Tak Biarkan Petani Berjuang Sendiri, Pemko Batam Bayar Premi Jaminan Sosial untuk 2.500 Petani

- Publisher

Selasa, 12 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Pemerintah Kota Batam kembali membayarkan premi jaminan sosial ketenagakerjaan bagi 2.500 petani pada tahun 2026 melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam.

Jumlah penerima manfaat tahun ini sedikit berkurang dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 2.650 petani.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, Mardanis, menjelaskan penyesuaian dilakukan berdasarkan data terbaru petani aktif di lapangan.

“Untuk tahun 2026 subsidi premi diberikan kepada 2.500 petani. Ada pengurangan dari tahun sebelumnya karena sebagian petani sudah tidak mengelola lahan lagi dan ada beberapa kelompok tani yang tidak lagi aktif,” ujarnya, Senin (11/5/2026).

BACA JUGA:  Wali Kota Amsakar Buka Job Fair Batam 2025, Tekankan Prioritas untuk Tenaga Kerja Lokal

Menurut Mardanis, perubahan data juga terjadi karena adanya peserta yang meninggal dunia serta pergantian anggota baru.

Ia menyebutkan besaran premi yang dibayarkan pemerintah sebesar Rp16.800 per orang setiap bulan, dan pembayaran telah dimulai sejak Januari 2026.

“Tahun ini kami menganggarkan perlindungan bagi 2.500 orang dan jumlah itu sudah final. Subsidi premi sudah berjalan sejak Januari,” katanya.

BACA JUGA:  BP2RD Batam Buka Layanan di Perumahan, Masyarakat Termudahkan

Program tersebut mencakup petani lokal dan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) yang aktif di berbagai wilayah Kota Batam.

Sepanjang tahun 2026, DKPP mencatat terdapat satu kasus kecelakaan kerja dan tiga peserta yang meninggal dunia.

“Dua klaim sudah dibayarkan, sedangkan satu lainnya masih dalam proses karena kejadian berlangsung pada akhir April,” jelas Mardanis.

BACA JUGA:  Kunduri Akhir Tahun Meriah dan Sarat Kepedulian, Batam Kumpulkan Rp14,5 Miliar untuk Sumatra

Ia menegaskan, jika jumlah peserta berkurang karena meninggal dunia atau sebab lainnya, DKPP akan menyiapkan peserta pengganti agar kuota 2.500 penerima tetap terpenuhi.

“Jika ada peserta meninggal, harus segera dilaporkan agar dapat digantikan. Karena anggaran sudah ditetapkan untuk 2.500 orang,” tutupnya.

Melalui program ini, Pemerintah Kota Batam berharap para petani mendapatkan perlindungan yang memadai dari risiko kecelakaan kerja maupun kematian, sehingga mereka dapat terus berproduksi dengan rasa aman dan tenang.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

BP Batam Percepat Pemulihan Air Pasca Pemadaman, 80 Persen Wilayah Batam Kembali Teraliri Air
Blackout Batam-Bintan, KNPI Kepri Desak Evaluasi Total Mitigasi dan Transparansi Investigasi PLN Batam
Renovasi Kantor, Layanan BPJS Kesehatan Batam Pindah ke MPP Mulai 14 Oktober
BP Batam Koordinasikan Pemulihan Listrik dan Air, Prioritaskan Objek Vital dan Pelayanan Masyarakat
Siswi MIN 1 Batam Nayla Sary Khairani Raih Juara 2 IPAS OMI Tingkat Provinsi 2026
PLN Batam Tangani Gangguan Kelistrikan, Upayakan Pemulihan Sistem Secara Bertahap
Festival Transmigrasi 2026, Momentum Perkenalkan Potensi dan Masa Depan Rempang Eco City
BP Batam Gelar Salat Istisqa Bersama Ratusan Warga di Waduk Nongsa

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:00 WIB

BP Batam Percepat Pemulihan Air Pasca Pemadaman, 80 Persen Wilayah Batam Kembali Teraliri Air

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Blackout Batam-Bintan, KNPI Kepri Desak Evaluasi Total Mitigasi dan Transparansi Investigasi PLN Batam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Renovasi Kantor, Layanan BPJS Kesehatan Batam Pindah ke MPP Mulai 14 Oktober

Selasa, 13 Oktober 2026 - 08:52 WIB

BP Batam Koordinasikan Pemulihan Listrik dan Air, Prioritaskan Objek Vital dan Pelayanan Masyarakat

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:15 WIB

Siswi MIN 1 Batam Nayla Sary Khairani Raih Juara 2 IPAS OMI Tingkat Provinsi 2026

Berita Terbaru