Rabu, 28 Oktober 2020
log
Ikuti Kami di :
9 Sep 2020
raja-salman

Jakarta, inikepri.com – Selain hukuman pembunuh Jamal Khashoggi yang dianggap terlalu ringan, Arab Saudi juga sedang diguncang isu penahanan dua ulama Islam terkemuka. Keduanya adalah Sheikh Abdullah Basfar dan Sheikh Saud Al-Funaisan.

Kabar itu diramaikan oleh pemilik akun twitter Prisoners of Conscience @m3takl_en. Akun tersebut mengungkapkan kedua cendikiawan Islam tersebut ditahan sejak Agustus 2020 dan Maret 2020.

Hingga hari ini belum ada keterangan resmi perihal penahanan kedua orang terkemuka tersebut.

Baca Juga : Kemenag: Penceramah Bersertifikat, Bukan Sertifikasi Penceramah

Seperti dilansir world-today-news.com, akun Prisoners of Conscience hanya menyatakan bahwa Sheikh Dr Abdullah Basfar ditahan sejak Agustus 2020. Sedangkan, Sheikh Saud Al-Funaisan ditahan sejak Maret 2020.

Sheikh Abdullah BAsfar adalah seorang profesor di departemen Sharia dan Studi Islam Universitas King Abdul Aziz di Jeddah. Dia juga mantan Sekretaris Jenderal Organisasi Kitab dan Sunnah Dunia.

Laporan penahanan Sheikh Abdullah bertepatan dengan laporan penahanan Sheikh Saud Al-Funaisan, yang ditangkap pada bulan Maret.

Sementara, Al-Funaisan adalah seorang profesor universitas dan mantan dekan fakultas Syariah di Universitas Al-Imam Riyadh.

Spekulasi yang berkembang, penahanan kedua ulama tersebut dipandang sebagai bagian dari tindakan keras terhadap ekstremisme di kerajaan.

Hal itu diduga berdasarkan rencana Putra Mahkota Saudi Mohamed Bin Salman untuk menghapus identitas agama Arab Saudi.

Sumber : www.minews.id

5 1 vote
Article Rating
3937242754
Screenshot_20200827_033155
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x