Pada tahun 1511 Malaka jatuh ke tangan Portugis, saat itu Sultan Mansur Syah yang memerintah mencegah keturunan raja-raja untuk tinggal di Malaka dan mendirikan kerajaan-kerajaan kecil, kemudian muncul kerajaan Indrasakti, Indrapura, Indragiri dan Indrapuri.
Sedangkan orang Malaka banyak yang hidup tersebar di pulau-pulau di Kepulauan Riau, termasuk Pulau Karimun.
BACA JUGA :
Berencana ke Karimun? Jangan Lupa Mampir ke Destinasi Wisata Berikut Ini
Sejak jatuhnya Malaka dan digantikan perannya oleh Kerajaan Johor, Karimun dijadikan basis kekuatan angkatan laut untuk melawan Portugis sejak masa Sultan Mahmud Syah I (1518-1521) hingga Sultan Ala Jala Abdul Jalil Ri’ayat Syah.
Pada periode 1722-1784 Karimun berada di bawah kekuasaan Kerajaan Riau-Lingga, dimana pada saat itu wilayah Karimun khususnya Kundur dikenal sebagai penghasil tambang dan penghasil tambang seperti, timah, granit, dll. Karimun menjadi kawasan komersial dan naik ke kejayaan pada masa pemerintahan Raja Ali Haji.
BACA JUGA :
Beberapa Kuliner Khas dari Karimun, Salah Satu Kabupaten di Kepulauan Riau
Jauh sebelum ditandatanganinya Treaty of London, Kerajaan Riau Lingga dan Kerajaan Melayu telah melebur menjadi satu menjadi lebih kuat dengan wilayah meliputi Kepulauan Riau, Johor dan Malaka di Malaysia, Singapura dan sebagian kecil distrik Indragiri Hilir.
Sepeninggal Sultan Riau pada tahun 1911, pemerintah Hindia Belanda menetapkan kepangeranannya sebagai District Thoarden untuk wilayah yang luas dan Onder District Thoarden untuk wilayah yang kecil.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















