Kemarau Diprediksi hingga 2027, Embung Sebayar Disiapkan untuk Jaga Pasokan Air Natuna

- Publisher

Rabu, 26 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Embung Sebayar. Foto: Istimewa

Embung Sebayar. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM — Pemerintah Kabupaten Natuna mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi ancaman kekeringan yang diperkirakan masih berlangsung hingga awal 2027.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah mengoptimalkan Embung Sebayar sebagai sumber alternatif air baku apabila pasokan dari sumber utama mengalami penurunan akibat kemarau panjang.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Natuna, Nanang Agus Hidayat, mengatakan Embung Sebayar merupakan salah satu cadangan air yang dapat dimanfaatkan pemerintah untuk menjaga ketersediaan air masyarakat.

Embung tersebut dibangun pemerintah pusat secara bertahap sejak 2022 dan saat ini telah dilengkapi sejumlah infrastruktur pendukung.

Fasilitas yang tersedia antara lain pompa air, mesin pembangkit listrik, jaringan pipa transmisi hingga tempat penampungan di kawasan Bukit Berangin.

“Embung Sebayar kita siapkan sebagai salah satu cadangan air baku untuk menghadapi kondisi kemarau. Infrastruktur utamanya sudah tersedia sehingga air dapat dialirkan ketika memang dibutuhkan,” kata Nanang.

BACA JUGA:  Pemkab Natuna Benahi Keuangan Daerah, Cen Sui Lan Targetkan Ekonomi Lebih Berkelanjutan

Meski demikian, Embung Sebayar saat ini belum memiliki jaringan distribusi yang langsung tersambung ke rumah-rumah warga.

Untuk sementara, air dari embung dapat dialirkan melalui jaringan pipa transmisi menuju penampungan yang terhubung dengan jaringan distribusi milik Perumda Air Minum Tirta Nusa Natuna.

Skema tersebut menjadi solusi sementara sembari menunggu pembangunan jaringan distribusi baru yang nantinya dapat menghubungkan sumber air dari Embung Sebayar secara lebih langsung kepada masyarakat.

Dari sisi kapasitas, Embung Sebayar memiliki kemampuan pemanfaatan air baku sekitar 50 liter per detik.

Kapasitas tersebut dinilai cukup membantu dalam menjaga pasokan air, terutama apabila kemarau berlangsung lebih panjang dan sumber air baku lainnya terus mengalami penurunan debit.

BACA JUGA:  Embung Sebayar Natuna Belum Berdayaguna, Cen Sui Lan Usulkan Pemipaan Senilai Rp20 Miliar

El Nino Jadi Perhatian

Ancaman kekeringan di Natuna tidak terlepas dari kondisi iklim yang sedang berkembang.

BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Natuna sebelumnya memperingatkan adanya fenomena El Nino yang berpotensi bertahan hingga awal 2027.

Kondisi tersebut berpengaruh terhadap pola curah hujan di wilayah Natuna. Berkurangnya hujan dalam waktu panjang dapat menyebabkan sumber-sumber air mengalami penyusutan sekaligus meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Natuna, Rafael Alesandro Marbun, mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena dampaknya dapat meluas, tidak hanya terhadap ketersediaan air tetapi juga terhadap lingkungan.

Menurutnya, pengaruh El Nino yang kuat membuat kondisi kekeringan harus terus dipantau. Vegetasi yang mengering juga meningkatkan potensi terjadinya karhutla.

“Situasi ini perlu menjadi bahan pemantauan bersama. Ketika curah hujan berkurang dalam waktu cukup panjang, kondisi lingkungan menjadi lebih kering dan risiko kebakaran juga ikut meningkat,” ujar Rafael.

BACA JUGA:  Cen Sui Lan Teguhkan Arah Digitalisasi Arsip, Natuna Siap Masuki Era Paperless 2026

Karena itu, kesiapan sumber air menjadi salah satu bagian penting dalam menghadapi musim kemarau.

Pemanfaatan Embung Sebayar diharapkan dapat menjadi salah satu penyangga apabila kebutuhan air masyarakat meningkat sementara sumber air baku lainnya terus berkurang.

Pemerintah daerah bersama pengelola layanan air juga perlu memastikan seluruh infrastruktur pendukung dapat digunakan secara optimal ketika kondisi darurat air terjadi.

Dengan kapasitas yang tersedia dan jaringan transmisi yang telah dibangun, Embung Sebayar kini menjadi salah satu aset penting Natuna dalam menghadapi potensi kekeringan.

Bukan hanya sebagai tempat penampungan air, embung tersebut diproyeksikan menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan air masyarakat Natuna di tengah ancaman kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga awal tahun depan.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Pantai Piwang Jadi Panggung Budaya, Natuna Pamerkan Kekayaan Tradisi di Hari Jadi ke-27
Jelang HUT ke-27 Natuna: Cen Sui Lan Sambangi UMKM Pantai Piwang, Ingin UMKM Natuna Makin Berkembang
Natuna Tak Hanya Andalkan Laut, Cen Sui Lan Dorong Budidaya Ikan Air Tawar
Bantu Nelayan Natuna Jaga Hasil Tangkapan, Cen Sui Lan Serahkan 100 Cold Box
Pemkab Natuna Subsidi Margin Pinjaman UMKM hingga 0 Persen, Plafon Maksimal Rp20 Juta
Jembatan Subi Kecil–Subi Besar Diprioritaskan 2027, Cen Sui Lan: Kita Usahakan Terealisasi
Natuna Siapkan Dua Kecamatan Baru, Pemekaran Didorong Percepat Pembangunan Perbatasan
Cen Sui Lan Pasang Target Pejabat Baru: Enam Bulan Tak Beres, Siap Dirotasi

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Pantai Piwang Jadi Panggung Budaya, Natuna Pamerkan Kekayaan Tradisi di Hari Jadi ke-27

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:22 WIB

Jelang HUT ke-27 Natuna: Cen Sui Lan Sambangi UMKM Pantai Piwang, Ingin UMKM Natuna Makin Berkembang

Minggu, 11 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Natuna Tak Hanya Andalkan Laut, Cen Sui Lan Dorong Budidaya Ikan Air Tawar

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Bantu Nelayan Natuna Jaga Hasil Tangkapan, Cen Sui Lan Serahkan 100 Cold Box

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:51 WIB

Pemkab Natuna Subsidi Margin Pinjaman UMKM hingga 0 Persen, Plafon Maksimal Rp20 Juta

Berita Terbaru

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Lifestyle

Kenapa Kamar Hotel Jarang Sediakan Guling? Ini 4 Alasannya

Minggu, 11 Okt 2026 - 10:55 WIB