INIKEPRI.COM – Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan komitmennya untuk terus bekerja maksimal mengatasi berbagai persoalan kota di tengah dinamika regulasi dan tantangan administratif. Ia mengaku bangga sekaligus terharu ketika program pemerintah mampu menjawab harapan masyarakat.
Memasuki tahun pertama kepemimpinan bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, Pemerintah Kota Batam dihadapkan pada perubahan regulasi pusat yang berlangsung cepat, termasuk terbitnya sejumlah Peraturan Pemerintah baru pada 2025 terkait perizinan berusaha dan pengelolaan kawasan perdagangan bebas.
Integrasi 1.460 Layanan Perizinan
Sebagai respons, Pemerintah Kota Batam melakukan koordinasi intensif dengan kementerian terkait guna mengintegrasikan 1.460 jenis layanan perizinan ke dalam Mal Pelayanan Publik Batam. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat layanan sekaligus memperkuat iklim investasi.
“Indikator makroekonomi ini sudah selaras dengan visi yang kami gagas. Kita berada di jalur yang tepat,” ujar Amsakar dalam dialog Program Batam Menyapa di Radio Republik Indonesia Batam.
Ekonomi Tumbuh, Investasi Lampaui Target
Hingga Triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,89 persen, meningkat dibanding tahun sebelumnya sebesar 6,6 persen.
Dari sisi investasi, realisasi melampaui target Rp60 triliun dengan capaian Rp69,3 triliun atau 115,5 persen.
Sektor pariwisata juga menunjukkan tren positif, dengan jumlah kunjungan wisatawan meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta orang sepanjang 2025.
Program Sosial dan Pendidikan Diperluas
Visi pembangunan kemudian diterjemahkan ke dalam 15 program prioritas yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat, di antaranya:
Pendidikan: Pembagian 105.670 set seragam gratis bagi siswa SD dan SMP serta penyediaan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi.
Kesehatan: Cakupan Universal Health Coverage (UHC) mencapai sekitar 98 persen, memungkinkan warga ber-KTP Batam memperoleh layanan kesehatan gratis.
Perlindungan Sosial: Bantuan tunai Rp300.000 per bulan bagi 4.000 lansia.
Ekonomi Kerakyatan: Pinjaman modal tanpa bunga hingga Rp20 juta dengan realisasi Rp1,3 miliar kepada 1.500 pelaku usaha.
Ketenagakerjaan: Penurunan angka pengangguran dari 7,68 persen menjadi 7,57 persen melalui 108 jenis pelatihan kerja yang diikuti ribuan peserta.
Tiga Isu Prioritas Masih Jadi Pekerjaan Rumah
Meski mencatat capaian positif, Amsakar mengakui masih terdapat tiga persoalan krusial yang menjadi fokus utama pemerintah daerah, yakni pelayanan air bersih, pengelolaan sampah, dan penanganan banjir.
Upaya yang dilakukan meliputi normalisasi drainase, pembangunan infrastruktur pengendali banjir, hingga pengembangan jalan lingkar dan flyover guna mengurai kemacetan sekaligus mengurangi genangan.
Amsakar juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dan mengubah perilaku pengelolaan sampah demi mempertahankan citra Batam sebagai kota industri dan pariwisata.
“Kami bertekad persoalan utama, khususnya air bersih, banjir, dan sampah, dapat segera dituntaskan melalui kerja kolektif seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Penulis : DI
Editor : IZ

















