Lendot, Makanan Khas Melayu Jadi Menu Pembuka di Swiss Bell Hotel Batam

- Publisher

Senin, 8 Februari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ist)

(ist)

INIKEPRI.COM – Masakan Melayu Lendot bakal menjadi menu baru di Swiss-Bell Hotel Harbour Bay Batam yang akan diresmikan bulan Maret mendatang. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata jadi orang pertama yang mencicipi lendot buatan Executive Chef Swiss-Bell Hotel Harbour Bay Batam, M Hade Mahadir. 

Ardi mengapresiasi kepada Swiss-Bell Hotel Harbour Bay Batam dalam rangka upaya mengenalkan lendot kepada wisatawan. Tak hanya itu, ikut mendukung program Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2018 Tentang Pemajuan Kebudayaan Melayu. 

BACA JUGA:  Rudi-Amsakar Dilantik Senin Pagi, Jabatan Wali Kota Batam Tidak Jadi di Plh-kan

“Saya sangat senang ada menu lendot sebagai makan pembuka, wisatawan pasti senang mencicipi lendot,” katanya, Senin (8/2/2021). 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata mencicipi lendot di Swiss Bell Hotel Harbour Bay Batam, Senin (8/2/2021). (Ist)

Menurut Ardi, lendot yang disajikan oleh Swiss-Bell Hotel Harbour Bay Batam sudah sesuai asli Melayu, mulai dari rasa, komposisi, dan tampilan. Menurutnya lendot ini sangat cocok sebagai hidangan pembuka. 

“Sebelum tamu menyantap main course, tamu disajikan lendot sebagai appetizer,” ucapnya.

BACA JUGA:  Inilah Duta CHSE Kota Batam 2020

Executive Chef Swiss-Bell Hotel Harbour Bay Batam, M Hade Mahadir mengatakan Swiss-Bell Hotel Harbour Bay Batam ingin menonjolkan masakan khas Melayu kepada tamu. “Kita akan membangkitkan kembali makanan khas Melayu yang lama tak terdenggar, selain lendot ada menu asam pedas juga bakal di launching,” katanya. 

Menurutnya lendot akan disajikan sebagai pembuka, sebagai menu pembangkit selera sebelum menyantap menu utama. Lendot menjadi menu ala carte yang bisa disantap saat makan siang atau malam. Lanjut dia, lendot mempunyai cita rasa gurih dan pedas dari lada putih. Kemudian kuahnya bertekstur lendir seperti lem, dan isiannya terdapat sayur dan aneka seafood. 

BACA JUGA:  Yuk Nonton Grand Final Pemilihan Duta CHSE Batam 2020, Ini Link-nya

“Lendot ini berbahan yang simpel pakai tepung sagu, kemudian bumbunya halus bawang putih dan bawang merah, pakai white pepper, dengan sayur kangkung atau daun paku, kemudian ada potongan udang, dan ikan bilis,” terangnya.

M Hade Mahadir menyampaikan akan terus mempromosikan menu khas Melayu lainnya sehingga makanan Melayu makin dikenal. “Kita akan adakan di menu buka puasa nanti, kita akan bikin stall khas Melayu,” kata dia mengakhiri. (ER/Ril)

Berita Terkait

Kepala BP Batam Apresiasi Konsolidasi Kadin Batam, Dorong Percepatan Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi
Disnakertrans Kepri Lepas 25 Peserta Magang ke Jepang dari Credible College
Akselerasi Kinerja Layanan dan Tata Kelola, RSBP Batam Serap Praktik Terbaik dari RS Tk. II dr. Soepraoen Malang
Hari Posyandu 2026, Erlita Amsakar Dorong Kader Tingkatkan Layanan Berbasis 6 SPM
PLN Batam Ingatkan Risiko Fatal Listrik Ilegal, dari Korsleting hingga Korban Jiwa
Amsakar Ajukan Ranperda Persampahan, Targetkan Sampah Jadi Sumber Ekonomi
Kolam Sukajadi Fatmawati Jadi Arena Seleksi POPDA, Akuatik Batam Bidik Medali
Li Claudia Tegaskan Tidak Ada Toleransi untuk Pelaku Perusakan Lingkungan

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 21:55 WIB

Kepala BP Batam Apresiasi Konsolidasi Kadin Batam, Dorong Percepatan Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 30 April 2026 - 17:51 WIB

Disnakertrans Kepri Lepas 25 Peserta Magang ke Jepang dari Credible College

Kamis, 30 April 2026 - 16:43 WIB

Akselerasi Kinerja Layanan dan Tata Kelola, RSBP Batam Serap Praktik Terbaik dari RS Tk. II dr. Soepraoen Malang

Kamis, 30 April 2026 - 09:17 WIB

Hari Posyandu 2026, Erlita Amsakar Dorong Kader Tingkatkan Layanan Berbasis 6 SPM

Kamis, 30 April 2026 - 08:46 WIB

PLN Batam Ingatkan Risiko Fatal Listrik Ilegal, dari Korsleting hingga Korban Jiwa

Berita Terbaru