Aksi Demo Berubah Jadi Forum Solutif, Amsakar: “Saya Seperti Balik ke Masa Kuliah”

- Publisher

Kamis, 28 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Batam Amsakar Achmad saat menerima mahasiswa yang berdemo. Foto: INIKEPRI.COM

Wali Kota Batam Amsakar Achmad saat menerima mahasiswa yang berdemo. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Aksi unjuk rasa Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan Daerah Kepri, Wilayah Sumbagut, Rabu (27/8), berubah menjadi forum dialog yang cair, jauh dari kesan tegang.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, langsung menerima mereka di Kantor DPRD Kota Batam, tak lama setelah rapat paripurna.

Alih-alih penuh intrik, pertemuan itu justru penuh gagasan. Kritik mahasiswa disampaikan lugas, disertai saran solutif. Koordinator BEM SI Kerakyatan Wilayah Sumbagut, Muryadi Aguspriawan, menegaskan bahwa unjuk rasa kali ini bukan sekadar menggugat, melainkan bentuk kepedulian.

“Kami sampaikan kritik yang keras ini bukan berarti membenci, tapi ini bentuk kecintaan kami mahasiswa pada daerah ini,” tegas Muryadi, yang juga Ketua BEM Universitas Riau Kepulauan (Unrika) Batam.

Empat poin utama disodorkan: penertiban truk ugal-ugalan, penyelesaian persoalan sampah, penanganan banjir, dan regulasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tepat sasaran.

BACA JUGA:  Semarak Dua Malam Puncak HUT ke-80 RI, Wali Kota Amsakar Hadiri Perayaan Warga Batam

Amsakar menyambutnya dengan senyum. Ia bahkan mengaku merasa seolah kembali ke masa kuliah.

“Saya merasa seperti kembali ke masa kuliah. Aspirasi mereka kritis namun solutif. Tidak ada kota besar yang steril dari masalah, tapi yang penting ada komitmen bersama untuk menyelesaikannya,” kata Amsakar.

Dialog makin mengalir ketika isu sampah dikupas. Menurut Amsakar, Batam dengan 1,3 juta penduduk menghasilkan rata-rata 1 kilogram sampah per orang per hari. Jumlah yang fantastis. Karena itu, penyelesaian masalah sampah tak bisa hanya di hilir.

“Harus dimulai dari hulu, dari rumah tangga. Kami berharap mahasiswa ikut membantu menyosialisasikan kesadaran ini,” ujarnya.

Ia menegaskan Pemko sudah menambah 14 armada pengangkut, 40 bin kontainer, buldozer, dan tahun depan membangun UPT pengelolaan sampah serta tiga insinerator. Gotong royong massal pun akan dihidupkan kembali.

BACA JUGA:  Wakil Wali Kota Batam Tekankan Makanan MBG Harus Bersih, Bervariasi, dan Bernutrisi

Masalah banjir pun jadi sorotan. Ada 105 titik rawan banjir di Batam. Amsakar mengurai sebabnya: alih fungsi lahan, pelebaran jalan tanpa drainase. Masterplan sudah disusun, sistem pompa dibangun di Jodoh, tahun depan menyusul di lokasi lain, termasuk jembatan Orchard.

Program MBG juga dibela Amsakar. Menurutnya, ini amanah Presiden, sekaligus mendukung ekonomi petani lokal.

“Koperasi Merah Putih akan dibentuk sebagai penyangga distribusi. Jika ada indikasi kapitalisasi, silakan laporkan. Pasti kita tindak tegas,” tegasnya.

Masukan mahasiswa makin beragam: dari pengurangan plastik dalam kegiatan pemerintah, penanganan sampah di pulau penyangga, hingga akses transportasi bagi guru di hinterland.

BACA JUGA:  Mesin Tempel Milik Warga Belakangpadang Keluarkan Asap Hitam, Ini Penjelasan APMS Sekilak

Seorang mahasiswi, Nurainun, bahkan mengingatkan potensi pencemaran laut jika sampah tak ditangani serius.

“Kami takut ini akan mencemari laut kita. Salah satu solusi yang kami tawarkan yakni program bakar sampah minim asap,” katanya.

Bagi Amsakar, dialog ini lebih dari sekadar menampung aspirasi. Ia menyebut semua masukan harus jadi bahan evaluasi konkret bagi Pemko Batam.

“Masukan yang konstruktif dari mahasiswa bagi pembangunan Batam, bisa kita kolaborasikan,” pungkasnya.

Dialog ini juga dihadiri Anggota DPRD Kota Batam Yunus Muda, Rudi, Adnan Adhan, Plt. Sekda Kota Batam Firmansyah, Asisten Pemerintahan Yusfa Hendri, Kepala Dinas Perhubungan Leo Putra, Kadis Pendidikan Hendri Arulan, Kasat Satpol PP Kota Batam Imam Tohari dan pihak-pihak terkait.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Li Claudia Sambut Delegasi Pertahanan 19 Negara, Batam Tunjukkan Posisi Strategis di Kawasan
Cen Sui Lan Sambut Jamaah Haji Natuna di Asrama Haji Batam, Pemkab Siapkan Penyambutan di Ranai
Natuna Kembali Raih Opini WTP 2025, Cen Sui Lan: Hasil Kerja Keras Kita Bersama
Cuaca Batam 4 Juni 2026, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi Pagi hingga Dini Hari
Respons BP Batam Soal Air Keruh di Tiban: ABHi Lakukan Penanganan dan Flushing Bertahap Pasca Pekerjaan Interkoneksi Pipa Transmisi Ladi
Volume Peti Kemas Direct Call Tembus 58 Ribu TEUs, TPK Batu Ampar Kian Kokoh sebagai Gerbang Logistik Internasional
Belum Punya KIA? Pemko Batam Pastikan Tetap Bisa Daftar SPMB 2026
Kunjungan Wisman ke Kepri Tembus 147 Ribu, Didominasi Turis Singapura dan Malaysia

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 07:29 WIB

Li Claudia Sambut Delegasi Pertahanan 19 Negara, Batam Tunjukkan Posisi Strategis di Kawasan

Kamis, 4 Juni 2026 - 07:23 WIB

Cen Sui Lan Sambut Jamaah Haji Natuna di Asrama Haji Batam, Pemkab Siapkan Penyambutan di Ranai

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:55 WIB

Cuaca Batam 4 Juni 2026, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi Pagi hingga Dini Hari

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:00 WIB

Respons BP Batam Soal Air Keruh di Tiban: ABHi Lakukan Penanganan dan Flushing Bertahap Pasca Pekerjaan Interkoneksi Pipa Transmisi Ladi

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:36 WIB

Volume Peti Kemas Direct Call Tembus 58 Ribu TEUs, TPK Batu Ampar Kian Kokoh sebagai Gerbang Logistik Internasional

Berita Terbaru