INIKEPRI.COM – Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), Menteri Agama Nasaruddin Umar justru melihat pesantren akan semakin diminati masyarakat.
Menurutnya, ketika teknologi mampu menyajikan ilmu pengetahuan secara instan, kebutuhan akan pendidikan yang menanamkan akhlak, spiritualitas, dan karakter justru akan semakin besar.
“Pesantren itu akan menjadi sekolah masa depan yang paling diminati orang, apalagi Artificial Intelligence sekarang ini semakin canggih,” ujar Nasaruddin Umar saat membuka Halaqah Nasional V Pimpinan Pondok Pesantren se-Indonesia di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Menag menjelaskan, AI memiliki kemampuan luar biasa dalam mentransfer pengetahuan. Namun, teknologi tersebut tidak memiliki kemampuan untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan.
“AI bisa melakukan transfer of knowledge, tetapi tidak akan pernah mampu melakukan transfer of value,” katanya.
Menurut Nasaruddin, kekuatan utama pesantren terletak pada hubungan langsung antara santri dan kiai, di mana keteladanan, pembentukan akhlak, serta penguatan spiritual menjadi bagian yang tidak bisa digantikan mesin.
Ia mengingatkan agar pesantren tidak merasa inferior di tengah modernisasi pendidikan. Justru, tradisi pesantren memiliki keunggulan karena memadukan kecerdasan intelektual dengan kedalaman batin.
“Jangan sampai kita terjebak menyamakan institusi kita dengan sekolah umum yang gersang akan spiritualitas. Kekuatan kita ada pada keseimbangan intelektual dan batin,” tegasnya.
Menag juga menilai tradisi pesantren mengajarkan manusia untuk hidup selaras dengan alam dan kehidupan, bukan sekadar memaksakan ilmu pengetahuan secara mekanis.
Melalui Halaqah Nasional V ini, ia berharap lahir rekomendasi dan peta jalan strategis yang semakin memperkuat posisi pesantren sebagai benteng moral bangsa.
Di saat teknologi terus berkembang dan peran manusia menghadapi tantangan baru, pesantren diyakini tetap memiliki tempat istimewa: bukan hanya mencetak orang pintar, tetapi juga membentuk pribadi berakhlak dan berkarakter.
Penulis : RBP
Editor : IZ

















