Selasa, 20 Oktober 2020
log
25 Sep 2020
Screenshot_20200925_023127

Batam, inikepri.com – Meski kasus COVID-19 masih meningkat, namun dokter tetap optimis virus akan punah dengan sendirinya. Kondisi tersebut diperkuat dengan faktor kekebalan tubuh yang ada di dalam populasi dunia.

Dikutip dari laman The Conversation, Dokter kanker Inggris Prof Karol Sikora baru-baru ini mengklaim bahwa pandemi COVID-19 saat ini akan hilang sendiri. Menurutnya, jika ada lebih banyak infeksi daripada yang kita sadari dengan gejala ringan, itu menghasilkan kekebalan yang kuat.

Maka kondisi ini akan dengan cepat mengarah pada kekebalan kelompok alias herd immunity sehingga virus tidak akan menyebar lagi. Penyebaran kekebalan ini di populasi dunia akan makin menguat dan virus akan dibasmi dengan sendirinya.

Tentu, teori itu menimbulkan keraguan bahwa membiarkan virus hilang dengan sendirinya akan menjadi jawaban yang tidak masuk akal untuk masalah COVID-19. Sehingga, banyak yang lebih merasa masuk akal membayangkan masa depan di mana kita bisa hidup berdampingan dengan SARS-CoV-2.

Jika dibandingkan dengan virus sepupunya, SARS-CoV-1 yang menyebabkan pandemi SARS, memang tidak hilang dengan sendirinya. Tetapi, wabah tersebut dapat dikendalikan dengan lebih baik melalui langkah sederhana yang tak berbeda dengan penanganan COVID-19.

Sebagian besar dikendalikan oleh langkah-langkah kesehatan masyarakat sederhana seperti mengenali gejala (demam dan masalah pernapasan), mengisolasi dan mengkarantina kasus yang dicurigai, dan membatasi perjalanan semuanya. SARS-CoV-1 menular dan langsung menunjukkan gejala sehingga mereka langsung mengisolasi diri.

Hampir semua orang di planet ini akan tetap rentan terhadap SARS meski dalam beberapa dekade telah menghilang. Namun, penularannya tak meluas lantaran orang yang sakit akan menunjukkan gejala yang khas.

Dalam jangka waktu yang mirip dengan virus sepupunya, SARS-CoV-2 telah terbukti lebih menular tetapi tampaknya tidak terlalu mematikan dibandingkan sepupunya yang lahir hampir 20 tahun lalu. Kekhawatiran tambahan, bahwa SARS-CoV-2 menyebar secara luas sebelum orang jatuh sakit alias Orang Tanpa Gejala.

Ini yang membedakan kedua virus tersebut. Kondisi itu membuat tenaga kesehatan yang berbasis pada gejala, yang sebelumnya bekerja dengan baik untuk SARS, sebagian besar tidak mampu menahan penularan COVID-19. Intinya, kemudahan penularan ini berarti SARS-CoV-2 jauh lebih menantang untuk dikendalikan.

Untuk itu, dianjurkan agar menjaga jarak serta mencuci tangan selama pandemi masih berlangsung. Menghindari kerumunan juga yang paling masuk akal mengingat banyaknya pasien OTG COVID-19. (RED/Viva)

5 1 vote
Article Rating
3937242754
Screenshot_20200827_033155
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x