Kamis, 22 April 2021
Ikuti Kami di :
27 Mar 2021
Kiri: DS, pelaku investasi bodong (Istimewa) / Kanan: Ilustrasi investasi bodong (Unsplash)
Kiri: DS, pelaku investasi bodong (Istimewa) / Kanan: Ilustrasi investasi bodong (Unsplash)

INIKEPRI.COM – Seorang siswi yang masih duduk di kelas 3 SMA di Kabupaten Bengkulu Utara, jadi buronan banyak orang karena diduga melakukan penipuan dengan modus investasi.

Tidak tanggung-tanggung, kerugian yang dialami para korban mencapai Rp2 miliar lebih. Siswi berinisial DS itu disebut sudah menjalankan investasi bodong sejak 6 bulan lalu.

DS bahkan berhasil memperdaya tidak hanya masyarakat biasa, namun juga pejabat hingga aparat negara. Namun, keberadaan DS hingga saat ini tidak diketahui.

Kepada sejumlah korban yang terus datang ke rumah untuk meminta pertanggungjawaban, keluarga DS mengaku tidak mengetahui keberadaan DS.

“Bahkan sebagian korban lainnya nekat menyita barang-barang milik DS,” ujar keluarga salah satu korban, Okta Viani.

Kepala sekolah tempat DS bersekolah menyebutkan bahwa DS 3 minggu terakhir tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar. 

“Perilaku DS di sekolah tidak ada yang mencolok dan dalam kesehariannya sama seperti siswi lainnya,” ujar Kaman, Kepala Sekolah.

Pihak sekolah juga sempat memanggil orang tua DS untuk meminta klarifikasi terkait munculnya kasus yang melibatkan anak didiknya. 

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bengkulu Utara menyebutkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan terkait investasi bodong tersebut. 

“Kejadian tersebut memang benar, namun untuk pelaporan secara resmi memang belum ada tapi segera kita tindaklanjuti,” sebut AKP Jeri Nainggolan. 

Untuk jumlah kerugian, belum bisa dipastikan secara rinci karena kepolisian masih mencari informasi dan banyak korban yang belum dimintai keterangan.

Sementara itu, Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Anton Setyo Hartanto mengatakan korban penipuan tidak hanya di Bengkulu Utara, tapi juga di beberapa wilayah.

Berdasarkan penelusuran sementara, investasi ini sudah memiliki 198 anggota di berbagai wilayah. DS menawarkan para korban keuntungan dari penanaman modal uang atau saham. Atas perbuatannya, DS berpotensi terancam hukuman penjara hingga 4 tahun. (ER/Indozone)

5 1 vote
Article Rating
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x