INIKEPRI.COM – Bupati Natuna, Cen Sui Lan, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna untuk memprioritaskan program bantuan sosial bagi kelompok rentan pada tahun 2027.
Penegasan tersebut disampaikannya saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kabupaten Natuna, Selasa (10/2/2026).
Menurut Cen Sui Lan, kelompok rentan yang menjadi sasaran utama bantuan sosial meliputi lanjut usia (lansia) berusia 65 tahun ke atas, janda, serta masyarakat miskin ekstrem.
Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat perlindungan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang paling terdampak secara ekonomi.
“Kelompok rentan menjadi perhatian utama kita. Pemerintah daerah ingin memastikan mereka tetap terlindungi dan mendapat dukungan yang layak,” ujar Cen Sui Lan.
Selain bantuan sosial, Pemkab Natuna juga menempatkan penguatan sektor pertanian, perikanan, dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai prioritas pembangunan daerah tahun 2027.
Di sektor pertanian, pemerintah daerah menyiapkan program bantuan bibit kelapa unggulan, cengkeh, kopi, tanaman pangan, serta hortikultura. Program tersebut dilengkapi dengan bantuan ayam petelur, pupuk, obat-obatan, serta sarana dan prasarana pendukung pertanian.
Sementara di sektor perikanan, bantuan diarahkan pada pengembangan budidaya rumput laut, penyediaan bibit ikan, serta dukungan sarana dan prasarana alat penangkapan ikan guna meningkatkan produktivitas nelayan lokal.
Adapun untuk sektor UMKM, Pemkab Natuna menyiapkan program pinjaman berbunga nol persen, pelatihan kewirausahaan, serta bantuan peralatan produksi sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan penciptaan lapangan kerja.
“Musrenbang ini bertujuan menghimpun masukan dan aspirasi seluruh pemangku kepentingan agar arah kebijakan pembangunan daerah benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Cen Sui Lan.
Ia juga menjelaskan bahwa perencanaan pembangunan Natuna tahun 2027 tidak terlepas dari dinamika kebijakan nasional. Tahun 2027 masih berada dalam masa transisi kebijakan fiskal nasional yang menekankan efisiensi, konsolidasi anggaran, pengendalian belanja, serta penyesuaian dana transfer ke daerah.
Kondisi tersebut, kata dia, menuntut pemerintah daerah untuk lebih adaptif dan inovatif dengan mengoptimalkan potensi unggulan daerah serta memanfaatkan berbagai program strategis nasional.
“Kita perlu memaksimalkan program seperti kampung nelayan, sekolah rakyat, koperasi desa, serta pembangunan infrastruktur pendukung lainnya agar pembangunan tetap berjalan dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” tutup Cen Sui Lan.
Penulis : IZ

















