Aku pun langsung setuju dengan tujuan tersebut. Malam harinya, aku pun pergi menuju ke rumah Kayara. Dia menyambutku dengan penuh senyuman. Cantik, seperti saat masih bersamaku dahulu.
“Dunia berubah, tetapi wajahmu tetap cantik,” kataku.
Kayara tersenyum manis. Kami pun langsung pergi ke pasar malam dekat rumahnya.
Sesampainya di pasar malam, Kayara memilih permainan lempar botol. Bola dipegangnya dengan erat. Matanya terlihat sangat tajam saat mengincar target botol yang berjejer rapi. Lemparan pertamanya berhasil menjatuhkan semua botol.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

















