Rabu, 21 Oktober 2020
log
Ikuti Kami di :
23 Sep 2020
ba005d76d799ec40992718dab03c90af_1

Jakarta, inikepri.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan dan memastikan bahwa ekonomi nasional nantinya akan mengalami resesi secara resmi pada kuartal III-2020. Tentunya pihak dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah melakukan skema proyeksi untuk mengatasi hal tersebut.

Sri Mulyani juga mengatakan bahwa Kemenkeu telah melakukan update perekonomian Indonesia untuk tahun 2020 secara keseluruhan yang menjadi minus 1,7% sampai minus 0,6%.

Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Photo/ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

“Forecast terbaru kita pada September untuk 2020 adalah minus 1,7% sampai minus 0,6%. Ini artinya, negatif territory kemungkinan terjadi pada kuartal 3,” kata Sri Mulyani dalam video konferensi, Selasa (22/9/2020).

Ia juga menjelaskan bahwa ekonomi nasional pada kuartal II-2020 minus 5,32%. Sementara itu, maksud dari resesi adalah kondisi di mana pertumbuhan ekonomi minus dua kuartal berturut-turut.

“Dan mungkin juga masih berlangsung untuk kuartal 4 yang kita upayakan bisa mendekati 0 atau positif,” jelasnya.

“Tahun depan, kita gunakan sesuai RUU APBN 2021 yakni 4,5-5,5% dengan forecast titik di 5,0%. Bagi institusi lain, rata- rata berkisar antara 5-6%. OECD tahun depan prediksi 5,3, ADB sama 5,3, bloomberg median view 5,4, IMF 6,1, WB 4,8,” katanya.

“Semua forecast ini subject to atau tergantung pada perkembangan covid dan bagaimana ini pengaruhi aktivitas ekonomi,” ungkapnya. (RED/Indozone)

5 1 vote
Article Rating
3937242754
Screenshot_20200827_033155
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x