Sabtu, 24 Oktober 2020
log
Ikuti Kami di :
13 Okt 2020
Foto Antara
Foto Antara

Jakarta, inikepri.com – Terkait penangkapan sejumlah anggota dan petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan, penangkapan dilakukan berawal dari adanya sebuah percakapan di grup aplikasi berbasis pesan WhatsApp (WA).

Adapun pesan yang tersiar dalam grup itu diduga berisi penghasutan serta ujaran kebencian yang memicu adanya gerombolan massa untuk melakukan aksi demo penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja hingga berakhir anarkis.

“Percakapan di grup WhatsApp, pada intinya terkait penghasutan dan ujaran kebencian tadi berdasarkan SARA,” kata Awi di Bareskrim Polri, Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Selasa, 13 Oktober 2020. Menyitat Suara.com.

Meski pihak kepolisian tak menjelaskan lebih lanjut bagaimana isi pesan di grup WhatsApp tersebut. Awi hanya memastikan, percakapan dalam grup anggota KAMI itu diduga kuat bisa memicu terjadinya unjuk rasa yang berakhir ricuh dan anarkis.

Bahkan ia mengungkapkan, sejumlah isi pesan yang ada di grup itu bisa membuat siapa saja yang membacanya menjadi ngeri.

Oleh sebab itu, menurut Awi, kelompok masyarakat yang tak terlalu paham dengan informasi yang beredar akan dengan mudahnya melakukan perusakan akibat tersulut emosi dari kabar yang menyesatkan.

“Kalau rekan-rekan ingin membaca WA (WhatsApp Grup)-nya ngeri. Pantas di lapangan terjadi anarki,” kata dia.

“Sehingga masyarakat yang mohon maaf tidak paham betul akan tersulut. Ketika direncanakan sedemikian rupa untuk membawa ini itu untuk melakukan pengrusakan semua terpapar jelas di WA,” sambungnya.

Lebih lanjut, sejak awal pihaknya menegaskan, tak pernah menargetkan untuk menangkap para tokoh yang tergabung dalam KAMI.

Hanya saja, penangkapan tokoh KAMI itu dilakukan murni karena adanya bukti berdasar pada pelanggaran hukum yang dilakukan oleh mereka, salah satu di antaranya ujaran kebencian di grup WA.

“Kami tidak pernah menyampaikan toh ini dari mana dari mana. Ya kebetulan aja itu mereka-mereka yang kita tangkap beberapa dari KAMI,” tandasnya.

Diketahui sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri telah menetapkan lima anggota KAMI sebagai tersangka kasus ujaran kebencian dan penghasutan terkait demo UU Omnibus Law Cipta Kerja. Empat diantaranya merupakan ketua dan anggota KAMI Sumatera Utara.

Salah satu petinggi KAMI yang tertangkap, Syahganda Nainggolan. Foto: Youtube.

Selain itu, pihaknya juga mengungkapkan, ada empat orang lain yang juga ikut ditangkap di Jakarta. Adapun mereka yakni; Anggota Komite Eksekutif KAMI Syahganda Nainggolan, Deklator Anggota Komite Eksekutif KAMI Jumhur Hidayat, Deklator KAMI Anton Permana dan penulis sekaligus mantan caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kingkin Anida. (RWH/Hops)

5 1 vote
Article Rating
3937242754
Screenshot_20200827_033155
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x