Kepri Bakal Punya Kodam Sendiri, TNI AD Perkuat Wilayah Perbatasan

- Publisher

Minggu, 26 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasrem 033/Wira Pratama Kolonel Inf Achmad Marzuki bersalaman dengan salah seorang tokoh masyarakat saat meninjau lokasi di sela kegiatan Groundbreaking Jembatan Garuda Kodam XIX/Tuanku Tambusai secara virtual di Desa Toapaya Utara, Kabupaten Bintan, Jumat (27/3/2026). Foto: Korem033

Kasrem 033/Wira Pratama Kolonel Inf Achmad Marzuki bersalaman dengan salah seorang tokoh masyarakat saat meninjau lokasi di sela kegiatan Groundbreaking Jembatan Garuda Kodam XIX/Tuanku Tambusai secara virtual di Desa Toapaya Utara, Kabupaten Bintan, Jumat (27/3/2026). Foto: Korem033

INIKEPRI.COM – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) tengah mematangkan rencana strategis pembentukan Komando Daerah Militer (Kodam) khusus di wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem pertahanan di kawasan perbatasan yang memiliki nilai geopolitik tinggi.

Rencana tersebut sekaligus akan memisahkan kendali teritorial Kepri dari Kodam XIX/Tuanku Tambusai yang saat ini masih membawahi dua provinsi, yakni Riau dan Kepulauan Riau.

Kepala Staf Korem (Kasrem) 033/Wira Pratama, Achmad Marzuki, mengonfirmasi bahwa Kepri ke depan akan memiliki komando teritorial sendiri.

“Kita akan punya Kodam sendiri, Kodam Kepulauan Riau. Terpisah dari yang di Riau,” ujarnya.

BACA JUGA:  Fokus ke Pemilu 2024, Rumah Amsakar Mendengar Dihentikan Sementara Waktu

Meski demikian, ia menegaskan bahwa jadwal resmi pembentukan masih menunggu keputusan dari pimpinan TNI AD.

“Tunggu dan dengar saja soal waktunya,” tambahnya.

Perkuat Satuan hingga Daerah

Seiring rencana pembentukan Kodam, TNI AD juga menyiapkan penguatan di level bawah melalui penambahan Batalyon Teritorial Pembangunan. Saat ini, satu batalyon telah beroperasi di Lingga dengan fokus pada kegiatan teritorial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Ke depan, dua batalyon tambahan direncanakan akan dibangun di Bintan dan Natuna. Satuan ini memiliki fungsi khusus, termasuk mendukung sektor pertanian dan peternakan sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan.

BACA JUGA:  Lik Khai Rayakan Hari Jadi ke-61 Tahun

Sementara untuk wilayah Batam, pembangunan batalyon masih menunggu kajian teknis dari Kementerian Pertahanan.

Respons Dinamika Keamanan Global

Sebelumnya, Komandan Korem 033/Wira Pratama, Bambang Herqunanto, menegaskan bahwa pembentukan struktur komando baru merupakan respons terhadap meningkatnya kompleksitas ancaman global, khususnya di kawasan strategis seperti Selat Malaka dan Laut Cina Selatan.

“Dengan ancaman yang semakin tinggi, kita membutuhkan kendali yang lebih efektif dan cepat,” ujarnya dalam pernyataan sebelumnya.

Langkah ini juga sejalan dengan kebijakan nasional yang sebelumnya telah meresmikan sejumlah Kodam baru, termasuk pembentukan Kodam XIX/Tuanku Tambusai sebagai hasil pemekaran dari Kodam I/Bukit Barisan.

BACA JUGA:  Tilep Uang Prajurit Raider 136/TS, Letkol Dipecat dari TNI dan Diseret ke Penjara

Peresmian tersebut dilakukan oleh Prabowo Subianto dalam upacara militer pada Agustus 2025 sebagai bagian dari strategi memperkuat pertahanan negara.

Wilayah Strategis Butuh Kendali Cepat

Dengan karakter wilayah yang didominasi lautan serta berada di jalur perdagangan internasional, Kepulauan Riau dinilai membutuhkan sistem komando yang lebih mandiri dan responsif.

Pembentukan Kodam khusus Kepri diharapkan mampu mempercepat pengambilan keputusan militer, meningkatkan pengawasan wilayah perbatasan, serta memperkuat stabilitas keamanan di kawasan yang berbatasan langsung dengan negara lain.

Langkah ini sekaligus menandai babak baru dalam penataan kekuatan pertahanan Indonesia di wilayah maritim strategis.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

BP Batam Kurangi Biaya Operasional Rutin, Perkuat Belanja Modal Produktif Demi Tingkatkan Pelayanan Investasi
Ranperda APBD 2025: Kekayaan Bersih Pemko Batam Capai Rp13,69 Triliun, Amsakar Beberkan Penyebabnya
Batam Bangun Jalan Baru Rp130 Miliar! Kemacetan di Batuaji hingga Bandara Bakal Berkurang, Ditarget Rampung 2029
Pemko Batam Siapkan Edaran Pembatasan Penggunaan Gawai bagi Anak, Orang Tua Diminta Lebih Waspada
Tablig Akbar 1 Muharram 1448 H, Amsakar Bacakan Puisi “Jabal Uhud” di Hadapan Ribuan Jemaah
Ditpam BP Batam Resmi Berada di Bawah Koordinasi Deputi Bidang Pelayanan Umum
Putus Mata Rantai Pencurian Aset Publik dan Vandalisme, BP Batam Teken Pakta Integritas Bersama Polda Kepri dan Pelaku Usaha Scrap
Orang Tua Wajib Tahu! Ada Bantuan Pendidikan dan Seragam Gratis dari Pemko Batam

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:58 WIB

BP Batam Kurangi Biaya Operasional Rutin, Perkuat Belanja Modal Produktif Demi Tingkatkan Pelayanan Investasi

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:36 WIB

Ranperda APBD 2025: Kekayaan Bersih Pemko Batam Capai Rp13,69 Triliun, Amsakar Beberkan Penyebabnya

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:17 WIB

Batam Bangun Jalan Baru Rp130 Miliar! Kemacetan di Batuaji hingga Bandara Bakal Berkurang, Ditarget Rampung 2029

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:14 WIB

Pemko Batam Siapkan Edaran Pembatasan Penggunaan Gawai bagi Anak, Orang Tua Diminta Lebih Waspada

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:06 WIB

Tablig Akbar 1 Muharram 1448 H, Amsakar Bacakan Puisi “Jabal Uhud” di Hadapan Ribuan Jemaah

Berita Terbaru