INIKEPRI.COM – Kepedulian masyarakat Natuna kembali terlihat saat musibah kebakaran melanda kawasan Air Payang, Kelurahan Ranai Kota. Dalam waktu singkat, aksi penggalangan dana yang diprakarsai H. Raja Mustakim berhasil menghimpun bantuan sebesar Rp31.750.000 untuk membantu pemulihan rumah warga terdampak.
Kebakaran yang terjadi pada Senin malam, 9 Februari 2026, menghanguskan satu unit rumah dan menyebabkan korban kehilangan tempat tinggal beserta sebagian besar harta benda.
Pada malam kejadian, Bupati Natuna Cen Sui Lan turun langsung ke lokasi untuk memastikan penanganan darurat berjalan serta menginstruksikan perangkat daerah terkait agar segera menyalurkan bantuan awal.
Rasa empati terhadap korban mendorong Raja Mustakim menginisiasi penggalangan donasi terbuka selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Februari 2026. Aksi tersebut diawali dengan sumbangan pribadi, yang kemudian diikuti partisipasi masyarakat dari berbagai kalangan.
Pengumpulan bantuan dilakukan secara terbuka dengan melibatkan unsur KPDN dan tokoh masyarakat guna menjaga transparansi serta memastikan bantuan tepat sasaran.
Didampingi Ketua Dewan Pembina KPDN Hadi Candra, dana yang terkumpul diserahkan langsung kepada korban pada Jum’at (13/2/2026). Sebagian bantuan dimanfaatkan untuk kebutuhan harian pascakebakaran, sementara sisanya dialokasikan untuk pembangunan kembali rumah agar layak dihuni.
Raja Mustakim dalam keterangannya, menegaskan, bahwa aksi tersebut lahir dari kepedulian bersama, bukan semata kegiatan organisasi.
“Musibah ini adalah duka kita bersama. Karena itu kami berinisiatif mengajak masyarakat bergotong royong membantu saudara kita yang tertimpa bencana. Alhamdulillah, dalam waktu singkat banyak pihak ikut berpartisipasi. Bantuan ini adalah amanah, dan kami pastikan seluruhnya digunakan untuk membantu korban bangkit kembali,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur yang telah menunjukkan solidaritas nyata kepada sesama warga Natuna.
“Semangat kebersamaan seperti inilah yang harus terus kita jaga. Ketika ada warga yang mengalami kesulitan, kita hadir tidak hanya memberi bantuan materi, tetapi juga dukungan moral agar mereka tidak merasa sendiri,” tambahnya.
Aksi kemanusiaan ini menjadi gambaran kuatnya nilai kebersamaan masyarakat Natuna. Kolaborasi antara masyarakat, tokoh daerah, dan pemerintah menunjukkan bahwa respons cepat berbasis solidaritas mampu mempercepat pemulihan korban sekaligus mempererat ikatan sosial.
Bantuan yang disalurkan diharapkan menjadi langkah awal bagi korban untuk memulai kembali kehidupan secara lebih stabil, sekaligus menjadi pengingat bahwa budaya gotong royong tetap hidup dan menjadi kekuatan utama masyarakat Natuna.
Penulis : IZ

















