Kemarau hingga 2027, Cen Sui Lan Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kekeringan dan Karhutla di Natuna

- Publisher

Senin, 24 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Natuna perkuat koordinasi dengan menggelar Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Kekeringan dan Karhutla di Kantor Bupati Natuna. Foto: INIKEPRI.COM

Pemkab Natuna perkuat koordinasi dengan menggelar Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Kekeringan dan Karhutla di Kantor Bupati Natuna. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna memperkuat langkah antisipasi menghadapi ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring kondisi musim kemarau yang mulai berdampak terhadap wilayah tersebut.

Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Kekeringan dan Karhutla yang digelar di Kantor Bupati Natuna, Bukit Arai, Senin (24/8/2026).

Rapat dipimpin langsung Bupati Natuna Cen Sui Lan dan diikuti sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait serta instansi vertikal.

Cen Sui Lan mengatakan, koordinasi lintas sektor diperlukan untuk memastikan pemerintah bersama seluruh unsur terkait memiliki langkah yang jelas dalam menghadapi potensi dampak kemarau.

Ia meminta seluruh peserta rapat memberikan masukan berdasarkan kondisi di lapangan, sehingga langkah mitigasi yang dilakukan tidak hanya bersifat reaktif ketika bencana terjadi.

“Melalui rapat ini, saya mengharapkan masukan-masukan dari bapak dan ibu semua dalam menghadapi musim kemarau ini dan mencari solusinya,” ujar Cen Sui Lan saat membuka rapat.

Kemarau Diprediksi Berlangsung hingga Awal 2027

Kepala BMKG Natuna Rafael Alesandro Marbun menyampaikan bahwa kondisi kemarau diprakirakan masih berlangsung hingga awal 2027.

BACA JUGA:  Jamuan Malam di Gedung Daerah Natuna, Pemkab dan Kejati Kepri Pererat Komunikasi

Menurut Rafael, kondisi tersebut dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang berdampak terhadap berkurangnya intensitas curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Natuna.

“Curah hujan yang harusnya terjadi di bulan Agustus 2026 sangat mengalami pengurangan. Kondisi ini perlu kita waspadai bersama,” jelas Rafael.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena minimnya curah hujan tidak hanya meningkatkan risiko kebakaran lahan, tetapi juga berpotensi memengaruhi ketersediaan air bersih masyarakat.

Lima Karhutla Terjadi Selama Agustus

Sementara itu, Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Efendie memaparkan bahwa sepanjang Agustus 2026 telah terjadi lima peristiwa karhutla di wilayah Natuna.

Untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran, ia mengusulkan adanya satu koordinator lapangan yang dapat mengintegrasikan penanganan dari berbagai unsur.

Selain itu, wilayah Bunguran Besar diusulkan dibagi menjadi tiga zonasi pengawasan untuk mempermudah pemantauan kawasan yang memiliki potensi rawan kebakaran.

Usulan pembentukan satuan tugas khusus tersebut mendapat dukungan dari Komandan Lanud Raden Sadjad Natuna Marsekal TNI Onesmus Gede Rai Aryadi.

BACA JUGA:  Bupati Cen Sui Lan Tampung Sejumlah Usulan Saat Safari Ramadan di Bunguran Selatan

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat mitigasi sejak dini, terutama melalui pemetaan kawasan yang berpotensi mengalami karhutla.

Dukungan juga disampaikan Balai Wilayah Sungai (BWS) yang menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam penanganan dampak kemarau di lapangan.

Air Baku Gunung Ranai Tersisa 30 Persen

Ancaman kemarau juga mulai terlihat dari kondisi ketersediaan air baku.

Direktur Perusahaan Daerah (Perusda) Tirta Nusa Kabupaten Natuna, Zaharuddin, menyampaikan bahwa debit air baku di sejumlah sumber mengalami penurunan.

Saat ini, ketersediaan air baku di Gunung Ranai tersisa sekitar 30 persen, sementara sumber air di Bukit Berangin berada di kisaran 60 persen.

Kondisi tersebut membuat Perusda Tirta Nusa menerapkan sistem pengaliran air secara bergilir untuk sejumlah wilayah.

“Saat ini kami memberlakukan sistem pengaliran air secara bergilir untuk wilayah Kota Ranai dan sekitarnya. Namun, untuk wilayah Bandarsyah, Sungai Ulu, dan Penagi kondisinya sejauh ini masih terbilang aman,” jelas Zaharuddin.

BACA JUGA:  Bupati Natuna Teken MoU dengan Bank Riau Kepri Syariah: Dorong UMKM Bersubsidi, Perkuat Ekonomi Daerah

Penurunan debit air tersebut menjadi salah satu perhatian utama pemerintah daerah karena kebutuhan air bersih masyarakat harus tetap terjaga di tengah berlangsungnya musim kemarau.

Masyarakat Diminta Hemat Air dan Waspada Karhutla

Menutup rapat koordinasi, Pemkab Natuna bersama jajaran instansi terkait mengimbau masyarakat turut mengambil bagian dalam menghadapi kondisi kemarau.

Masyarakat diminta menghemat penggunaan air bersih dan menggunakan air sesuai kebutuhan.

Selain itu, warga diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan karena kondisi kering dapat mempercepat penyebaran api dan meningkatkan risiko karhutla.

Masyarakat juga diimbau membatasi aktivitas di luar rumah apabila kondisi panas ekstrem maupun kabut asap terjadi.

Melalui koordinasi lintas instansi tersebut, Pemkab Natuna berupaya memastikan potensi kekeringan, krisis air bersih dan karhutla dapat diantisipasi sejak dini.

Bagi pemerintah daerah, kesiapsiagaan bukan hanya soal penanganan ketika bencana terjadi, tetapi bagaimana risiko dapat ditekan sebelum memberikan dampak lebih luas kepada masyarakat.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Turnamen Domino Natuna Berhadiah Rp51 Juta, H. Raja Mustakim Siapkan Jersey Gratis untuk Semua Tim
Natuna Siapkan 50 Gerobak Gratis, Cen Sui Lan Dorong UMKM Olahan Pangan Lokal
Pidato Bupati pada Rapat Paripurna HUT ke-27, Natuna Perkuat Komitmen Pembangunan Daerah
HUT ke-27 Natuna, Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Dukungan Anggaran Rp637,5 Miliar
Pantai Piwang Jadi Panggung Budaya, Natuna Pamerkan Kekayaan Tradisi di Hari Jadi ke-27
Jelang HUT ke-27 Natuna: Cen Sui Lan Sambangi UMKM Pantai Piwang, Ingin UMKM Natuna Makin Berkembang
Natuna Tak Hanya Andalkan Laut, Cen Sui Lan Dorong Budidaya Ikan Air Tawar
Bantu Nelayan Natuna Jaga Hasil Tangkapan, Cen Sui Lan Serahkan 100 Cold Box

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:49 WIB

Turnamen Domino Natuna Berhadiah Rp51 Juta, H. Raja Mustakim Siapkan Jersey Gratis untuk Semua Tim

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Natuna Siapkan 50 Gerobak Gratis, Cen Sui Lan Dorong UMKM Olahan Pangan Lokal

Selasa, 13 Oktober 2026 - 08:07 WIB

Pidato Bupati pada Rapat Paripurna HUT ke-27, Natuna Perkuat Komitmen Pembangunan Daerah

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:45 WIB

HUT ke-27 Natuna, Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Dukungan Anggaran Rp637,5 Miliar

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Pantai Piwang Jadi Panggung Budaya, Natuna Pamerkan Kekayaan Tradisi di Hari Jadi ke-27

Berita Terbaru