INIKEPRI.COM – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) terus melakukan normalisasi drainase di sejumlah kawasan yang rawan mengalami genangan.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga saluran air tetap berfungsi optimal, terutama menghadapi potensi penyumbatan akibat sampah maupun sedimentasi.
Kepala DBMSDA Batam, Metra Dinata, mengatakan normalisasi drainase secara rutin idealnya dilakukan setiap tiga bulan, terutama pada titik-titik yang memiliki potensi genangan.
“Normalisasi drainase dilakukan untuk mengembalikan fungsi saluran air agar bisa mengalirkan air hujan dengan lancar serta mencegah terjadinya genangan dan banjir,” kata Metra, Minggu (27/9/2026).
Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran normalisasi antara lain drainase di Simpang Kepri Mall, Cahaya Garden, Perumahan PKJ Bengkong, belakang Orchard Taman Niaga Mas, Simpang Helm, kawasan Rumah Sakit Awal Bros, Kodim Batu Aji, Dana Graha, SMP 28, Benih Raya Marina hingga Simpang Makam Pahlawan.
Metra menyebut normalisasi merupakan salah satu langkah jangka pendek untuk menjaga fungsi saluran sebelum dilakukan penanganan yang lebih permanen melalui pembangunan infrastruktur.
“Terakhir kami normalisasi drainase pada Juni, insya Allah bulan ini akan dilakukan normalisasi lagi. Harusnya tiga bulan sekali dilakukan normalisasi,” ujarnya.
Dua Rumah Pompa Disiapkan di Nagoya
Selain normalisasi, pemerintah juga menggunakan infrastruktur pendukung untuk mengatasi genangan di sejumlah kawasan.
Untuk kawasan Nagoya, misalnya, terdapat dua rumah pompa dengan kapasitas masing-masing 1.500 liter per detik.
Keberadaan rumah pompa tersebut membantu mempercepat pengaliran air ketika terjadi genangan.
Sementara untuk kawasan Bengkong, DBMSDA menyiapkan penanganan yang bersifat permanen melalui pembangunan kolam retensi di kawasan Cahaya Garden.
Pembangunan kolam retensi tersebut direncanakan masuk dalam program tahun anggaran 2027.
Rencana itu menjadi salah satu langkah penanganan setelah genangan terjadi di kawasan Bengkong Swadebi pada Selasa (22/9/2026).
Menurut Metra, banjir di kawasan tersebut dipengaruhi limpasan air dari kawasan perumahan Cahaya Garden dan sekitar SMP 6 Sei Panas yang kemudian bertemu di Bengkong Swadebi.
Kondisi semakin sulit ketika terjadi pasang air laut. Air yang seharusnya mengalir menuju laut menjadi tertahan.
“Di Bengkong kemarin juga ada plat, sedimen dan batuan yang menutupi drainase sehingga membuat genangan,” kata Metra.
Kolam Retensi Dilengkapi Pintu Air
Kolam retensi yang direncanakan di Cahaya Garden nantinya akan dilengkapi dengan pintu air.
Sistem tersebut memungkinkan air ditampung terlebih dahulu sebelum kemudian dialirkan secara bertahap.
Metra memastikan pembangunan kolam retensi Cahaya Garden telah masuk dalam Kebijakan Umum APBD-Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) DBMSDA untuk 2027.
Selain Bengkong, penanganan genangan juga direncanakan di sejumlah kawasan lain.
“Selain di Bengkong, untuk 2027 kita juga menganggarkan untuk beberapa kawasan di Sekupang dan Sagulung, satunya juga di depan SP Plaza dimana genangan sering terjadi. Akan kami tangani secara bertahap,” ujarnya.
Dengan langkah tersebut, penanganan banjir di Batam tidak hanya mengandalkan pembersihan saluran ketika terjadi penyumbatan.
Normalisasi drainase menjadi langkah rutin untuk menjaga kapasitas aliran, sementara pembangunan kolam retensi dan infrastruktur pendukung disiapkan sebagai penanganan jangka panjang di titik-titik yang memiliki persoalan genangan.
Penulis : RP
Editor : IZ

















