DPRD Batam Gelar RDP Soal Sei Nayon

- Publisher

Senin, 26 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Horas Parulian Siringo-ringo, warga Sei Nayon. Foto: INIKEPRI.COM

Horas Parulian Siringo-ringo, warga Sei Nayon. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait permasalahan lahan antara warga Sei Nayon dengan PT KAMMY, Senin 26 Desember 2022.

Rapat yang berlangsung di ruang hearing DPRD Kota Batam dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto di dampingi anggota DPRD Kota Batam lainnya, juga hadir dari Polresta Barelang, Polsek Bengkong, pihak Kecamatan Bengkong dan Kelurahan Bengkong Sadai bersama Warga Sei Nayon.

BACA JUGA:  Warga Sei Nayon Menolak Direlokasi, Mulyadi: Tidak Ada Tawar Menawar, Kami Tetap Akan Bangun

Dalam pertemuan tersebut, salah satu perwakilan Warga, Horas Parulian Siringo-ringo, mengatakan lahan yang mereka kuasai seluas kurang lebih 1.3 Ha sejak tahun 2015.

“Namun, hingga kini pihaknya belum mendapatkan biaya ganti rugi . Bahkan warga juga memiliki dokumen pendukung atas keberadaan Ruko yang telah mereka tinggali untuk berusaha selama ini,” ucap dia.

“Sampai saat ini kami belum dapat ganti rugi, tapi Surat SP3 sudah di berikan hari ini. Ruko kami sudah mau digusur Aturannya kan pemilik lahan harus dipanggil dan jelas kami akan menolak pembongkaran tersebut,” sambung dia.

BACA JUGA:  Amsakar Tegaskan Komitmen Lanjutkan Insentif RT/RW

Lanjut Horas, penawaran mediasi dari Perusahaan, ketemunya di harga sekitar 40 jutaan Per Ruko.

“Nanti kita diminta tunggu Perusahaan bangun ruko tapi jadinya kita akan barter ke mereka. Jujur gimana ya, berarti kan ini saya sudah punya aset disini, tapi kemudian dengan melakukan barter ke mereka tentu nanti saya akan punya hutang yang begitu banyak dan miliaran lagi, enggak masuk akal lalu kemudian jika terjadi barter,” jelas dia.

BACA JUGA:  Sebelum Ditangkap Karena Nyabu, ADY Kabarnya Sempat 'Singgah' di KTV D

Karena pertemuan tersebut belum mendapatkan titik temu, Ketua pimpinan DPRD Kota Batam, Nuryanto menyatakan pihaknya memberikan kesempatan Kepada Warga untuk menyurati Tim Terpadu.

“Sebenarnya, duduk perosalannya kan jelas. Namun, karena masing–masing berdiri pada posisinya masing-masing, jadi agak sulit untuk menemukan kesepakatan,” imbuhnya. (RBP)

Berita Terkait

PLN Batam Ungkap Kronologi Blackout Batam-Bintan, Ini Empat Temuan Evaluasi
Batam-Penang Resmi Terhubung, Batik Air Malaysia Terbang Tiga Kali Sepekan
Bengkong Smiling Morning ke-16 Jadi Momentum Perkuat Silaturahmi Warga
Amsakar Minta Camat dan Lurah Rajin Turun ke Lapangan, Persoalan Warga Harus Cepat Ditangani
Pemko dan DPRD Batam Sepakati Pansus Dua Ranperda, Ketertiban Umum Jadi Sorotan
Ribuan Botol Miras Diduga Masuk dari Singapura, Polisi Telusuri Jalur ke Batam
BP Batam Perbaiki Jalan Gajah Mada Jalur Sei Ladi: Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Mulai 18 Oktober 2026
BP Batam Ajak Masyarakat Waspada terhadap Dampak Kabut Asap

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 06:06 WIB

PLN Batam Ungkap Kronologi Blackout Batam-Bintan, Ini Empat Temuan Evaluasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 12:05 WIB

Bengkong Smiling Morning ke-16 Jadi Momentum Perkuat Silaturahmi Warga

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Amsakar Minta Camat dan Lurah Rajin Turun ke Lapangan, Persoalan Warga Harus Cepat Ditangani

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:45 WIB

Pemko dan DPRD Batam Sepakati Pansus Dua Ranperda, Ketertiban Umum Jadi Sorotan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Ribuan Botol Miras Diduga Masuk dari Singapura, Polisi Telusuri Jalur ke Batam

Berita Terbaru