Jumat, 30 Oktober 2020
log
7 Okt 2020
Gubernur LIRA Kepri, Budi Sudarmawan (ist)
Gubernur LIRA Kepri, Budi Sudarmawan (ist)

Batam, inikepri.com – Pergelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada tahun ini yang akan diselenggarakan pada 9 desember 2020 mendatang, tentu sangat berbeda dengan periode sebelumnya. 

Saat ini masyarakat harus melaksanakan pergelaran Pilkada di tengah pandemi, yang membuat proses pelaksaannya tentu sangat berbeda dengan periode sebelumnya.

Untuk itu, Gubernur Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Budi Sudarmawan menghimbau dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama mensukseskan Pilkada dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Mari kita seluruh elemen masyarakat dari yang terkecil hingga calon itu sendiri bisa memahami bahwasanya Pilkada ini harus berjalan dengan damai, dan sukses. dan dalam prosesnya tetap harus mengedepankan protokol kesehatan,” ujar Budi, Selasa (07/10) 

Kemudian, Budi juga mengajak masyarakat agar lebih bijak dalam memilih Kepala daerah.

“Inilah sarana kita untuk mencari pemimpin yang memang benar-benar kita harapkan. saya yakin bahwasnya putra-putra terbaik disini sudah terpilih menjadi calon, artinya disini seluruh masyarakat harus benar-benar memanfaatkan itu. bagaimana mereka bisa memilih dengan cerdas, memilih dengan bijak, sehingga tercapai hasil.pemilihan yang memang benar-benar menjadi mayoritas kehendak masyarakat” ujarnya.

Lebih jauh, ketika ditanyai terkait beredarnya isu di masyarakat tentang Kampanye hitam (Black campaign) yaitu Penggunaan metode rayuan yang merusak, sindiran atau rumors yang tersebar mengenai sasaran kepada para kandidat atau calon kepada masyarakat agar menimbulkan presepsi yang dianggap tidak etis terutama dalam hal kebijakan publik, dirinya menanggapi bahwa percayakan hal tersebut kepada pengawas penyelenggara, dalam hal ini yaitu Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Saya rasa begini, dalam penyelenggaraan Pilkada kan tentunya ada pengawas, disini ada bawaslu. Ya kita serahkan saja sepenuhnya kepada tugas mereka. Disinilah sebenarnya yang saya tekankan tadi, setiap elemen masyarakat, termasuk penyelenggara dalam hal ini Bawaslu, KPU, dia juga harus mengambil peran sesuai dengan ketentuan undang-undang. Jadi disini karena ada Bawaslu yang memang mempunyai tugas untuk melakukan pengawasn, melakukan pemgontrolan terhadap penyeleggaraan pilkada ini sehingga ini harus dilakukan dengan cara yang benar sesuai dengan aturan undang-undang,” terangnya.

Budi juga menambahkan, pentingnya bagi kita, baik itu masyarakat maupun calon itu sendiri, untuk mematuhi peraturan yang sudah di tetapkan dari KPU terkait proses penyelenggaraan Pilkada di masa pandemi agar hal ini tidak menjadi bom waktu meningkatnya kasus positif Covid-19.

“Saya sebagai pemerhati sosial kemasyarakatan mengharapkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah ini bisa berjalan dengan lancar, sukses, dengan tanpa terjadi hal-hal diluar ketentuan sehingga situasi pandemi ini nanti akan menjadi situasi yang akan menjadi sebuah bom waktu yang terjadi ledakan dengan terjadinya di luar ketentuan, termasuk kerumunan-kerumunan yang di luar ketentuan seperti kampanye di dalam ruangan itu maksimal 50, di luar ruangan maksimal 100. itu harus benar-benar di ikuti. Sebenarnya harapan kami sebagai masyarakat terhadap para calon, gunakanlah kesempatan berkampanye ini dengan bijak, dengan mengajak masyarakat untuk menjalankan pilihan ini dengan rasa nyaman, dengan rasa gembira, dan menjadi sebuah demokrasi yang memang sarana yang siap melahirkan pemimpin yang benar-benar menjadi harapan masyarakat. Gunakan cara-cara cerdas, gunakan cara-cara elegan tanpa menjelekkan pasangan lain maupun juga hal-hal yang di luar ketentuan,” pungkasnya. (RT)

5 1 vote
Article Rating
3937242754
Screenshot_20200827_033155
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x