INIKEPRI.COM – Pemerintah Kabupaten Natuna masih menghadapi tekanan fiskal yang cukup berat akibat menurunnya pendapatan daerah dalam lebih dari satu tahun terakhir. Kondisi tersebut berdampak terhadap kemampuan daerah dalam menjalankan pembangunan dan pembiayaan berbagai program.
Berkurangnya alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) minyak dan gas dari pemerintah pusat, ditambah penundaan penyaluran dana kurang bayar DBH, menjadi salah satu penyebab utama melemahnya kondisi keuangan daerah.
Bupati Cen Sui Lan mengatakan situasi tersebut memang menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah. Namun, ia menegaskan bahwa kondisi sulit tidak boleh membuat pemerintah kehilangan semangat dalam bekerja melayani masyarakat.
“Kita memang sedang berada dalam situasi yang tidak mudah. Pendapatan daerah turun, sementara kebutuhan masyarakat tetap harus dipenuhi. Tapi saya selalu percaya, daerah ini tidak boleh berhenti hanya karena keadaan sedang sulit. Pemerintah harus tetap berdiri di depan, mencari jalan keluar dan memastikan pelayanan dasar masyarakat tetap berjalan,” kata Cen Sui Lan, saat mengukuhkan pengurus FKUB Natuna beberapa waktu lalu.
Ia menuturkan, ketergantungan Natuna terhadap sektor migas membuat daerah sangat terdampak ketika terjadi pengurangan dana transfer dari pusat. Karena itu, pemerintah daerah kini berupaya membuka peluang lain agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap bergerak.
Menurutnya, salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong lebih banyak program pembangunan pusat masuk ke Natuna agar dapat memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat.
“Ketika ada proyek pembangunan masuk, manfaatnya bukan hanya bangunan itu selesai. Masyarakat juga ikut merasakan perputaran ekonomi. Ada yang bekerja, ada yang menyediakan material, ada usaha kecil yang ikut hidup. Itu yang sedang kami perjuangkan supaya ekonomi daerah tetap berjalan,” ujarnya.
Ia mencontohkan beberapa program yang saat ini sedang berjalan dan dipersiapkan, seperti pembangunan Pasar Ikan Ranai dan Sekolah Rakyat.
Selain itu, Pemkab Natuna juga menerapkan penghematan di berbagai sektor pengeluaran daerah. Langkah efisiensi dilakukan mulai dari perjalanan dinas, transportasi hingga belanja operasional lainnya.
“Kita sekarang harus lebih hati-hati menggunakan anggaran. Mana yang benar-benar prioritas untuk masyarakat, itu yang didahulukan. Yang penting layanan kesehatan tetap berjalan, pendidikan tidak terganggu, dan kewajiban pemerintah kepada masyarakat tetap bisa dipenuhi,” jelasnya.
Di tengah keterbatasan tersebut, Cen Sui Lan mengajak seluruh masyarakat untuk tetap optimistis dan tidak kehilangan harapan terhadap masa depan Natuna.
“Saya ingin masyarakat tetap semangat. Kondisi ini bukan alasan untuk menyerah. Kita mungkin sedang diuji, tetapi saya yakin kalau pemerintah dan masyarakat bisa berjalan bersama, Natuna akan mampu melewati masa sulit ini,” tutupnya.
Penulis : IZ

















