INIKEPRI.COM – Menjelang Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, umat Islam mulai mempersiapkan diri untuk melaksanakan ibadah kurban, yang merupakan salah satu amalan sunnah muakkad.
Tak sedikit masyarakat yang sudah mulai membeli hewan kurban dan menitipkannya di kandang penjual, peternak, atau bahkan memeliharanya sendiri.
Sebagai bentuk kesiapan dan memastikan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban sesuai dengan syariat Islam, Dewan Pimpinan Wilayah Juru Sembelih Halal (JULEHA) Kepulauan Riau menggelar pelatihan juru sembelih halal di Kantor Camat Kecamatan Tanjungpinang Timur pada Sabtu (24/5).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, Erizal. Dalam kesempatan ini, Erizal menekankan pentingnya pelatihan agar para juru sembelih memahami dan melaksanakan tugasnya sesuai aturan agama.
“Pelatihan ini menjadi momentum penting untuk memberikan pembekalan baik secara materi maupun teknis kepada para juru sembelih, apalagi kita sudah mendekati Hari Raya Iduladha. Semoga ilmu yang diperoleh bisa ditularkan kepada yang lain,” ungkapnya.
JULEHA merupakan organisasi yang membina dan melatih para juru sembelih agar memahami tata cara penyembelihan hewan secara halal, tidak hanya untuk hewan kurban seperti sapi dan kambing, tetapi juga unggas dan sejenisnya. Pelatihan ini sangat diperlukan, mengingat kesalahan dalam penyembelihan seperti tidak menyebut nama Allah atau menyembelih dengan cara yang menyiksa, bisa menyebabkan daging hewan tersebut menjadi tidak halal.
Materi pelatihan mencakup berbagai aspek, mulai dari cara menajamkan pisau, urat mana saja yang wajib diputus saat menyembelih, hingga jumlah gesekan pisau yang ideal agar proses pemotongan berlangsung cepat dan hewan tidak tersiksa.
“Peserta diajarkan tata cara menumbangkan hewan kurban secara aman, mengingat di beberapa daerah pernah terjadi insiden juru sembelih terluka bahkan meninggal dunia akibat terjangan hewan kurban,” jelasnya.
Selain itu, pelatihan ini juga menghadirkan dokter hewan untuk memastikan kesehatan hewan yang akan dikurbankan, sesuai prinsip halalan thayyiban.
“Peserta juga mendapatkan trik khusus agar daging kurban tetap berkualitas, tidak berbau, dan tetap layak konsumsi setelah penyembelihan”, tutup Erizal.
Dengan pelatihan ini, diharapkan para juru sembelih di Tanjungpinang semakin siap dan profesional dalam melaksanakan tugasnya, sehingga ibadah kurban dapat terlaksana secara syar’i, aman, dan memberikan manfaat yang maksimal bagi umat.
Penulis : DI
Editor : IZ

















