INIKEPRI.COM – Pemerataan investasi dan pembangunan di Kepulauan Riau (Kepri) kembali menjadi sorotan. Anggota Komisi VI DPR RI, Sturman Panjaitan, meminta dukungan pemerintah, badan usaha milik negara (BUMN), serta mitra kerja Komisi VI tidak hanya berpusat di Batam, tetapi juga menjangkau kabupaten dan pulau-pulau terluar.
Menurut Sturman, karakteristik Kepri sebagai wilayah kepulauan membuat pemerataan pembangunan membutuhkan perhatian khusus. Di tengah pertumbuhan Batam sebagai pusat industri dan investasi, masih ada daerah yang membutuhkan penguatan infrastruktur serta akses terhadap layanan dasar.
“Semua mitra ini seyogianya bermanfaat bagi masyarakat Provinsi Kepulauan Riau, bukan hanya di Batam,” kata Sturman saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR RI di Batam, Jumat (9/10/2026).
Kunjungan tersebut melibatkan sejumlah mitra kerja, di antaranya BP BUMN, PT Danantara Asset Management (PT DAM), Kementerian Koperasi, BP Batam, serta sejumlah BUMN dan perbankan.
Kepri Punya 2.408 Pulau, Pemerataan Jadi Tantangan
Sturman menjelaskan, berdasarkan data yang disampaikannya, Kepri memiliki 2.408 pulau. Dari jumlah tersebut, 292 pulau berpenghuni dan 22 pulau berbatasan langsung dengan negara tetangga.
Kondisi geografis tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan pembangunan, terutama untuk memastikan masyarakat di pulau-pulau berpenghuni memperoleh akses terhadap kebutuhan dasar.
Ia menyoroti sejumlah persoalan yang masih perlu mendapat perhatian, mulai dari ketersediaan listrik, air bersih, jalan, sarana komunikasi, hingga bahan bakar untuk kebutuhan rumah tangga.
Keterbatasan infrastruktur juga berpengaruh terhadap distribusi barang dan pemenuhan kebutuhan masyarakat. Jarak antarpulau serta kondisi geografis membuat upaya pemerataan layanan dan kegiatan ekonomi membutuhkan dukungan yang lebih terarah.
Bagi Sturman, pembangunan Kepri tidak cukup hanya diukur dari pertumbuhan investasi di kawasan industri. Pemerintah dan para mitra pembangunan juga perlu melihat sejauh mana masyarakat di wilayah kepulauan memperoleh akses terhadap fasilitas dasar dan kesempatan ekonomi.
Natuna, Anambas, Lingga, dan Bintan Diminta Jadi Perhatian
Untuk memastikan kebutuhan masyarakat diketahui secara langsung, Sturman meminta para mitra kerja Komisi VI DPR RI ikut meninjau kondisi sejumlah daerah di Kepri, khususnya Natuna, Kepulauan Anambas, Lingga, dan Bintan.
Ia menilai kunjungan lapangan penting untuk mengidentifikasi persoalan yang dihadapi masyarakat sekaligus menentukan bentuk dukungan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah.
“Saya meminta mitra-mitra ini datang ke Natuna, Anambas, Lingga, Bintan, bersama-sama saya, untuk melihat bagaimana kondisi masyarakat di sana,” ujarnya.
Sturman berharap perhatian terhadap daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) tidak berhenti pada perencanaan. Kehadiran langsung para pemangku kepentingan diharapkan membantu memetakan kebutuhan infrastruktur, peluang investasi, serta dukungan ekonomi yang dapat dikembangkan.
Menurutnya, setiap daerah memiliki tantangan dan potensi berbeda. Karena itu, pendekatan pembangunan perlu mempertimbangkan kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat setempat.
Pembangunan Kepri Tak Cukup Bertumpu pada Batam
Batam selama ini menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri dan investasi di Kepri. Namun, Sturman mengingatkan bahwa kemajuan daerah kepulauan tersebut perlu berjalan seiring dengan pembangunan di wilayah lainnya.
Dukungan infrastruktur, pendanaan, dan investasi perlu diperluas agar kabupaten dan kota lain memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berkembang. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di satu wilayah.
Sinergi Komisi VI DPR RI dengan kementerian, badan, BUMN, dan sektor perbankan dinilai memiliki peran penting untuk mendorong upaya tersebut.
Sturman berharap kolaborasi antarlembaga dapat memperkuat pemerataan investasi sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan dasar dan peluang ekonomi.
Bagi Kepri yang wilayahnya tersebar di ribuan pulau, pembangunan yang merata menjadi tantangan sekaligus kebutuhan. Pertumbuhan Batam diharapkan dapat berjalan beriringan dengan kemajuan Natuna, Anambas, Lingga, Bintan, dan wilayah kepulauan lainnya, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Penulis : RP
Editor : IZ

















