Jumat, 30 Oktober 2020
log
Ikuti Kami di :
23 Sep 2020
Petugas menunjukkan hasil negatif pada alat pemeriksaan cepat (rapid test) COVID-19 usai memeriksa salah satu pedagang di kawasan Relokasi Pasar Johar, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (14/5/2020). Pemeriksaan cepat terhadap sejumlah pedagang di pasar itu guna mengetahui kondisi kesehatan mereka sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19) di tempat keramaian. ANTARA FOTO/Aji Styawan/nz
Petugas menunjukkan hasil negatif pada alat pemeriksaan cepat (rapid test) COVID-19 usai memeriksa salah satu pedagang di kawasan Relokasi Pasar Johar, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (14/5/2020). Pemeriksaan cepat terhadap sejumlah pedagang di pasar itu guna mengetahui kondisi kesehatan mereka sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19) di tempat keramaian. ANTARA FOTO/Aji Styawan/nz

Jakarta, inikepri.com – Pernyataan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar soal rapid test palsu semua baik itu positif atau negatif menjadi perhatian. Beberapa influencer mengomentari pernyataan IDI Makassar tersebut, termasuk Dokter Tirta Hudhi dan Deddy Corbuzier.

Dalam cuitannya di akun media sosial masing-masing, mereka berkomentar kaget. Di akun Twitter, Dokter Tirta kaget dengan ungkapan: “Ngeri iki EDYAAAAAAAN SUANGAAAAAR.”

Dalam cuitannya, Dokter Tirta menyinggung perubahan orientasi tes cepat atau rapid test. Pada awal-awal kasus Covid-19, rapid test dipakai untuk screening tapi sekarang kok malah dijadikan syarat administratif untuk mengurus keperluan semacam SKCK.

Dengan modal surat keterangan sehat Covid-19 dari rapid test itu, sekarang malah dipakai untuk pelesiran bukan berkegiatan yang penting. Dia juga menyindir bisnis rapid test, dulu biaya tes cepat ini bisa mencapai Rp400 ribu sekarang kok jadi Rp95 ribu saja.

“Dapet surat keterangan sehat berlaku 14 hari. Dan bisa jalan-jalan ke mana-mana. Surat sakti. Ini yang bikin aturan rapid berlaku 14 hari siapa yaaah Hahahaha,” tulisnya.

Deddy Corbuzier Kaget Rapid Test Palsu Semua

Deddy Corbuzier. Foto Instagram @mastercorbuzier

Tak kalah kaget, Deddy Corbuzier merasa komentar tersebut menarik. Pertama pernyataan keluar dari IDI sebagai lembaga yang punya otoritas dalam dunia kesehatan serta yang memberitakan komentar IDI itu adalah media daring besar, Kompas.

Deddy meyakini, berita yang dimuat Kompas itu bukan hoax, apalagi tayang di media terkenal. Dia kemudian bertanya konsekuensinya bagaimana mereka yang selama ini gencar menolak rapid test.

“Eh menarik nih… Kompas pula yang nulis… Gak hoax doong… Atau HOAX.. Mari pusing bersama… Jadi yangg heboh nolak rapid test bener dong?” tulis Deddy di akun Instagramnya.

Gara-Gara Pj Wali Kota Makassar

Ilustrasi penelitian covid-19 Foto: Antara

Pernyataan IDI Makassar yang heboh itu muncul merespons Pelaksana jabatan Wali Kota Makassar yang memilih menggunakan tes usap atau swab test untuk mengonfirmasi positif atau tidak kena Covid-19.

Si pejabat tersebut sebelumnya berkontak dengan Ketua KPU Arief Budiman, yang dinyatakan positif Covid-19.

Mengomentasi sikap pejabat Kota Makassar itu, Humas IDI Makassar, dr Wachyudi Muchsin meminta si pejabat itu untuk melakukan tes usap.

Menurut dr Wachyudi, disitat dari Kompas.tv, hasil rapid test positif atau negatif semua palsu dan bukan rekomendari dari IDI.

Menurut Humas IDI Makassar itu, seharusnya Rudy Djamaluddin langsung tes usap dan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari setelah bertemu dengan orang dengan riwayat positif Covid-19. (RED/Hops)

5 1 vote
Article Rating
3937242754
Screenshot_20200827_033155
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x