Warga Batam Meninggal Dunia, Diduga Terima Dua Dosis Vaksin Sekaligus

- Publisher

Kamis, 29 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(FOTO/ANTARA)

(FOTO/ANTARA)

INIKEPRI.COM – Harjito (49), warga Kota Batam, meninggal dunia setelah dirawat selama 6 hari di sebuah Rumah Sakit. Harjito diduga menerima dua vaksin COVID-19 pada hari yang sama sekaligus.

Ketua RT 01/ RW 04 Perumahan Bepede Ery Syahrial mengatakan, Harjito menerima vaksin COVID-19 pada 11 Juli 2021 dalam program vaksinasi yang digelar Apindo.

“Malamnya, ia memberitahu warga. Kondisi badannya sudah tidak enak,” kata Ery mewakili keluarga di Batam, Kamis 29 Juli 2021.

BACA JUGA:  BP Batam Apresiasi Keberhasilan PT Mc Dermott Bawa Proyek Baru ke Kota Batam

Saat itu Harjito bercerita kepada warga, ia mengaku tidak menyadari saat menerima vaksin pertama kali.

Ia hanya merasa diusap, dan kemudian menerima suntikan kedua.

“Ia sadar mendapat dua dosis vaksin setelah ada surat dari dokter,” kata Erry.

Dalam surat tulisan tangan yang ditandatangani dokter, disebutkan bahwa Harjito telah menerima dua dosis vaksin COVID-19 oleh vaksinator berbeda.

Surat itu memberikan saran, apabila ada keluhan, maka diharap memberitahu ke dokter. Dalam surat itu juga dituliskan nomor telepon dokter.

BACA JUGA:  Lomba Tembak Pistol Eksekutif, Amsakar Menembakkan 15 Peluru

Pada 15 Juli 2021, menurut Erry, kondisi Harjito semakin parah karena mengalami batuk, muntah, pusing dan asam lambung naik. Harjito pun menghubungi nomor telepon dokter, namun tidak ditanggapi.

Keluarga pun membawanya ke rumah sakit pada 22 Juli 2021, namun kondisinya makin parah dan meninggal 28 Juli 2021.

Ery mengatakan, saat meninggal, Harjito dinyatakan positif COVID-19. Padahal, sebelum vaksin, kondisi kesehatannya baik, bahkan lolos dalam pemeriksaan awal jelang penyuntikan.

BACA JUGA:  Meriah dan Khidmat, Pawai Takbir Mobil Hias Warnai Malam IdulAdha 1446 H Kota Batam

“Sampai saat ini, Dinas Kesehatan dan Satuan Tugas belum ada yang datang. Kami keluarga hanya membutuhkan ahli untuk menjelaskan,” kata dia.

Sementara itu, saat hendak dikonfirmasi, dokter CA yang nama dan nomor teleponnya tercantum dalam surat keterangan tidak menjawab telepon.

Dilansir dari ANTARA, Ketua IDI Kepri Rusdani yang dihubungi terpisah untuk mengkonfirmasi kejadian itu kepada dokter spesialis paru, Sianturi.

Saat hendak dikonfirmasi, Dokter Sianturi menyatakan masih menunggu penjelasan dari dokter CA. (RWH/ANTARA)

Berita Terkait

BP Batam-Polri Perkuat Sinergi, Investasi Batam Jadi Prioritas
BP Batam Tuntaskan 12 Pekerjaan Perbaikan Jalan, Ruas Pura Agung Amertha Buana-Taman Kota Berlanjut
Foto Amsakar Bersama Yuwanky Beredar, Pemko Batam Tegaskan Konteksnya Kerja Sama Pasar Induk Jodoh
Pemko Batam Gandeng 15 Perusahaan, Bidik 20 Persen Tenaga Kerja dari Putra-Putri Tempatan
Perkuat Ekosistem Aviasi, BP Batam Dukung Pengembangan Batam Aero Engine
Catatkan Nilai Sempurna, BP Batam Raih Prestasi Tingkat Nasional dalam Pengelolaan JDIH 2026
Tak Sekadar Kreatif, Erlita Dorong Produk IKM Batam Punya Pasar dan Tingkatkan Kesejahteraan
PLN Batam Salurkan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan di Momentum HUT RI ke-81
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:58 WIB

BP Batam-Polri Perkuat Sinergi, Investasi Batam Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:23 WIB

BP Batam Tuntaskan 12 Pekerjaan Perbaikan Jalan, Ruas Pura Agung Amertha Buana-Taman Kota Berlanjut

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:36 WIB

Foto Amsakar Bersama Yuwanky Beredar, Pemko Batam Tegaskan Konteksnya Kerja Sama Pasar Induk Jodoh

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:30 WIB

Pemko Batam Gandeng 15 Perusahaan, Bidik 20 Persen Tenaga Kerja dari Putra-Putri Tempatan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:51 WIB

Perkuat Ekosistem Aviasi, BP Batam Dukung Pengembangan Batam Aero Engine

Berita Terbaru