PLN Batam Tegaskan Isu Listrik Padam 3 Hari Hoaks, Warga Diminta Cek Informasi Resmi

- Publisher

Rabu, 14 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor PLN Batam. Foto: Istimewa

Kantor PLN Batam. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – PT PLN Batam membantah informasi yang beredar di media sosial mengenai pemadaman listrik terencana selama tiga hari berturut-turut, yakni 12–14 Oktober 2026. Informasi yang menyebutkan listrik hanya menyala selama enam jam dan pasokan berasal dari PLTD Tanjungpinang itu ditegaskan tidak benar atau hoaks.

Klarifikasi tersebut disampaikan Manager Komunikasi PLN Batam, Yoga Perdana Sulastama, menanggapi beredarnya gambar pengumuman pemadaman listrik terencana serta pesan berantai yang ramai dibagikan masyarakat pada Senin (12/10/2026) sore hingga malam.

Dalam keterangannya di Batam, Selasa (13/10/2026), Yoga menegaskan PLN Batam tidak pernah mengeluarkan pengumuman mengenai pemadaman terencana selama tiga hari maupun pembatasan waktu penggunaan listrik hanya enam jam sebagaimana yang dinarasikan dalam informasi tersebut.

Beredarnya informasi itu terjadi ketika masyarakat masih menghadapi dampak gangguan kelistrikan yang melanda Batam dan Bintan. Situasi tersebut membuat kejelasan informasi menjadi penting agar masyarakat dapat membedakan pengumuman resmi dari kabar yang tidak memiliki dasar.

BACA JUGA:  PLN Batam Tambah Tiga Titik SPKLU Ultra Fast Charging, Isi Daya Mobil Listrik Kini Makin Ngebut

Isu Kabel Bawah Laut Juga Dibantah

Selain kabar pemadaman selama tiga hari, PLN Batam turut meluruskan informasi mengenai gangguan layanan internet yang disebut-sebut berkaitan dengan kerusakan kabel bawah laut Singapura–Batam.

Yoga menegaskan informasi mengenai gangguan internet tersebut tidak berkaitan dengan gangguan maupun proses pemulihan sistem kelistrikan PLN Batam.

Klarifikasi ini menjadi penting agar berbagai persoalan yang beredar di media sosial tidak dicampuradukkan tanpa bukti yang jelas. Informasi mengenai penyebab gangguan listrik maupun kondisi jaringan telekomunikasi perlu merujuk pada keterangan pihak berwenang dan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Di tengah situasi yang membutuhkan pemulihan dan kepastian layanan, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi berpotensi menambah keresahan masyarakat.

BACA JUGA:  [HOAKS atau FAKTA] Pesepeda Meninggal Kekurangan Oksigen karena Pakai Masker

PLN Minta Masyarakat Mengakses Kanal Resmi

PLN Batam mengimbau masyarakat dan pelanggan untuk memantau perkembangan informasi melalui kanal komunikasi resmi perusahaan.

Masyarakat dapat memperoleh informasi melalui Instagram @ptplnbatam, Facebook PT PLN Batam, Contact Center (0778) 5702 123, serta aplikasi Bright by PLN Batam.

Yoga juga mengingatkan masyarakat agar memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.

Imbauan tersebut menjadi relevan di tengah derasnya arus informasi digital, ketika sebuah gambar atau pesan berantai dapat menyebar luas meskipun tidak berasal dari sumber resmi.

Karena itu, masyarakat diharapkan tidak langsung mempercayai pengumuman yang tidak jelas asal-usulnya, terlebih jika informasi tersebut memuat klaim mengenai pemadaman massal, pembatasan pasokan listrik, atau gangguan infrastruktur.

Pemulihan Listrik Harus Diikuti Informasi yang Transparan

Peristiwa blackout Batam–Bintan menunjukkan pentingnya komunikasi publik yang jelas ketika terjadi gangguan terhadap layanan dasar. Masyarakat membutuhkan informasi yang akurat mengenai kondisi pasokan listrik, perkembangan penanganan, dan langkah-langkah yang sedang dilakukan oleh pihak terkait.

BACA JUGA:  Petugas Temukan Potongan Daging dan Kulit Manusia Korban Sriwijaya Air di Laut, Ini Faktanya

Klarifikasi terhadap hoaks perlu berjalan seiring dengan penyampaian informasi resmi mengenai perkembangan pemulihan dan hasil investigasi penyebab gangguan, setelah tersedia hasil pemeriksaan yang memadai.

 

Dengan informasi yang terbuka dan dapat diverifikasi, masyarakat dapat mengikuti perkembangan situasi tanpa harus bergantung pada pesan berantai yang kebenarannya belum dipastikan.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diimbau tetap tenang, menggunakan kanal resmi sebagai rujukan, serta tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi.

Kepastian informasi menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik, terutama ketika layanan kelistrikan yang menopang aktivitas rumah tangga, usaha, dan pelayanan masyarakat mengalami gangguan.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

[HOAKS] Program Makan Bergizi Gratis Diubah Jadi Uang Tunai Rp300.000 per Bulan
Hoaks Pinjaman BRI Rp5 Juta–Rp500 Juta Tanpa Survei Beredar di Medsos
[Hoaks] Klaim Indonesia Menembakkan Rudal ke Malaysia Ternyata Rekaman Gim
[CEK FAKTA] Klaim Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan 50 Persen Tidak Benar
Cek Fakta: Hoaks! Negara Tidak Akan Melunasi Hutang Bank di Bawah Rp5 Juta
Hoaks! Tidak Ada Pendaftaran Program Penghapusan Tunggakan BPJS Kesehatan
HOAKS: Kopdes Merah Putih Tidak Menyediakan Layanan Pinjaman Online
Hoaks: Menteri Agama Bagikan Bantuan Dana Hibah Ratusan Juta ke Masyarakat

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:55 WIB

PLN Batam Tegaskan Isu Listrik Padam 3 Hari Hoaks, Warga Diminta Cek Informasi Resmi

Kamis, 29 Januari 2026 - 09:36 WIB

[HOAKS] Program Makan Bergizi Gratis Diubah Jadi Uang Tunai Rp300.000 per Bulan

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:30 WIB

Hoaks Pinjaman BRI Rp5 Juta–Rp500 Juta Tanpa Survei Beredar di Medsos

Kamis, 11 Desember 2025 - 07:10 WIB

[Hoaks] Klaim Indonesia Menembakkan Rudal ke Malaysia Ternyata Rekaman Gim

Minggu, 7 Desember 2025 - 15:45 WIB

[CEK FAKTA] Klaim Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan 50 Persen Tidak Benar

Berita Terbaru