Mantan Pedagang di WTB: Berjualan Dibawah Pengawasan Oknum BP Batam

INIKEPRI.COM – Dugaan praktik sewa dan jual beli di lahan milik BP Batam bagi para pelaku usaha kecil dengan nilai yang cukup besar oleh segelintir oknum semakin menguat.

K, salah seorang mantan pedagang di kawasan Welcome To Batam mengungkap, lahan yang ia sewa dibawah pengawasan oknum BP Batam.

“Saya berjualan bakso di gedung terbengkalai itu (Gedung Islamic Center) sejak tahun 2016 hingga 2021. Wilayah itu dibawah pengawasan Pak A dari BP Batam bagian aset,” ungkap dia kepada INIKEPRI.COM, Rabu 23 Agustus 2022.

BACA JUGA :

Dugaan Jual Beli Lapak UMKM di Landmark Welcome To Batam

Untuk tarif yang dibayar, jelas K, ia dikenakan sebesar Rp 600 ribu tiap bulan

“Waktu saya sewa, biaya lapak Rp 300 ribu dan 300 ribu untuk air dan lampu,” rinci dia.

K menjelaskan, yang mengutip biaya itu adalah pihak dari perkumpulan pedagang wisata kuliner Welcome To Batam.

“Yang memungut B, dari perkumpulan pedagang wisata kuliner Welcome To Batam. Kayaknya B ini adalah salah seorang security di salah satu instansi yang berada di bawah BP Batam dan lokasinya di dekat kawasan Welcome To Batam,” jelasnya sambil melihatkan foto B.

Ia kemudian mengatakan, diawal Muhammad Rudi menjadi ketua BP Batam, Rudi pernah ke kawasan itu dan berbicara kepada para pedagang.

“Silahkan gunakan lokasi ini, tapi nanti saat lahan dibutuhkan negara, para pedagang akan direlokasi,” ujar dia sambil mengingat saat itu.

Terpisah, terkait hal ini, INIKEPRI.COM telah melakukan konfirmasi kepada Sazani, Kepala Bagian Humas BP Batam.

BACA JUGA:

Yusril Koto: Banyak Pihak Minta Kasus Dugaan Jual Beli Lapak di WTB Tak Diangkat, Termasuk Oknum Pejabat

“Sama kita cari info yg akurat ya,” jawab dia melalui pesan singkat WhatsApp. (MIZ)

Baca

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

3,266FansSuka
1,349PengikutMengikuti
7,350PengikutMengikuti
481PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
spot_img

Berita Populer

error: Content is protected !!