Anwar Anas Soroti Lapas Batam: “Bukan Tempat Bangun Kerajaan Kriminal”

- Publisher

Senin, 14 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anwar Anas, anggota DPRD Kota Batam. Foto: Istimewa

Anwar Anas, anggota DPRD Kota Batam. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Anggota DPRD Kota Batam dari Fraksi Gerindra, Anwar Anas, angkat bicara terkait penggerebekan narkoba di Lapas Kelas IIA Batam yang mengamankan delapan narapidana serta menangguhkan seorang petugas karena dugaan keterlibatan dalam penyelundupan barang terlarang.

Dalam pernyataan resminya, Anwar menilai kejadian ini bukan hanya pelanggaran hukum, tapi juga cerminan retaknya sistem pengawasan di dalam lembaga pemasyarakatan.

“Jeruji penjara seharusnya jadi batas akhir bagi kejahatan. Tapi kalau justru di balik jeruji itu kejahatan tumbuh subur, maka ini bukan lagi kesalahan napi, tapi kegagalan sistemik,” tegas Anwar, Senin (14/7).

BACA JUGA:  Anwar Anas: Rakyat Tak Boleh Kalah dari Mafia Lahan!

Anwar mendesak Kementerian Hukum dan HAM, Kantor Wilayah, serta pihak Lapas Batam untuk melakukan evaluasi menyeluruh, bukan hanya terhadap napi yang tertangkap, tetapi juga seluruh jalur pengawasan, distribusi logistik, hingga keterlibatan oknum petugas.

“Penjara bukan tempat untuk membangun kerajaan kriminal baru. Jika ponsel dan sabu bisa masuk ke dalam, pertanyaannya: siapa yang membuka pintu itu? Jangan sampai publik terus dibodohi oleh razia simbolik tapi akarnya tidak disentuh,” ujarnya.

Politisi yang juga dikenal aktif mengadvokasi isu-isu hukum dan sosial ini menambahkan, razia hanya akan menjadi rutinitas pencitraan jika tidak diiringi reformasi sistemik dalam pengelolaan lapas. Ia juga mendorong penggunaan teknologi pengawasan digital, audit eksternal berkala, serta pemberdayaan masyarakat sipil untuk ikut mengawasi.

BACA JUGA:  Anwar Anas Desak Penegakan Hukum Tegas dalam Kasus Penganiayaan ART Asal Sumba

“Kita tidak bisa terus menutup mata. Di balik tembok tinggi itu, masih ada kehidupan – dan jika kita membiarkannya tanpa kontrol, maka negara sedang mencetak generasi kriminal dalam sistemnya sendiri.”

Anwar juga menyebut bahwa Batam sebagai kota perbatasan dan kawasan strategis nasional tidak boleh membiarkan celah kejahatan tumbuh di institusi negara sendiri.

“Lapas bukan tempat aman untuk berbisnis narkoba. Ini harus jadi peringatan keras bagi semua pihak. Jika tidak dibenahi dari dalam, maka kepercayaan publik terhadap lembaga hukum akan runtuh,” pungkasnya.

Sebelumnya, penggerebekan mendadak di Lapas Kelas IIA Batam menemukan sejumlah paket sabu dan ponsel ilegal. Delapan narapidana telah diamankan dan satu petugas ditangguhkan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Perbaikan Jalan Depan Hotel Vista Dilakukan Menyeluruh, BP Batam Imbau Pengendara Berhati-Hati
BP Batam Dorong Sinergi Lintas Paguyuban untuk Dukung Pembangunan Batam
Kapal Buku Doulos Hope Singgah di Batam, Buka Jendela Pengetahuan bagi Wisatawan
Rute Baru Batam–Penang Buka Peluang Ekonomi Lintas Negara
Prakiraan Cuaca Batam Selasa, 20 Oktober 2026: 9 Kecamatan Berpotensi Hujan Petir
MaxOne Batam Hadirkan Promo Free Flow Beer Sepanjang Oktober, Nikmati Prost dan Singaraja Selama Dua Jam
Diduga Ancam Pengusaha dengan Pemberitaan Negatif, Yusril Koto Diamankan Polisi
PLN Batam Ungkap Kronologi Blackout Batam-Bintan, Ini Empat Temuan Evaluasi

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Perbaikan Jalan Depan Hotel Vista Dilakukan Menyeluruh, BP Batam Imbau Pengendara Berhati-Hati

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:39 WIB

BP Batam Dorong Sinergi Lintas Paguyuban untuk Dukung Pembangunan Batam

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:26 WIB

Kapal Buku Doulos Hope Singgah di Batam, Buka Jendela Pengetahuan bagi Wisatawan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:12 WIB

Rute Baru Batam–Penang Buka Peluang Ekonomi Lintas Negara

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:16 WIB

MaxOne Batam Hadirkan Promo Free Flow Beer Sepanjang Oktober, Nikmati Prost dan Singaraja Selama Dua Jam

Berita Terbaru