Serah terima nelayan ditandai dengan penandatanganan dokumen antar Komandan Lanal Ranai dan Komandan KRI Kapitan Pattimura-371.
Komandan Lanal Ranai, Kolonel Laut (P) Dofir menghimbau kepada para nelayan untuk mengurangi kegiatan di Laut Natuna Utara. Pasalnya saat ini sedang musim angin utara dengan gelombang yang sangat tinggi.
Para nelayan juga diminta untuk membawa alat keselamatan saat melaut seperti baju pelampung dan alat komunikasi.
“Saya mengimbau kepada para nelayan di Natuna untuk membawa alat-alat keselamatan. kalau bisa jangan melaut dulu karena musim angin utara,” kata Kolonel Laut (P) Dofir.
Nelayan yang diketahui bernama Herman Sugiarto (24) itu mengaku terombang ambing di laut sekitar 8 jam. Ia berangkat dari rumah pada Rabu pagi.
Namun saat di laut, kapal miliknya mengalami kerusakan mesin hingga pukul 17:00 WIB. Dia sempat bertemu dengan nelayan lainnya untuk meminta pertolongan, tapi nelayan tersebut diduga tidak mengetahui peristiwa yang dialaminya.
Saat itu dia melihat KRI Kapitan Pattimura-371 lalu melambaikan tangan dan melepaskan baju untuk memberi isyarat agar dapat diselamatkan.
“Terima kasih kepada KRI dan TNI AL karena sudah menyelamatkan saya. Saya sempat takut karena gelombang sangat tinggi,” pungkasnya.
Setelah tiba di Ranai, nelayan itu diserahkan ke orangtuanya. Atas peristiwa tersebut, Komandan Guspurla Koarmada I berpesan kepada setiap Komandan KRI bahwa sudah menjadi tanggung jawab setiap prajurit dalam melaksanakan misi kemanusiaan seperti evakuasi, penyelamatan, dan lainnya. Hal tersebut sudah tertanam dalam sapta marga dan delapan wajib TNI. (RP/OKEZONE)
Halaman : 1 2

















