Akhir Pekan Membludak, Belakang Padang Jadi Magnet Wisata Baru Warga Batam

- Publisher

Jumat, 1 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penumpang memadati Pelabuhan Pancung Sekupang. Foto: INIKEPRI.COM

Penumpang memadati Pelabuhan Pancung Sekupang. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Suasana berbeda tampak di kawasan Pelabuhan Sekupang, Batam, pada Jumat pagi (1/5/2026). Sejak pagi hari, antrean penumpang sudah mengular di pelabuhan pengumpan, mencerminkan lonjakan signifikan wisatawan lokal yang memanfaatkan akhir pekan untuk berlibur.

Di bawah atap pelabuhan yang sederhana, ratusan penumpang tampak sabar menunggu giliran menyeberang. Sebagian duduk dengan barang bawaan di sampingnya, sebagian lagi berdiri menatap laut yang tenang, menyiratkan antusiasme menuju destinasi yang kini kian populer: Belakang Padang.

Pulau yang dikenal dengan nuansa budaya Melayu yang kental itu semakin mengukuhkan diri sebagai destinasi wisata alternatif. Bukan hanya karena jaraknya yang dekat dari Batam, tetapi juga karena pengalaman yang ditawarkan mulai dari perjalanan laut yang menenangkan hingga suasana kampung yang hangat dan autentik.

Hembusan angin laut, percikan ombak, serta gugusan pulau kecil di sepanjang perjalanan menjadi pembuka yang memperkaya pengalaman wisata sebelum menjejakkan kaki di daratan Belakang Padang.

BACA JUGA:  BP Batam Pastikan Ketersediaan Air Baku di Batam Terjamin

Lonjakan penumpang yang terjadi sejak pagi hari turut diantisipasi oleh petugas pelabuhan yang sigap mengatur arus naik turun penumpang demi menjaga ketertiban dan keselamatan.

Camat Belakang Padang, Abdul Hanafi, menyambut positif meningkatnya kunjungan wisatawan. Ia menilai, fenomena ini menjadi indikator kuat bahwa wisata lokal mulai mendapat tempat di hati masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi tingginya minat masyarakat untuk berkunjung ke Belakang Padang, khususnya di akhir pekan seperti ini. Ini menunjukkan bahwa pariwisata lokal kita memiliki daya tarik yang kuat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah kecamatan bersama masyarakat terus berupaya menjaga kenyamanan dan kebersihan lingkungan agar pengalaman wisata tetap terjaga.

BACA JUGA:  Amsakar Hadiahkan Rp15 Juta dari Dana Pribadi untuk Sayembara Video Kebersihan

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana yang kondusif, ramah, dan bersih. Karena pengalaman yang baik dari wisatawan akan menjadi cerita yang terus membawa lebih banyak orang datang ke Belakang Padang,” tambahnya.

Tak hanya sektor pariwisata, dampak positif juga dirasakan langsung oleh pelaku usaha lokal. Kehadiran wisatawan dalam jumlah besar mendorong peningkatan aktivitas ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM.

Kedai kopi, warung makan, hingga penjual oleh-oleh tampak dipadati pengunjung. Salah satu pelaku UMKM di Kedai Kopi Ameng mengaku mengalami lonjakan pelanggan yang cukup signifikan, terutama saat akhir pekan.

“Alhamdulillah, sejak beberapa bulan terakhir, apalagi tiap akhir pekan, kedai kami selalu ramai. Kadang sampai kehabisan tempat duduk. Omzet juga naik cukup drastis dibanding hari biasa,” ujarnya.

Menurutnya, daya tarik Belakang Padang tidak hanya terletak pada kuliner, tetapi juga pada suasana yang sulit ditemukan di perkotaan.

BACA JUGA:  Mayat Pria Pakai Wearpack Biru Ditemukan di Perairan Kasu

“Pengunjung suka suasana di sini santai, dekat laut, dan lebih terasa kekeluargaan. Harapan kami, kondisi seperti ini bisa terus berlanjut, supaya UMKM di Belakang Padang semakin berkembang,” tuturnya.

Di tengah ramainya arus wisatawan, terlihat beragam wajah menikmati akhir pekan mulai dari keluarga, pasangan muda, hingga rombongan sahabat. Ada yang sibuk mengabadikan momen, ada pula yang sekadar menikmati waktu santai di tepi laut.

Fenomena ini menjadi bukti bahwa pesona pulau-pulau kecil di Batam masih memiliki daya tarik yang kuat. Belakang Padang bukan sekadar destinasi wisata, tetapi juga ruang tumbuh bagi ekonomi lokal, tempat di mana kesederhanaan, budaya, dan harapan bertemu dalam satu denyut kehidupan yang terus bergerak.

Penulis : IZ

Berita Terkait

Kepala BP Batam Apresiasi Konsolidasi Kadin Batam, Dorong Percepatan Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi
Disnakertrans Kepri Lepas 25 Peserta Magang ke Jepang dari Credible College
Akselerasi Kinerja Layanan dan Tata Kelola, RSBP Batam Serap Praktik Terbaik dari RS Tk. II dr. Soepraoen Malang
Hari Posyandu 2026, Erlita Amsakar Dorong Kader Tingkatkan Layanan Berbasis 6 SPM
PLN Batam Ingatkan Risiko Fatal Listrik Ilegal, dari Korsleting hingga Korban Jiwa
Amsakar Ajukan Ranperda Persampahan, Targetkan Sampah Jadi Sumber Ekonomi
Kolam Sukajadi Fatmawati Jadi Arena Seleksi POPDA, Akuatik Batam Bidik Medali
Li Claudia Tegaskan Tidak Ada Toleransi untuk Pelaku Perusakan Lingkungan

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:04 WIB

Akhir Pekan Membludak, Belakang Padang Jadi Magnet Wisata Baru Warga Batam

Kamis, 30 April 2026 - 21:55 WIB

Kepala BP Batam Apresiasi Konsolidasi Kadin Batam, Dorong Percepatan Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 30 April 2026 - 17:51 WIB

Disnakertrans Kepri Lepas 25 Peserta Magang ke Jepang dari Credible College

Kamis, 30 April 2026 - 16:43 WIB

Akselerasi Kinerja Layanan dan Tata Kelola, RSBP Batam Serap Praktik Terbaik dari RS Tk. II dr. Soepraoen Malang

Kamis, 30 April 2026 - 09:17 WIB

Hari Posyandu 2026, Erlita Amsakar Dorong Kader Tingkatkan Layanan Berbasis 6 SPM

Berita Terbaru