Berikutnya tak lama kemudian tampuk kekuasaan beralih kepada Ismeth Abdullah yang menjabat dari 1998-2005. Di tengah kepemimpinannya, fokus utama Ismeth Abdullah ada pada kesejahteraan rakyat, pengembangan pembangunan prasarana hingga perbaikan iklim investasi.
Setelah habis masa kepemimpinan Ismeth Abdullah sebagai Kepala BP Batam, berikutnya dilanjutkan oleh Mustofa Widjaja yang mana beliau menjabat dari 2005 hingga 2016. Pada masa kepemimpinan beliau sebagai Kepala BP Batam, Mustofa justru lebih menekankan pada kualitas lingkungan hidup, penanaman modal serta peningkatan sarana serta prasarana.
BACA JUGA :
5 Oleh-oleh Khas yang Wajib Dibeli Saat ke Batam
Sampai kemudian setelah cukup lama menjabat, akhirnya kursi tersebut diserahkan kepada Hatanto Reksodipoetro. Di era Hatanto, Batam telah menjadi kota yang lebih baik. Bahkan Batam melakukan peningkatan kinerja dan kerja nyata agar dapat menjadi kawasan yang berdaya internasional.
Masa jabatan Hatanto sendiri cukup singkat, mulai dari 2016 sampai tahun 2017, dan tak lama jabatan tersebut diamanatkan pada Lukita Dinarsyah Tuwo. Saat masa kepemimpinan Lukita sebagai Kepala BP Batam, beliau melakukan berbagai macam cara serta strategi agar mampu meningkatkan perekonomian kota tersebut.
Beliau mengadakan sejumlah program seperti peningkatan investasi yang dilakukan melalui pelayanan serta promosi yang demikian aktif dan juga penyelesaian terhadap masalah sosial yang terjadi. Setelah Lukita, selanjutnya yang menjabat adalah Edy Putra Irawady di mana masa kepemimpinannya tidak begitu lama, bahkan tidak sampai setahun.
Sampai pada akhirnya perjalanan panjang Kepala BP Batam berhenti di HM Rudi yang telah menduduki kursinya dari tahun 2019 hingga saat ini. Selain bertanggung jawab dalam mengelola dan membangun Batam menjadi kota yang lebih baik lagi, HM Rudi juga merangkap jabatan sebagai Wali Kota.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

















