INIKEPRI.COM – Hari kedua pasar murah yang diadakan Pemko Tanjungpinang bersama Pemprov Kepri, dan instansi terkait lainnya di jalan Bandara masih ramai didatangi warga Tanjungpinang.
Bagaimana tidak, menjelang Ramadhan harga sejumlah komoditas pangan di Tanjungpinang terjadi kenaikan yang dirasa memberatkan.
Warga berburu cabai merah keriting, minyak goreng hingga beras bulog merek SPHP karena dijual dengan harga yang relatif rendah dari harga yang dijual oleh pedagang di pasar tradisional.
BACA JUGA:
Pimpin Rakor Persiapan, Pemko Tanjungpinang Siapkan Lokasi Event Kampung Ramadhan
Salah seorang warga, Memei, mengaku sangat senang dengan pasar murah yang diadakan pemerintah itu, setidaknya ia bisa menghemat belanjaan dan bisa membeli kebutuhan dapur lainnya.
“Terimakasih Pemko Tanjungpinang, lebih sering aja mengadakan pasar murah ini agar masyarakat terbantu,” ujar Memei, Minggu (3/3).
Memei mengatakan bahkan ia sengaja datang dua kali ke pasar murah itu untuk membeli minyak goreng untuk kebutuhan Ramadhan.
“Semalam itu saya cuma dapat 1 kantong minyak goreng makanya sekarang datang lagi, lumayan 2 kilo cuma Rp25 ribu,” ujarnya.
Sementara itu kepala Bulog Tanjungpinang, Arif, mengatakan antusias masyarakat untuk membeli beras SPHP sangat tinggi, sehingga pihaknya membatasi pembelian hanya dua kantong dengan kapasitas 5 Kg per orang.
“Wah antusias masyarakat sangat tinggi, cuma 1 jam sudah habis terjual 2 ton,” kata Arif.
Saat pasar murah itu, kata Arif pihaknya membawa 4 ton per harinya. Sehingga dalam dua hari kegiatan akan menghabiskan 8 ton beras merek SPHP.
“Masyarakat suka karena harganya juga jauh dibawah HET, kita jual Rp53 ribu, kalau di toko sekitar Rp57 ribu,” tambahnya.
Sementara itu, Asisten I Pemko Tanjungpinang, Bambang Hartanto, mengatakan melalui pasar murah itu beberapa komoditas yang sedang naik di pasaran, sekarang dijual dengan harga yang cukup terjangkau.
“Contohnya cabai, di sini masyarakat bisa beli dengan harga Rp70 ribu saja,” ujar Bambang.
Cabai itu didatangkan oleh BUMD Kepri dari Sulawesi dengan ongkos yang disubsidi oleh badan pangan nasional.
“Alhamdulillah intervensi yang kita lakukan hari ini dapat membantu masyarakat,” ujarnya. (DI)

















