Pulau Penyengat Kian Bersinar, Destinasi Sejarah yang Dorong Ekonomi Kepri

- Publisher

Senin, 20 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masjid Raya Sultan Riau, Pulau Penyengat terlihat dari udara. Pulau Penyengat terletak di Kota Tanjungpinang menjadi jembatan lintas generasi menuju pariwisata berkelanjutan. Foto: INIKEPRI.COM/KepriProv

Masjid Raya Sultan Riau, Pulau Penyengat terlihat dari udara. Pulau Penyengat terletak di Kota Tanjungpinang menjadi jembatan lintas generasi menuju pariwisata berkelanjutan. Foto: INIKEPRI.COM/KepriProv

INIKEPRI.COM – Pulau Penyengat terus menunjukkan perannya sebagai destinasi strategis berbasis sejarah, budaya, dan religi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di Provinsi Kepulauan Riau.

Sebagai miniatur kejayaan peradaban Melayu-Islam, Pulau Penyengat memiliki nilai historis tinggi. Kawasan ini dikenal sebagai tempat lahirnya tata bahasa Melayu yang menjadi dasar Bahasa Indonesia melalui karya tokoh besar, Raja Ali Haji. Selain itu, Pulau Penyengat juga telah ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya nasional dan terus dikembangkan sebagai destinasi wisata halal unggulan.

Pengembangan sektor pariwisata ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 yang mengarahkan pembangunan pariwisata pada konsep berkualitas dan berkelanjutan melalui pendekatan pariwisata regeneratif.

Konsep tersebut menekankan keberlanjutan dengan melibatkan partisipasi masyarakat serta memberikan dampak positif terhadap lingkungan, sosial, ekonomi, dan budaya.

Presiden Prabowo Subianto juga menginstruksikan implementasi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah) serta Gerakan Wisata Bersih sebagai upaya menjaga kebersihan dan kenyamanan destinasi wisata.

BACA JUGA:  Ekspor Perikanan Kepri Kembali Bergeliat, Ansar Lepas Ekspor 7 Ton Kerapu

Dalam mendukung kebijakan tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau di bawah kepemimpinan Gubernur Ansar Ahmad terus melakukan revitalisasi kawasan Pulau Penyengat secara masif. Penataan jalan, perbaikan drainase, pemasangan lampu penerangan, hingga penyediaan fasilitas umum seperti toilet dan pengelolaan sampah menjadi bagian dari upaya tersebut.

Pengembangan juga menyasar sektor ekonomi masyarakat melalui penguatan UMKM, pengelolaan homestay, serta penyelenggaraan atraksi wisata berbasis budaya lokal.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Hasan, menegaskan bahwa Pulau Penyengat memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata unggulan berbasis sejarah dan budaya.

“Pulau Penyengat bukan hanya memiliki nilai sejarah yang tinggi, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi daerah melalui pengembangan pariwisata berbasis budaya dan religi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan pariwisata regeneratif menjadi kunci dalam pengembangan kawasan tersebut ke depan.

BACA JUGA:  Hadiri Kenduri Ruwahan Bintan, Gubernur Ansar: Perkuat Persatuan dan Keimanan Jelang Ramadan 1447 H

“Konsep pariwisata regeneratif ini menekankan bahwa pariwisata tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mampu memperbaiki lingkungan, sosial, dan budaya dengan melibatkan masyarakat secara aktif,” jelasnya.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Selama periode Januari hingga Maret 2026, kunjungan wisatawan ke Pulau Penyengat tercatat mencapai sekitar 6.200 orang, baik wisatawan mancanegara maupun domestik, khususnya dari Malaysia, Singapura, Eropa, serta berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Hasan, tren peningkatan kunjungan ini harus dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat.

“Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, ini menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk mengembangkan UMKM, homestay, serta berbagai layanan wisata lainnya,” ungkapnya.

Pemerintah Provinsi Kepri bersama Pemerintah Kota Tanjungpinang juga terus melakukan pembinaan terhadap pelaku usaha agar mampu memberikan layanan berkualitas kepada wisatawan.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sebagai faktor utama dalam menciptakan daya tarik wisata yang berkelanjutan.

BACA JUGA:  Apel Perdana Pasca Idul Fitri, Gubernur Ansar Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Perkuat Solidaritas

“Wisatawan akan tertarik dan kembali berkunjung apabila destinasi wisata tersebut bersih, nyaman, dan ramah. Karena itu, peran masyarakat sangat penting dalam menjaga Pulau Penyengat,” tambah Hasan.

Ke depan, Gubernur Ansar Ahmad menegaskan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan kawasan tersebut, termasuk rencana pembangunan monumen bahasa, peningkatan penerangan jalan, serta revitalisasi Balai Adat sebagai destinasi wisata baru.

“Pembangunan monumen bahasa ini akan menjadi ikon baru yang tidak hanya memperkuat identitas sejarah, tetapi juga memberikan multiplier effect terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” jelas Hasan.

Dengan kekayaan sejarah, budaya, dan nilai religius yang dimiliki, Pulau Penyengat diharapkan mampu menjadi jembatan lintas generasi dalam memperkenalkan kejayaan peradaban Melayu-Islam sekaligus menjadi pusat edukasi budaya bagi masyarakat luas.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan Bantu Pulangkan Korban Dugaan Penyiksaan ke Jabar dan Palembang
Warga Bengkong Keluhkan Banjir, Sampah dan Air Bersih, Ini Respons Amsakar
Natuna Siapkan Dua Kecamatan Baru, Pemekaran Didorong Percepat Pembangunan Perbatasan
Pemutihan Pajak Kendaraan di Kepri Diperpanjang, Warga Punya Waktu hingga 31 Oktober 2026
Cuaca Batam 7 Oktober: Sejumlah Wilayah Diprakirakan Berkabut, Suhu hingga 32 Derajat
Dari Daik ke OMI Provinsi, Empat Siswa MTs Aqidatunnajin Bawa Harapan Madrasah
TMA Waduk Nongsa Alami Penyusutan, BP Batam Percepat Langkah Teknis Amankan Pasokan Air Warga
Interkoneksi Pipa, BP Batam Lakukan Penguatan Suplai Air Untuk Wilayah Nongsa

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:50 WIB

Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan Bantu Pulangkan Korban Dugaan Penyiksaan ke Jabar dan Palembang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:40 WIB

Warga Bengkong Keluhkan Banjir, Sampah dan Air Bersih, Ini Respons Amsakar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:25 WIB

Natuna Siapkan Dua Kecamatan Baru, Pemekaran Didorong Percepat Pembangunan Perbatasan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:06 WIB

Pemutihan Pajak Kendaraan di Kepri Diperpanjang, Warga Punya Waktu hingga 31 Oktober 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Dari Daik ke OMI Provinsi, Empat Siswa MTs Aqidatunnajin Bawa Harapan Madrasah

Berita Terbaru