INIKEPRI.COM – Ratusan warga Perumahan Cikitsu, Kecamatan Batam Kota, mendatangi penginapan RedDoorz Akumurah Inn, Sabtu (20/6/2026) malam. Kerumunan massa memenuhi badan jalan hingga mengundang perhatian pengguna jalan dan warga sekitar.
Peristiwa itu menjadi perbincangan hangat setelah sejumlah video yang diunggah akun TikTok @chelimek viral di media sosial. Unggahan tersebut telah memperoleh lebih dari seribu tanda suka dan puluhan komentar dari warganet yang penasaran dengan penyebab ramainya warga di lokasi.
Dalam video yang beredar, tampak sebuah jendela kamar di lantai tiga penginapan terbuka. Dari kejauhan terlihat dua sosok berada di dekat jendela dengan gerakan yang memancing perhatian warga yang memadati lokasi.
Sejumlah warga yang menyaksikan pemandangan tersebut terdengar berteriak histeris dan bersorak. Dugaan adanya adegan tidak pantas pun bermunculan di tengah kerumunan.
Namun, karena rekaman diambil pada malam hari, dari jarak cukup jauh, serta kualitas gambar yang kurang jelas, tidak dapat dipastikan secara pasti aktivitas yang dilakukan oleh penghuni kamar tersebut.
Kendati demikian, kemunculan sosok di jendela lantai tiga itu semakin menyulut emosi massa yang sejak awal telah memprotes keberadaan penginapan terkait persoalan lingkungan dan aktivitas tamu yang dinilai meresahkan warga sekitar.

Informasi yang beredar menyebut kemarahan warga sebenarnya telah dipicu oleh berbagai persoalan lingkungan, mulai dari parkir kendaraan, sampah, hingga keberadaan tamu penginapan yang disebut tidak pernah dilaporkan kepada perangkat lingkungan setempat.
Ketua RW 13 Perumahan Cikitsu, Muhajir, sebagaimana dikutip dari narasi yang beredar di media sosial, mengatakan dirinya bersama koordinator keamanan Herman Lubis dan Ketua RT setempat sempat mendatangi pengelola penginapan untuk berdialog terkait keluhan warga.
Namun, upaya komunikasi tersebut disebut tidak berjalan baik. Pengelola penginapan diduga mempertanyakan identitas warga yang menyampaikan keluhan dan meminta agar dipertemukan langsung dengan pihak yang komplain.
“Itulah yang membuat warga marah dan datang ke sini untuk ketemuan dengan pengelolanya. Namun, pengelola tak berani datang,” demikian narasi yang beredar dalam video.
Kerumunan warga semakin membesar hingga memenuhi badan jalan. Aparat kepolisian dari Polsek Batam Kota kemudian turun ke lokasi untuk menenangkan massa dan memfasilitasi mediasi antara perangkat lingkungan dan pihak penginapan.
Setelah dilakukan negosiasi, perangkat RW dan tokoh masyarakat disebut sepakat menempuh penyelesaian melalui mediasi yang difasilitasi kepolisian. Sekitar pukul 23.00 WIB, massa akhirnya membubarkan diri.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pengelola RedDoorz Akumurah Inn maupun pihak kepolisian terkait hasil mediasi serta dugaan aktivitas yang menjadi perhatian warga tersebut.
Penulis : IZ

















