Agar Penyengat Lebih Memikat, Gubernur Ansar Temui Kepala Bappenas RI

- Publisher

Jumat, 25 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas RI Suharso Monoarfa. Foto: Diskominfo Kepri

Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas RI Suharso Monoarfa. Foto: Diskominfo Kepri

INIKEPRI.COM – Pengembangan kawasan Pulau Penyengat dengan tujuan agar lebih memikat para wisatawan untuk datang ke pulau bersejarah tersebut sudah menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Kepri dibawah kepemimpinan Gubernur Ansar Ahmad. Melanjutkan apa yang sudah dilakukan di tahun 2023 ini, Pemerintah Provinsi Kepri akan melanjutkan pengembangan disana di 2024 agar keindahan di tersebut terlihat merata tanpa mengurangi nilai-nilai sejarah dan budaya yang ada.BAPP

Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad bertemu langsung dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas RI Suharso Monoarfa di Jakarta, Kamis 24 Agustus 2023 untuk menyampaikan hajat terkait rencana tersebut. Dalam pertemuan tersebut Ansar menjelaskan singkat sejarah Pulau Penyenat dan menjelaskan kondisi pulau yang pernah dijadikan ‘mas kawin’ oleh Sultan Mahmud Syah III kepada Engku Putri itu saat ini. Kemudian Ansar menjelaskan rencana pengembangannya.

BACA JUGA:  Ansar Membaur Bersama Masarakat Rantau Asal Minang di Kota Batam

BACA JUGA :

Rumah-Rumah Warga di Pulau Penyengat Sudah Tersambung SWRO, Alirannya 2.5 Liter Per Detik

Menparekraf Resmikan Pulau Penyengat Masuk Dalam Daftar 75 Desa Wisata Terbaik Indonesia

Pulau Penyengat memiliki jejak sejarah peradaban Kerajaan Melayu dan nilai historis yang tinggi, dan dari Pulau Penyengat lah asal muasal bahasa Indonesia. Dengan warisan budaya dan nilai sejarahnya ini, pulau tersebut menjadi destinasi wisata unggulan bagi para wisatawan.

“Kita baru aja bertemu Kepala Bappenas untuk mengajukan anggaran di 2024 terkait penataan Pulau Penyengat. Beberapa yang kita ajukan untuk di tata seperti Balai Adat, lanjutan Penataan Jalan Lingkar dan Pembangunan Monumen Bahasa Nasional,” kata Ansar, Jumat (25/8).

Dijelaskan Ansar, untuk monumen, proposal yang diajukan oleh Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Provinsi Kepri bernama Monumen Bahasa Melayu. Namun Kepala Bappenas RI meminta agar namanya diubah menjadi Monumen Bahasa Nasional.

BACA JUGA:  Menparekraf Resmikan Pulau Penyengat Masuk Dalam Daftar 75 Desa Wisata Terbaik Indonesia

“Dengan permintaan perubahan nama tersebut, artinya rencana penataan Pulau Penyengat ini mendapat respon positif dari Pemerintah Pusat di tahun 2024,” kata Ansar.

Adapun proposal yang diajukan oleh Pemerintah Provinsi Kepri kepada Pemerintah Pusat terkait Usulan Pengembangan Infrastruktur dan Prasarana Sarana Pulau Penyengat sudah diajukan tertanggal 22 Agustus 2023 dengan nomor 6/791/DPKP-SET/2023 yang ditujukan kepada Wakil Presiden Republik Indonesia. Dengan tembusan kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri PUPR RI dan Wakil Ketua Komisi V DPR RI.

Tujuan penataan Pulau Penyengat sendiri adalah untuk menjadikan Pulau Penyengat sebagai kawasan permukiman lebih representatif dengan melakukan peningkatan dan penataan prasarana, sarana dan utilitas umum. Dengan harapan bisa mewujudkan Pulau Penyengat sebagai kawasan objek wisata multifungsi seperti kawasan wisata religi, kawasan wisata heritage, kawasan wisata zero carbon dan kawasan wisata menulis. Selain itu
membuat kawasan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar Pulau Penyengat sebagai tempat berbisnis dan berbelanja agar dapat meningkatkan taraf ekonomi di daerah tersebut.

BACA JUGA:  Ansar : Menaker RI Bantu Kelengkapan Peralatan BLK Karimun

Estimasi anggaran yang diperlukan untuk melakukan penataan lanjutan Pulau Penyengat di 2024 yang diajukan oleh Pemerimntah Provinsi Kepri kepada Pemerintah Pusat adalah sebesar Rp93,621 miliar. dengan rincian sebesar Rp35 miliar untuk rehabilitasi kawasan balai adat, Rp33,121 miliar untuk peningkatan jalan lingkar sepanjang sekitar 3.669 meter dan Rp25,5 miliar untuk pembangunan Monuman Bahasa Nasional. (RBP)

Berita Terkait

Siswa SMAN 1 Lingga Tembus Final Olimpiade Siswa Buddhis Nasional 2026
Amsakar Minta Camat dan Lurah Rajin Turun ke Lapangan, Persoalan Warga Harus Cepat Ditangani
Pemko dan DPRD Batam Sepakati Pansus Dua Ranperda, Ketertiban Umum Jadi Sorotan
Cuaca Kepri Sabtu Ini: Batam Berpotensi Hujan, Natuna dan Anambas Waspada Cuaca Ekstrem
Sembilan Dapur SPPG 3T di Natuna Diresmikan, Operasional Masih Menunggu Anggaran
Ribuan Botol Miras Diduga Masuk dari Singapura, Polisi Telusuri Jalur ke Batam
BP Batam Perbaiki Jalan Gajah Mada Jalur Sei Ladi: Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Mulai 18 Oktober 2026
BP Batam Ajak Masyarakat Waspada terhadap Dampak Kabut Asap

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Siswa SMAN 1 Lingga Tembus Final Olimpiade Siswa Buddhis Nasional 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Amsakar Minta Camat dan Lurah Rajin Turun ke Lapangan, Persoalan Warga Harus Cepat Ditangani

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Cuaca Kepri Sabtu Ini: Batam Berpotensi Hujan, Natuna dan Anambas Waspada Cuaca Ekstrem

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Sembilan Dapur SPPG 3T di Natuna Diresmikan, Operasional Masih Menunggu Anggaran

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Ribuan Botol Miras Diduga Masuk dari Singapura, Polisi Telusuri Jalur ke Batam

Berita Terbaru