Cen Sui Lan Pimpin Rakor Karhutla, Natuna Siaga Hadapi Kemarau Panjang 2026

- Publisher

Kamis, 26 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Natuna Cen Sui Lan memimpin rakor antisipasi Karhutla. Foto: INIKEPRI.COM/NatunaKab

Bupati Natuna Cen Sui Lan memimpin rakor antisipasi Karhutla. Foto: INIKEPRI.COM/NatunaKab

INIKEPRI.COM – Pemerintah Kabupaten Natuna bergerak cepat mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring prediksi musim kemarau panjang sepanjang 2026. Langkah tersebut ditandai dengan rapat koordinasi yang dipimpin langsung Bupati Natuna Cen Sui Lan di Kantor Bupati Natuna, Bukit Arai, Rabu (25/3/2026).

Rapat strategis ini melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), mulai dari TNI, Polri, Kejaksaan, hingga sejumlah organisasi perangkat daerah seperti BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup, serta perwakilan BMKG.

Dalam arahannya, Cen Sui Lan menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk memastikan kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi potensi karhutla yang kerap terjadi saat musim kemarau.

BACA JUGA:  Cen Sui Lan Dorong Reforma Agraria untuk Perkuat Ekonomi Desa dan Ketahanan Pangan Natuna

“Kita harus memastikan langkah-langkah yang diambil benar-benar tepat dan sesuai dengan prosedur. Rakor ini penting untuk mengevaluasi sekaligus menyusun strategi ke depan,” tegasnya.

Tren Karhutla Meningkat

Dalam pemaparan teknis, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Natuna Muhammad Syawal mengungkapkan tren peningkatan kejadian karhutla dalam beberapa tahun terakhir.

Ia menyebut, pada 2023 tercatat 72 kejadian, meningkat menjadi 114 kasus pada 2024, dan kembali naik menjadi 124 kasus pada 2025. Sementara hingga Maret 2026, telah terjadi 52 kejadian kebakaran.

Wilayah rawan kebakaran di antaranya berada di Kecamatan Bunguran Tengah, khususnya kawasan Binjai yang berbatasan dengan Bunguran Barat dan Bunguran Selatan.

BACA JUGA:  Dirpolair Gagalkan Pencurian Ikan oleh Kapal Asing di Perairan Natuna

Melihat tren tersebut, Syawal mendorong adanya pembangunan pos penjagaan permanen di titik-titik rawan.

“Kami berharap ada pos penjagaan di wilayah rawan agar respons penanganan bisa lebih cepat,” ujarnya.

Faktor Cuaca Perparah Risiko

Sementara itu, perwakilan BMKG, Asrul, menjelaskan bahwa periode Februari hingga April 2026 menjadi fase dengan curah hujan terendah di Natuna.

Kondisi ini dipengaruhi fenomena El Nino yang meningkatkan suhu permukaan laut dan memicu kekeringan, serta diperkuat oleh angin muson Australia yang membawa massa udara kering ke wilayah Indonesia.

Menurutnya, musim kemarau tahun ini datang lebih awal dan diperkirakan berlangsung hingga Mei 2026.

BACA JUGA:  Apel Satkamling 2025: Kentongan Berdentang, Semangat Cen Sui Lan Menggema di Natuna

“Puncak kemarau terjadi pada Maret dan berpotensi berlanjut hingga April bahkan Mei. Kondisi ini meningkatkan risiko kebakaran di sejumlah titik di Natuna,” jelasnya.

Perkuat Patroli dan Edukasi

Menutup rapat, seluruh instansi sepakat memperkuat patroli terpadu serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Langkah ini dinilai penting sebagai upaya pencegahan dini, mengingat sebagian besar kebakaran lahan masih dipicu oleh aktivitas manusia.

Dengan sinergi lintas sektor dan kesiapsiagaan yang ditingkatkan, Pemerintah Kabupaten Natuna berharap mampu menekan angka kejadian karhutla serta meminimalkan dampak yang ditimbulkan selama musim kemarau 2026.

Penulis : IZ

Berita Terkait

Bantu Nelayan Natuna Jaga Hasil Tangkapan, Cen Sui Lan Serahkan 100 Cold Box
Pemkab Natuna Subsidi Margin Pinjaman UMKM hingga 0 Persen, Plafon Maksimal Rp20 Juta
Jembatan Subi Kecil–Subi Besar Diprioritaskan 2027, Cen Sui Lan: Kita Usahakan Terealisasi
Natuna Siapkan Dua Kecamatan Baru, Pemekaran Didorong Percepat Pembangunan Perbatasan
Cen Sui Lan Pasang Target Pejabat Baru: Enam Bulan Tak Beres, Siap Dirotasi
2.048 Tim Turun ke Meja Domino, Raja Mustakim Dukung Ajang Akbar di Natuna
Desil Warga Tiba-tiba Naik, Bupati Cen Sui Lan Minta Kades Aktif Bantu Perbaikan Data
Pemutihan Pajak Kendaraan Natuna Diperpanjang hingga 31 Oktober 2026, Ini Keringanannya

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Bantu Nelayan Natuna Jaga Hasil Tangkapan, Cen Sui Lan Serahkan 100 Cold Box

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:51 WIB

Pemkab Natuna Subsidi Margin Pinjaman UMKM hingga 0 Persen, Plafon Maksimal Rp20 Juta

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Jembatan Subi Kecil–Subi Besar Diprioritaskan 2027, Cen Sui Lan: Kita Usahakan Terealisasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:25 WIB

Natuna Siapkan Dua Kecamatan Baru, Pemekaran Didorong Percepat Pembangunan Perbatasan

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Cen Sui Lan Pasang Target Pejabat Baru: Enam Bulan Tak Beres, Siap Dirotasi

Berita Terbaru