dari Batam menuju ke dua negara dibuka dengan tujuan membangkitkan sektor pariwisata dan perekonomian di Batam setelah dua tahun terpuruk akibat pembatasan sosial untuk mencegah penularan COVID-19.

BACA JUGA:

Ini Syarat ke Singapura dari Batam Pakai Kapal Feri

Sejumlah pelabuhan berskala internasional baik di dalam kawasan pariwisata maupun di kawasan lainnya dibuka sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala Kanwil KPPU Medan, Ridho Pamungkas, di Medan, Minggu 26 Juni 2022, mengatakan, pihaknya masih menyelidiki harga tiket kapal cepat yang melayani pelayaran Batam – Singapura dan Batam – Malaysia, KPPU juga menyelidikinya.

Menurut dia, indikasi kesepakatan di antara operator di balik mahalnya tiket kapal cepat rute Batam-Singapura dan Batam – Malaysia antara lain, pernyataan dari salah satu manajer operasional operator kapal cepat yang membenarkan bahwa selama ini pihaknya memang menggunakan BBM yang dibeli dari Singapura.

BACA JUGA:

Cek Disini Jadwal Keberangkatan Feri ke Singapura dari Pelabuhan Batam Center

Alasan tersebut yang akhirnya membuat kesepakatan antara operator dalam menaikkan harga tiket untuk menutupi biaya operasional.

Meski pun ada kesepakatan untuk menurunkan harga tiket di antara operator dari Rp800.000 menjadi Rp700.000, harga tiket tersebut masih mahal, dan bisa jadi tarif yang terbentuk hasil kesepakatan secara sepihak oleh operator.

KPPU juga menyelidiki kenaikan harga tiket, walaupun Lion Grup dan Air Asia sudah memberi argumen bahwa harga tiket penerbangan dari dan ke Bandara Kualanamu mahal akibat harga avtur naik. Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui kemungkinan ada kartel dalam penetapan tarif penerbangan itu.

Kartel merupakan perbuatan terlarang. Penetapan harga tiket berdasarkan kesepakatan antaroperator untuk sama-sama menaikkan harga agar memaksimalkan keuntungan.

“Kondisi itu tentunya akan berdampak cukup signifikan bagi pemulihan ekonomi Sumut maupun Batam usai pandemi COVID-19,” katanya. (RBP/ANTARA)

Baca

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

3,266FansSuka
1,349PengikutMengikuti
7,350PengikutMengikuti
481PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
spot_img
spot_img

Berita Populer

error: Content is protected !!