Amsakar Achmad Mulai Penataan Wajah Batam, Bangun Bundaran Raja Ali Marhum Pulau Bayan

- Publisher

Sabtu, 11 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INIKEPRI.COM – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, memulai penataan Kota Batam melalui peletakan batu pertama pembangunan Bundaran Raja Ali Marhum Pulau Bayan Yang Dipertuan Muda V, Jumat (10/7).

Prosesi tersebut turut dihadiri Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, jajaran Anggota/Deputi BP Batam, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam, serta pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam.

Bundaran yang berada di ruas jalan menuju Bandara Internasional Hang Nadim itu menjadi bagian dari program penataan ruang untuk menghadirkan wajah kota yang lebih indah, bersih dan tertata. Ke depan, bundaran tersebut diharapkan menjadi salah satu ikon baru yang menyambut wisatawan yang datang ke Kota Batam.

Amsakar mengatakan, penataan wajah kota merupakan salah satu agenda yang terus didorong pemerintah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kawasan perkotaan.

BACA JUGA:  Pagi Ini Buruh di Batam Demo, Ancam Lumpuhkan Produksi dan Tuntut Gubernur Kepri Mundur

Menurutnya, Presiden Republik Indonesia dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya menjaga kebersihan, keindahan, dan keteraturan kota agar mampu mencerminkan kemajuan daerah.

“Presiden berulang kali mengingatkan agar kabupaten dan kota dirawat dengan baik. Jangan sampai kumuh, semrawut, dipenuhi reklame yang tidak tertata ataupun kabel yang mengganggu estetika kota. Karena itu, kemarin ada gerakan Indonesia Asri dan di Batam kita laksanakan melalui gerakan Batam Asri,” ujar Amsakar.

Ia menekankan, pembangunan Bundaran Raja Ali Marhum Pulau Bayan merupakan langkah awal penataan taman dan bundaran di berbagai titik Kota Batam.

“Untuk menjadikan kota ini indah dan bagus, salah satu ikhtiar kita adalah menata taman dan bundaran yang ada di Batam agar memiliki desain yang mencerminkan identitas daerah. Hari ini kita sedang membangun sejarah baru bagi Kota Batam,” katanya.

BACA JUGA:  Tema Perbaikan Hidup Rakyat Bagi Kebangkitan Nusantara di HUT PKN ke-3, Yenni Marlina : Momentum Amsakar-Li Claudia Memimpin Batam 5 Tahun ke Depan

Amsakar menjelaskan, pembangunan bundaran dilaksanakan melalui kolaborasi BP Batam dengan dunia usaha melalui program CSR PT Uma Graha Berkah. Dengan skema tersebut, pembangunan dapat terlaksana tanpa menggunakan APBD maupun anggaran BP Batam.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada para pelaku usaha yang telah menyambut baik gagasan untuk bersama-sama menata wajah Kota Batam,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Adat Melayu Kota Batam yang memberikan berbagai masukan terhadap konsep pembangunan, mulai dari penamaan hingga penyempurnaan desain arsitektur.

Melalui proses diskusi tersebut, nama bundaran yang semula direncanakan sebagai Bundaran Hang Nadim kemudian disepakati menjadi Bundaran Raja Ali Marhum Pulau Bayan Yang Dipertuan Muda V, sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh yang memiliki jejak sejarah penting di wilayah Kepulauan Riau.

BACA JUGA:  PLN Batam Tegaskan Aturan Pemakaian Listrik MKS, Ingatkan Risiko dan Sanksi

Amsakar menilai, penamaan tersebut merupakan wujud komitmen BP Batam dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan modern, pelestarian sejarah dan budaya.

Dari sisi desain, tugu mengadopsi bentuk tanjak, penutup kepala tradisional Melayu yang melambangkan kehormatan, kewibawaan, dan jati diri masyarakat Melayu. Selain itu, unsur tepak sirih turut dihadirkan sebagai simbol penyambutan tamu yang mencerminkan keramahan budaya Melayu.

“Kita ingin semangat historis tetap hidup, namun pada saat yang sama Batam harus terus melangkah menjadi kota yang maju tanpa meninggalkan jati diri negerinya. Inilah yang ingin kita hadirkan melalui Bundaran Raja Ali Marhum Pulau Bayan,” jelas Amsakar.

Melalui penataan tersebut, BP Batam berharap Batam semakin memperkuat posisinya sebagai bandar madani yang inovatif, berkelanjutan, dan berbudaya, sekaligus menjadi destinasi unggulan bagi investasi, perdagangan, dan pariwisata di Indonesia.

Penulis : IZ

Berita Terkait

Batam Lirik Lingga untuk Pasokan Air Baku, Investasi Besar Jadi Tantangan
Warga Sungai Beduk Keluhkan Air Bersih, Lahan Pemakaman 4,76 Hektare Masih Tunggu Pusat
Amsakar Tegaskan APBD Batam 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Perselisihan HP dan OTP Berujung Dugaan KDRT, Kreator Konten Batam Diamankan Polisi
KNPI Kepri Soroti Hoaks terhadap Kapolri Suyudi, Andhi: Jangan Bangun Opini dari Fitnah
Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan Bantu Pulangkan Korban Dugaan Penyiksaan ke Jabar dan Palembang
Warga Bengkong Keluhkan Banjir, Sampah dan Air Bersih, Ini Respons Amsakar
Pemutihan Pajak Kendaraan di Kepri Diperpanjang, Warga Punya Waktu hingga 31 Oktober 2026

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Batam Lirik Lingga untuk Pasokan Air Baku, Investasi Besar Jadi Tantangan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Warga Sungai Beduk Keluhkan Air Bersih, Lahan Pemakaman 4,76 Hektare Masih Tunggu Pusat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:02 WIB

Amsakar Tegaskan APBD Batam 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:11 WIB

Perselisihan HP dan OTP Berujung Dugaan KDRT, Kreator Konten Batam Diamankan Polisi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:02 WIB

KNPI Kepri Soroti Hoaks terhadap Kapolri Suyudi, Andhi: Jangan Bangun Opini dari Fitnah

Berita Terbaru