DPD RI Pastikan RUU Daerah Kepulauan Masuk Prolegnas Prioritas 2025, Gubernur Kepri Desak Segera Disahkan

- Publisher

Senin, 22 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belakang Padang. Foto: Istimewa

Belakang Padang. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Harapan masyarakat kepulauan untuk memiliki payung hukum yang lebih adil kembali menemukan titik terang.

Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) memastikan Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan kembali masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2025.

Kepastian itu disampaikan Ketua BULD DPD RI, Stefanus Ban Liaw, usai mengikuti rapat evaluasi Prolegnas antara Pemerintah dan DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (18/9/2025).

“DPD, pada prinsipnya tetap konsisten mendorong RUU Daerah Kepulauan segera disahkan,” ujar Stefanus di Tanjungpinang, Minggu (21/9/2025).

BACA JUGA:  KSAL Targetkan Markas Koarmada I Sudah Pindah ke Kepri pada 5 Desember

Meski demikian, Stefanus mengakui belum dapat memastikan kapan RUU tersebut akan benar-benar disahkan menjadi undang-undang.
“Kalau pembahasan di DPD sudah final, tinggal kesepakatan bersama DPR dan Pemerintah,” jelasnya.

Gubernur Kepri: Mendesak untuk Disahkan

Dari sisi daerah, Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menegaskan RUU Daerah Kepulauan sudah lama diajukan, namun hingga kini belum juga disahkan. Ia berharap, momentum masuknya RUU ini ke Prolegnas Prioritas 2025 benar-benar ditindaklanjuti agar dapat menjadi undang-undang.

BACA JUGA:  Cuaca Kepri Hari Ini: Waspadai Hujan dan Angin Kencang di Natuna-Anambas

Menurut Ansar, penetapan RUU Daerah Kepulauan sangat mendesak karena akan berdampak langsung pada percepatan pembangunan, khususnya di provinsi dengan karakteristik 96 persen lautan dan hanya 4 persen daratan.

“Selama ini pembangunan di daerah kepulauan belum bisa optimal, karena perhitungan dana alokasi umum dan dana alokasi daerah masih mengacu pada luas daratan. Alhasil hal ini berpengaruh pada pembangunan daerah kepulauan itu sendiri,” jelas Ansar.

Ansar menambahkan, daerah kepulauan seperti Kepri memiliki karakteristik yang jauh berbeda dengan daerah kontinental. Karena itu, diperlukan kebijakan afirmatif yang berpihak pada wilayah kepulauan.

BACA JUGA:  Korsel Berminat Danai Jembatan Batam-Bintan

“Kita daerah kepulauan terus meminta kewenangan sumber daya alam di laut mulai dari 0–12 mil dikelola penuh provinsi kepulauan. Berikutnya memberikan alokasi-alokasi dana khusus kepulauan 3–5 persen dari APBN di luar alokasi dana pagu dan transfer umum,” tegasnya.

Menurut Ansar, percepatan pembangunan bisa dilakukan dengan mengoptimalkan potensi sumber daya alam di laut. Namun, keterbatasan kewenangan dan alokasi dana membuat daerah kepulauan tertinggal dari wilayah daratan.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

KPDN Berbagi Berkah, 20 Petugas Kebersihan Masjid Agung Natuna Terima Sembako dan Sagu Hati
Pastikan Kebutuhan Air Warga Tak Terganggu, Data Center Batam Bakal Bangun SWRO hingga 1.000 lt/s
Kajati Kepri Transiswara Adhi Tiba di Natuna, Disambut Bupati Cen Sui Lan dan Forkopimda
Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang, Investasi SDM Untuk Masa Depan Anak Hinterland
Aliran Air Kembali Lancar, Warga GMP Tahap 2 Sampaikan Apresiasi kepada BP Batam
96 Ribu Liter MinyaKita Tiba di Natuna, Cen Sui Lan Pastikan Harga Tak Melambung
Amsakar Luncurkan Tim Cakalang, Urus Administrasi BBM Nelayan Kini Jemput Bola
BMKG Gelar Sekolah Cuaca, Cen Sui Lan Dorong Nelayan Natuna Aman dan Mampu Bersaing

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 09:00 WIB

KPDN Berbagi Berkah, 20 Petugas Kebersihan Masjid Agung Natuna Terima Sembako dan Sagu Hati

Jumat, 25 September 2026 - 07:59 WIB

Pastikan Kebutuhan Air Warga Tak Terganggu, Data Center Batam Bakal Bangun SWRO hingga 1.000 lt/s

Jumat, 25 September 2026 - 07:44 WIB

Kajati Kepri Transiswara Adhi Tiba di Natuna, Disambut Bupati Cen Sui Lan dan Forkopimda

Jumat, 25 September 2026 - 06:03 WIB

Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang, Investasi SDM Untuk Masa Depan Anak Hinterland

Kamis, 24 September 2026 - 06:30 WIB

Aliran Air Kembali Lancar, Warga GMP Tahap 2 Sampaikan Apresiasi kepada BP Batam

Berita Terbaru