Bungkus Teh, Isi Maut: TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,9 Ton Sabu di Laut Karimun

- Publisher

Jumat, 16 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi sabu dalam bungkus teh Cina. Foto: Istimewa

Ilustrasi sabu dalam bungkus teh Cina. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM — Laut yang tampak tenang di wilayah barat Indonesia ternyata menyimpan gelombang kejahatan transnasional yang tak terlihat dari permukaan. Pada Selasa, 13 Mei 2025, satu kapal kecil melaju lambat di perairan Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, memancing kecurigaan personel TNI Angkatan Laut dari Komando Armada I (Koarmada I) yang sedang menjalankan patroli rutin.

Kecurigaan itu bukan tanpa alasan. Dalam hitungan menit setelah pemeriksaan intensif dilakukan, sebanyak 95 karung ditemukan dalam lambung kapal. Karung-karung tersebut bukan berisi hasil laut atau logistik biasa, melainkan bungkus teh China yang di dalamnya ternyata menyimpan narkotika jenis sabu-sabu seberat total 1,9 ton.

“Iya benar, kita mengamankan hampir 2 ton narkotika jenis sabu-sabu,” ujar Laksamana Muda TNI Fauzi, Panglima Koarmada I, dalam keterangannya pada Jumat, 16 Mei 2025.

BACA JUGA:  Tolak Pendeta Gomar Gultom Jadi Pengkhotbah di Natal Oikumene Batam, Fisman F. Gea: Diragukan Netralitasnya, Terindikasi Dukung Salah Satu Capres

Karung demi Karung, Paket Kematian

Dalam proses penghitungan di lokasi, tim menemukan:
• 35 karung kuning, masing-masing berisi 20 bungkus teh China hijau — total 700 bungkus sabu dengan berat sekitar 700 kilogram.
• 60 karung putih, masing-masing berisi 20 bungkus teh China merah — total 1.200 bungkus sabu dengan estimasi 1.200 kilogram.

Seluruhnya berjumlah 1.900 bungkus sabu, setara dengan 1.900 kilogram atau 1,9 ton sabu-sabu kristal. Jika dibagi dalam dosis konsumsi rata-rata satu gram, maka ini setara dengan 1,9 juta dosis narkoba yang nyaris menyebar ke wilayah Indonesia atau bahkan kawasan regional.

Sindikat yang Tak Pernah Tidur, Aparat yang Tak Pernah Lengah

Penangkapan ini bukan sekadar keberhasilan teknis, tetapi juga bentuk respons strategis militer dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasional, terutama terhadap ancaman narkotika yang kini telah bertransformasi menjadi jaringan lintas negara.

BACA JUGA:  Tak Langgar Ketentuan Ekspor, TNI AL Lepas Kapal Bermuatan CPO

Wilayah Kepulauan Riau, yang berbatasan langsung dengan Singapura, Malaysia, dan jalur perdagangan Asia Tenggara, telah lama menjadi titik rawan. Pelaku sindikat internasional kerap menjadikan laut sebagai jalur logistik gelap yang sulit dideteksi radar darat.

Metode penyamaran barang dengan bungkus teh China bukan hal baru. Pola serupa ditemukan dalam kasus-kasus besar di Dumai, Batam, Aceh, hingga Medan, yang diduga kuat berkaitan dengan jaringan Golden Triangle (Segitiga Emas) — kawasan produsen narkoba terbesar di Asia Tenggara meliputi Myanmar, Laos, dan Thailand.

Akan Dirilis Langsung Panglima TNI

Meski rincian lebih lanjut mengenai kronologi penangkapan dan identitas awak kapal masih dirahasiakan, Laksda TNI Fauzi memastikan bahwa rilis resmi akan dilakukan oleh Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, dalam waktu dekat.

BACA JUGA:  Kadisbudpar Bagikan Masker di Kampung Bule

Kuat dugaan bahwa pengungkapan kali ini membuka pintu ke investigasi lebih besar terhadap struktur jaringan penyelundupan narkoba internasional yang menyusup lewat jalur laut Indonesia.

Infografis daya rusak sabu 1,9 ton. Foto: INIKEPRI.COM

Catatan Kritis: Laut Kita, Ancaman Mereka

Jika disandingkan dengan penangkapan-penangkapan besar sebelumnya — termasuk kasus 1,6 ton sabu di Dumai (2022) dan 3 ton sabu di Aceh (2023) — maka peristiwa ini menambah catatan penting dalam sejarah perang panjang Indonesia terhadap narkotika.

Laut Indonesia, selain kaya hasil bumi, juga menyimpan risiko: menjadi koridor lintas bebas narkoba jika tak diawasi ketat. Dalam konteks ini, kehadiran TNI AL sebagai penjaga garis depan bukan hanya penting — tetapi vital.

Dan kali ini, mereka menang.
Tapi perang belum usai.

Penulis : IZ

Berita Terkait

BP Batam Terima Audiensi Pengurus PMII, Bahas Isu Strategis Pembangunan Batam
PLN Batam Pastikan Tarif Listrik Belum Naik, Masyarakat Diminta Cek Informasi Resmi
Li Claudia Sambut Delegasi Pertahanan 19 Negara, Batam Tunjukkan Posisi Strategis di Kawasan
Cen Sui Lan Sambut Jamaah Haji Natuna di Asrama Haji Batam, Pemkab Siapkan Penyambutan di Ranai
Natuna Kembali Raih Opini WTP 2025, Cen Sui Lan: Hasil Kerja Keras Kita Bersama
Cuaca Batam 4 Juni 2026, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi Pagi hingga Dini Hari
Respons BP Batam Soal Air Keruh di Tiban: ABHi Lakukan Penanganan dan Flushing Bertahap Pasca Pekerjaan Interkoneksi Pipa Transmisi Ladi
Volume Peti Kemas Direct Call Tembus 58 Ribu TEUs, TPK Batu Ampar Kian Kokoh sebagai Gerbang Logistik Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:30 WIB

BP Batam Terima Audiensi Pengurus PMII, Bahas Isu Strategis Pembangunan Batam

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:46 WIB

PLN Batam Pastikan Tarif Listrik Belum Naik, Masyarakat Diminta Cek Informasi Resmi

Kamis, 4 Juni 2026 - 07:29 WIB

Li Claudia Sambut Delegasi Pertahanan 19 Negara, Batam Tunjukkan Posisi Strategis di Kawasan

Kamis, 4 Juni 2026 - 07:23 WIB

Cen Sui Lan Sambut Jamaah Haji Natuna di Asrama Haji Batam, Pemkab Siapkan Penyambutan di Ranai

Kamis, 4 Juni 2026 - 07:00 WIB

Natuna Kembali Raih Opini WTP 2025, Cen Sui Lan: Hasil Kerja Keras Kita Bersama

Berita Terbaru