Waspada! Pascainflasi Tinggi Terbitlah Stagflasi

- Publisher

Kamis, 27 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Inflasi yang terjadi saat ini, kata Menkeu, merupakan terburuk yang dialami sejumlah negara. Kondisi itu terjadi di Amerika, Eropa, dan Jepang yang selama berdekade-dekade berjuang dengan deflasi. “Suddenly, mereka punya inflasi. Itu adalah di satu sisi tadinya para policy maker di negara-negara maju itu mikir, oh ini inflasi sementara karena tadi demandnya lari duluan (sementara) supply-nya telat di belakang,” jelas Menkeu.

BACA JUGA:  HARRIS Hotel Batam Center Luncurkan "Triple Package", Solusi Akomodasi Hemat dan Nyaman untuk Perjalanan Kelompok

Data yang dihimpun Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menunjukkan tren inflasi yang meningkat. Hal itu menyebabkan negara-negara maju tersebut menaikkan suku bunga dengan tajam. Kalau bisanya bank sentral menaikkan suku bunga 25 basis poin atau 0,25 persen, saat ini bank sentral bisa menaikkan 50 basis sampai 75 basis sekali naik.

BACA JUGA:  Ansar Temui Kepala Bapanas RI untuk Menjaga Stabilitas Harga dan Inflasi Kepri

Langkah bank sentral seperti itu, tentu bukanlah sesuatu yang bisa dianggap sepele. Kenaikan suku bunga secara serentak di seluruh dunia, di negara maju ini akan menimbulkan dampak dan memang itu yang diinginkan, yaitu dampak untuk melemahkan demand supaya supply-nya bisa kerja dulu. Tujuan utamanya adalah agar inflasi turun.

Masalahnya, kenaikan suku bunga tersebut menyebabkan dan menciptakan potensi terjadinya pelemahan demand. Hal seperti itu, kata Menkeu, layak dicermati. Alasannya, bila hal itu berlangsung terus, kondisi itu dapat menyebabkan resesi.

BACA JUGA:  Isu Kenaikan BBM Dibantah, Pemerintah Pastikan Harga Tetap

“Kalau resesinya datang lebih dulu tapi inflasinya belum turun, maka yang terjadi ekonominya adalah resesi tambah inflasi. Namanya stagflasi. Itu yang tidak diinginkan,” pungkas Menkeu.

Apa Itu Stagflasi?

Berita Terkait

Zarubezhneft Pastikan Lanjutkan Pengembangan Blok Tuna di Laut Natuna, Proyek Dimulai Juni 2026
Batam Tak Terbendung! Rp17,4 Triliun Mengalir dalam Tiga Bulan Pertama 2026, PMDN Melonjak 216 Persen
BP Batam Matangkan Proyek SWRO di Kabil dan Nongsa Digital Park, Air Laut Siap Disulap Jadi Penopang Industri
Investasi India di Batam Terus Melaju, Tembus Rp 258,6 Miliar
BI Catat Pertumbuhan 7,04 Persen: Ekonomi Kepri Tumbuh Tertinggi di Sumatera, Ditopang Industri dan Migas
Pertamax Turbo hingga Dex Naik, Ini Daftar Harga BBM Terbaru
Koreksi Ekspor Batam Awal 2026, BP Batam Siapkan Respons Terarah
Amsakar Gandeng Bank Sumut, Perluas Pembiayaan UMKM di Batam

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:39 WIB

Zarubezhneft Pastikan Lanjutkan Pengembangan Blok Tuna di Laut Natuna, Proyek Dimulai Juni 2026

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:29 WIB

Batam Tak Terbendung! Rp17,4 Triliun Mengalir dalam Tiga Bulan Pertama 2026, PMDN Melonjak 216 Persen

Minggu, 10 Mei 2026 - 08:43 WIB

BP Batam Matangkan Proyek SWRO di Kabil dan Nongsa Digital Park, Air Laut Siap Disulap Jadi Penopang Industri

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:56 WIB

Investasi India di Batam Terus Melaju, Tembus Rp 258,6 Miliar

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:58 WIB

BI Catat Pertumbuhan 7,04 Persen: Ekonomi Kepri Tumbuh Tertinggi di Sumatera, Ditopang Industri dan Migas

Berita Terbaru