Segini Upah Buruh RI Yang Bikin Jersey Chelsea dan Liverpool, Miris!

- Admin

Senin, 27 Juli 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, inikepri.com – Jersey atau seragam yang dikenakan pemain Chelsea dan Liverpool di Liga Inggris merupakan hasil produksi Indonesia. Meski banyak masyarakat dalam negeri bangga, namun sebenarnya ada sederet ironi di baliknya. Sebab, konon katanya, para buruh lokal digaji sangat kecil.

Menurut laporan The Telegraph, buruh Indonesia menerima bayaran 70 penny atau setara Rp13 ribu untuk membuat satu potong jersey. Padahal, setelah jadi, hasil produksi itu dijual ke pesaran mulai dari Rp1,3 jutaan.

“Para buruh itu mengaku hanya menerima bayaran 70 penny untuk 70 poundsterling jersey Chelsea dan Liverpool. Bahkan, jersey Chelsea yang dibuat Nike Indonesia harganya bisa tembus hingga 100 poundsterling (Rp1,8 jutaan) per potong,” tulis artikel berjudul ‘Workers claimed to be paid 70p for £70 Chelsea and Liverpool shirts’.

Baca Juga :  Masyarakat Yakin Prestasi Olahraga Indonesia Meningkat di Era Prabowo-Gibran

Nominal tersebut diyakini tak cukup untuk memenuhi kebutuhan buruh sehari-hari. Beberapa waktu lalu, pihak apparel yang berwenang terhadap penyediaan jersey Chelsea dan Liverpool memastikan, bakal ada kenaikan upah 10 persen. Namun, pekerja di Indonesia dan Thailand kemungkinan tak terkena dampaknya.

Baca Juga :  Sheikh Jassim Resmi Beli Manchester United, Nilainya Fantastis

Padahal, dua negara itu merupakan pemasok utama seragam olahraga di dunia. Pihak Nike sendiri, menurut The Guardian, mengklaim telah memberi kenaikan upah pada buruh di Indonesia dan Thailand. Namun, mereka enggan merinci atau mengurai angkanya. Sehingga terkesan tidak transparan.

“Setiap tahun keuntungan apparel jersey selalu meningkat, namun upah buruhnya segitu-gitu saja. Seharusnya, mereka bisa menjamin kesejahteraan buruh dengan melakukan penyesuaian gaji,” lanjut artikel tersebut.

Baca Juga :  127 Orang Meninggal Dunia dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang

Parahnya lagi, fenomena tersebut tak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga di negara lain di wilayah Eropa. Itulah mengapa, merek apparel dunia seperti Nike, New Balance, dan Adidas kerap disebut-sebut kurang memerhatikan kondisi para pekerjanya.

“Selama lebih dari 10 tahun, apparel olahraga telah menolak untuk memastikan wanita dan pria yang bekerja sebagai buruh mendapat upah secara adil; sebaliknya mereka ditinggalkan dalam kemiskinan dan banyak yang sekarang diberhentikan,” ujar penggagas kampanye Clean Clothes, Paul Roeland, baru-baru ini.

Hops.id

Berita Terkait

Tekuk Real Madrid 3-2, Barcelona Juara Piala Super Spanyol 2026
Class Meeting MAN 1 Natuna Resmi Dibuka, Futsal Antar Kelas Jadi Pembuka Penuh Semangat
Tim Bola Voli Putri Raih Juara 3, Yunida Putri dan Zuriyatul Hikmah Harumkan MTsN Tanjungpinang
Porseni RA/MA Batam Dibuka Amsakar, Ajang Tumbuhkan Karakter dan Semangat Anak-Anak
RPC Raih Piala Wali Kota Batam 2025, Amsakar: Sportivitas Adalah Kemenangan Sebenarnya
Drama di Timnas! PSSI ‘Pecat’ Patrick Kluivert, Siapa Penggantinya?
Cape Verde Cetak Sejarah! Negara Kecil dengan Populasi Setengah dari Kota Batam Tembus Piala Dunia 2026
Amsakar Buka Kejuaraan Sepak Bola Piala Bergilir 2025: “Kompetisi Adalah Jalan Menuju Prestasi”

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 04:51 WIB

Tekuk Real Madrid 3-2, Barcelona Juara Piala Super Spanyol 2026

Senin, 15 Desember 2025 - 11:01 WIB

Class Meeting MAN 1 Natuna Resmi Dibuka, Futsal Antar Kelas Jadi Pembuka Penuh Semangat

Selasa, 25 November 2025 - 12:41 WIB

Tim Bola Voli Putri Raih Juara 3, Yunida Putri dan Zuriyatul Hikmah Harumkan MTsN Tanjungpinang

Selasa, 4 November 2025 - 10:09 WIB

Porseni RA/MA Batam Dibuka Amsakar, Ajang Tumbuhkan Karakter dan Semangat Anak-Anak

Minggu, 2 November 2025 - 07:52 WIB

RPC Raih Piala Wali Kota Batam 2025, Amsakar: Sportivitas Adalah Kemenangan Sebenarnya

Berita Terbaru