Muhammad Kamaluddin Respons Permohonan Maaf Tempo: Evaluasi Serius agar Insiden Serupa Tak Terjadi Lagi

- Publisher

Rabu, 15 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Kota Batam Muhammad Kamaluddin. Foto: Istimewa

Ketua DPRD Kota Batam Muhammad Kamaluddin. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Ketua DPRD Kota Batam Muhammad Kamaluddin menyambut baik langkah redaksi Tempo yang menyampaikan permohonan maaf atas dampak yang ditimbulkan oleh sampul laporan utama majalah edisi pekan ini terkait karikatur Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.

Sebagaimana diketahui, redaksi Tempo sebelumnya menyatakan permohonan maaf berkaitan dengan dampak dari sampul laporan utama yang dinilai menyinggung Ketua Umum Partai NasDem beserta kader partai.

Menanggapi hal itu, Kamal -sapaan akrabnya, menilai permintaan maaf tersebut merupakan langkah yang tepat dan menunjukkan adanya itikad baik dari institusi pers dalam merespons kritik publik.

“Kami menyambut baik permohonan maaf yang telah disampaikan oleh redaksi Tempo. Ini merupakan langkah yang patut diapresiasi sebagai bentuk tanggung jawab moral atas dampak yang timbul dari pemberitaan maupun visual yang dipublikasikan,” ujar Kamal yang tengah mengikuti Retreat Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang kepada INIKEPRI.COM, Rabu (15/4/2026).

BACA JUGA:  6 Tempat Merayakan Tahun Baru 2023 di Kota Batam

Politisi Partai NasDem itu menegaskan, insiden tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh insan pers agar ke depan lebih berhati-hati dalam menyajikan kritik maupun ilustrasi terhadap tokoh publik.

“Permintaan maaf saja tidak cukup jika tidak disertai evaluasi menyeluruh. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi di kemudian hari. Kritik adalah bagian dari demokrasi, tetapi harus tetap berada dalam koridor etika, profesionalisme, dan penghormatan terhadap martabat individu,” tegasnya.

Menurut Kamaluddin, kebebasan pers merupakan pilar penting dalam demokrasi, namun kebebasan tersebut tidak boleh dimaknai sebagai ruang tanpa batas untuk membentuk opini melalui visualisasi yang dinilai merendahkan.

“Pers harus tetap kritis, tetapi juga harus objektif dan berimbang. Jangan sampai kebebasan pers justru mencederai nilai-nilai keadaban dan profesionalitas jurnalistik itu sendiri,” katanya.

Kamaluddin juga menyinggung aksi sejumlah kader Partai NasDem yang mendatangi kantor Tempo di kawasan Palmerah Barat, Jakarta Barat, pada Selasa (14/4/2026), sebagai bentuk kekecewaan terhadap laporan utama dan sampul majalah yang menampilkan karikatur Surya Paloh.

BACA JUGA:  Li Claudia Hadir untuk Ojol, Tekong, dan Penarik Becak: Mereka yang Bekerja dalam Sunyi Kini Tak Lagi Sendiri

Ia menilai aksi tersebut merupakan ekspresi spontan kader partai yang merasa keberatan atas visualisasi yang dianggap telah melampaui batas kewajaran kritik.

“Itu adalah bentuk reaksi kader yang merasa Ketua Umumnya diperlakukan tidak adil dalam ruang publik. Ketika simbol dan visual yang digunakan sudah dianggap merendahkan, tentu muncul respons emosional dari kader di berbagai daerah,” ujarnya.

Menurut Kamaluddin, gelombang kecaman terhadap cover tersebut tidak hanya datang dari Jakarta, tetapi juga dari pengurus dan kader Partai NasDem di berbagai wilayah Indonesia termasuk di Kepri.

“Reaksi keras datang dari seluruh Indonesia. Banyak pengurus daerah menyampaikan keberatan dan kecaman karena mereka menilai pemberitaan tersebut telah melukai marwah partai serta tidak mencerminkan prinsip pemberitaan yang adil dan proporsional,” katanya.

BACA JUGA:  Jejak di Landasan, Harapan di Langit Batam

Kamal mengungkapkan, seharusnya hari ini di Kota Batam juga ada respons dari kader dan pengurus NasDem terhadap apa yang dibuat Tempo. Tetapi karena Tempo telah mengakui kesalahan dan menyampaikan permohonan maaf, maka agenda tersebut akhirnya diurungkan oleh para kader Partai NasDem.

Menurut Kamaluddin, keputusan tersebut diambil sebagai bentuk kedewasaan politik sekaligus penghormatan terhadap itikad baik yang telah ditunjukkan oleh pihak redaksi.

“Ketika ada pengakuan salah dan permintaan maaf, tentu harus kita hargai. Itu menunjukkan bahwa persoalan ini bisa disikapi secara dewasa dan proporsional,” katanya.

Meski demikian, Kamal mengajak seluruh pihak untuk menjadikan polemik tersebut sebagai pelajaran bersama agar hubungan antara pers dan aktor politik tetap berjalan dalam koridor demokrasi yang sehat.

“Kami menghormati kebebasan pers, tetapi pers juga harus menghormati batas-batas etikanya. Semoga ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar demokrasi kita tetap sehat dan bermartabat,” tutupnya.

Penulis : IZ

Berita Terkait

Kepala BP Batam Kunjungi Warga Sei Lekop, Tambahkan Armada Tangki dan Penguatan Jaringan Dikebut hingga Akhir 2026
Batam-Singapura Makin Erat, Amsakar Dorong Investasi hingga Pariwisata
Bidik Investasi Jepang, BP Batam Jalin Sinergi dengan KBRI, IIPC dan BNI Tokyo
Dari Pasar Jodoh hingga Reklamasi, Amsakar Hadapi Langsung Sorotan Mahasiswa
Amsakar Tanamkan “Rasa Ber-Kita”, Pemko dan BP Batam Diminta Bergerak sebagai Satu Kesatuan
Batam Pacu Penataan Infrastruktur Dasar dan Estetika Kota
Firmansyah Dorong Anak Muda Batam Jadi Pencipta Inovasi, Bukan Sekadar Pengguna Teknologi
Amsakar–Li Claudia Tegaskan Pemulihan Air Jadi Prioritas, Tim Teknis SPAM Bekerja Sampai Tuntas

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 09:12 WIB

Kepala BP Batam Kunjungi Warga Sei Lekop, Tambahkan Armada Tangki dan Penguatan Jaringan Dikebut hingga Akhir 2026

Jumat, 4 September 2026 - 09:34 WIB

Batam-Singapura Makin Erat, Amsakar Dorong Investasi hingga Pariwisata

Jumat, 4 September 2026 - 08:38 WIB

Bidik Investasi Jepang, BP Batam Jalin Sinergi dengan KBRI, IIPC dan BNI Tokyo

Kamis, 3 September 2026 - 06:49 WIB

Dari Pasar Jodoh hingga Reklamasi, Amsakar Hadapi Langsung Sorotan Mahasiswa

Rabu, 2 September 2026 - 09:01 WIB

Amsakar Tanamkan “Rasa Ber-Kita”, Pemko dan BP Batam Diminta Bergerak sebagai Satu Kesatuan

Berita Terbaru