INIKEPRI.COM – Ada pemandangan berbeda dalam peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh MAN Karimun di Masjid Ar-Rahman, Kelurahan Lubuk Semut, Kab. Karimun hari ini, Sabtu (17/1/2026).
Jika biasanya mimbar didominasi oleh penceramah senior, kali ini panggung dakwah justru dikuasai oleh dua talenta muda dari MAN Karimun, Nafisah Aqila Aska dan Davthie.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya di mana peringatan Isra Mikraj biasanya digelar di lingkungan madrasah, tahun ini MAN Karimun mengambil langkah berani dengan terjun langsung ke tengah masyarakat.
Panitia Pelaksana, Hailani, menjelaskan bahwa perpindahan lokasi ke Masjid Ar-Rahman ini merupakan langkah strategis untuk mempererat silaturahmi antara siswa dan warga sekitar.
“Tujuan utama kami tahun ini adalah agar siswa bisa berbaur langsung dengan masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa pendidikan di MAN Karimun tidak hanya teoritis, tapi juga praktis. Dengan tampil di masjid umum, siswa belajar bersosialisasi sekaligus mensyiarkan agama di lingkungan yang lebih luas,” ungkap Hailani.
Kehadiran duo penceramah milenial ini terbukti sukses menjadi magnet bagi kaum muda. Masjid yang biasanya didominasi jamaah lanjut usia, siang ini tampak dipenuhi oleh barisan remaja yang antusias menyimak setiap pesan yang disampaikan.
Nafisah dan Davthie tampil dengan gaya yang segar. Tanpa menghilangkan esensi kemuliaan peristiwa Isra Mikraj, keduanya membawakan materi dengan bahasa yang lebih santai dan relevan dengan kehidupan sehari-hari anak muda zaman sekarang. Mulai dari isu kesehatan mental, penggunaan media sosial yang bijak, hingga pentingnya memiliki “pegangan” spiritual di tengah gempuran tren duniawi, dikupas tuntas dengan gaya komunikasi dua arah.
“Kami ingin menunjukkan bahwa pergi ke masjid itu keren dan mendengar ceramah itu tidak membosankan. Kami bicara sebagai teman sebaya, sehingga pesan Isra Mikraj ini bisa masuk ke hati teman-teman Gen Z,” ujar Keyla usai acara.
Pihak pengurus Masjid Ar-Rahman Lubuk Semut pun menyambut positif inisiatif ini. Pelibatan siswa MAN Karimun seperti Nafisah dan Davthie dinilai sebagai langkah jitu untuk melakukan “upgrade” pada metode syiar agama agar tidak ditinggalkan oleh generasi muda.
Melalui aksi Nafisah dan Davthie, MAN Karimun kembali membuktikan bahwa sekolah tidak hanya mencetak siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga mampu melahirkan figur publik yang mampu membawa perubahan positif di tengah masyarakat.
Penulis : RP
Editor : IZ

















