Selasa, 20 Oktober 2020
log
16 Sep 2020
IMG-20200916-WA0096

Batam, inikepri.com – Direktorat Reserse Umum (Dit Reskrimum) Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) berhasil mengamankan satu orang tersangka bernama inisial EE yang diduga melakukan tindak pidana penipuan, penggelapan, dan pemalsuan surat dengan modus menjanjikan pengelolaan kantin pada proyek pembangunan apartemen kepada masyarakat, Rabu (16/9/2020).

Hal itu disampaikan oleh Wakil Direktur (Wadir) Reskrimum Polda Kepri, Ruslan Abdul Rasyid S.IK., M.H. didampingi Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) II Dit Reskrimum Polda Kepri, dan Ps. Paur 1 Subbid Penmas Bid Humas Polda Kepri saat menggelar Konferensi Pers di Malolda Kepri, Jl. Hang Jebat, Batu Besar, Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau.

“Berawal dari Laporan Polisi Dengan nomor Laporan Polisi: LP-B/95/IX/2020/SPKT-KEPRI, tanggal 12 September 2020 di SPKT Polda Kepri, terkait dengan tindak pidana penipuan, penggelapan, dan pemalsuan surat yang dilakukan oleh tersangka berinisial EE. Dan berdasarkan LP, tersebut Tim Dit Reskrimum Polda Kepri melakukan penyelidikan yang dipimpin oleh Kasubdit 2 Dit Reskrimum Polda Kepri,” kata Ruslan Abdul Rasyid.

Dari hasil penyelidikan, kata Ruslan, ditemukan modus operandi yang dilakukan tersangka EE mengaku sebagai staff PT. Pembangunan Perumahan (PT. PP Persero) Tbk, yang menjabat sebagai General Manager Affair (GMA) dalam proyek pembangunan apartemen Pollux Habibie Batam.

Kemudian, lanjut Ruslan, tersangka juga ditunjuk sebagai General Manager Affair (GMA) dalam pembangunan apartemen Renne Mansion di Bengkong-Kota Batam yang pembangunannya juga akan dilaksanakan oleh PT. PP Persero dimulai pada bulan April 2020 selama 4 tahun 8 bulan, dengan menyakinkan korban memperlihatkan surat tugas berkop PT. PP Persero yang berisikan penunjukan rersangka EE sebagai General Manager Affair (GMA) serta surat berkop PT. PP Persero yang berisikan penetapan harga makanan, sehingga seolah-olah proyek pengelolaan kantin tersebut benar adanya.

“Ya, agar korban tertarik, tersangka EE mengatakan jika dalam pembangunan tersebut PT. PP Persero akan mendatangkan 14 ribu karyawan, dan akan membuka 17 kantin yang akan ditunjuk langsung oleh PT. PP Persero melalui proses lelang tertutup, dimana keputusan untuk memilih calon pengelola kantin merupakan kewenangan tersangka yang ditunjuk sebagai GMA,” beber Ruslan.

Untuk harga makanan, kata Ruslan, ditetapkan sebesar Rp23.800 perbungkus, sebanyak 3 kali sehari, dimana pembayaran dapat diklaim ke PT. PP Persero pada hari ke 14.

“Selanjutnya EE meminta uang sebesar Rp60 juta rupiah kepada korban sebagai jaminan,” ujarnya.

Dari hasil penyidikan oleh Tim Subdit 2 Dit Reskrimum Polda Kepri, masih Ruslan, diketahui jika EE benar pernah bekerja di PT. PP Persero dalam proyek pembangunan apartemen Pollux Habibie Batam. Namun, bukan menjabat sebagai General Manager Affair (GMA) melainkan sebagai supir yang bekerja dari tanggal 7 Mei 2018 hingga 30 Desember 2019.

Adapun proyek pengelolaan kantin tersebut, kata Ruslan, ditawarkan oleh EE kepada masyarakat mulai bulan Februari 2020 hingga 15 September 2020. Korban yang sudah datang ke Dit Reskrimum Polda Kepri yang sudah merasa dirugikan oleh tersangka EE sebanyak 15 orang, dengan total kerugian sementara mencapai Rp1,2 miliar rupiah.

“Pada hari Sabtu, 12 September 2020, sekira pukul 12.00 WIB, Tim berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka EE di KFC Batam Center, Kota Batam (saat akan bertemu dengan korban). Kemudian tersangka dibawa ke Polda Kepri guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Barang Bukti (BB) yang berhasil diamankan petugas yakni satu unit Laptop merek Dell (warna hitam), satu cap stempel tulisan PP, satu cap stempel tulisan approved, satu flashdisk (warna putih) 64 Gb merek Toshiba, satu buku tabungan BNI milik tersangka EE, satu kartu ATM BNI EE, satu lembar surat Nomor: 344/SK/PP-G1/PMB/Xii/2019 berisikan keterangan pernah bekerja yang diterbitkan oleh PT. PP Persero Divisi Gedung 1 Proyek Pollux Meisterstadt Batam.

Kemudian, satu unit Handphone merek Samsung Galaxy Note 10+ (warna silver), satu lembar surat berkop PT. PP Persero Tbk Nomor: 09018/23-Nop/2019/00345-C Perihal: Surat Tugas dan Tanggung Jawab An. EE, Nip: 0003531-3-PP-G1 Jabatan: GMA (General Manager Affair) Ink: Tiga Strip Biru Top Management Project (Diduga Palsu), satu lembar surat berkop PT. PP Persero Tbk Nomor: 208/SP/PP/PHMU/2020 Perihal: Penetapan Harga Makanan Utama (Diduga Palsu), satu bundel print out rekening koran Bank BNI milik EE, satu unit CPU merk HP (warna hitam sylver) model Dc7900 Ultra Slim Desktop, satu LCD monitor merk HP model L1710 (warna hitam sylver), satu keyboard merk HP (warna hitam sylver), satu mouse merk Dell (warna hitam), dan satu Printer merk Cannon model LP 2770 (warna hitam).

“Pasal yang disangkakan yakni Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Dan Atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 263 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara,” pungkas Wadir Reskrimum Polda Kepri, Ruslan Abdul Rasyid.

5 1 vote
Article Rating
3937242754
Screenshot_20200827_033155
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x