Halalbihalal KKST Kepri, Ruang Rindu dan Persatuan di Tanah Rantau

- Publisher

Minggu, 26 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama di Halalbihalal KKST. Foto: INIKEPRI.COM

Foto bersama di Halalbihalal KKST. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Suasana hangat penuh kekeluargaan terasa kental dalam acara Halalbihalal Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) Provinsi Kepulauan Riau yang digelar di Gerai Nelayan 2M, Kampung Tua Mentarau, Kecamatan Sekupang, Batam, Minggu (26/4/2026).

Acara ini bukan sekadar tradisi pasca-Idulfitri, tetapi menjadi ruang temu lintas tokoh, pejabat, dan masyarakat untuk mempererat persatuan di tengah keberagaman yang menjadi identitas Provinsi Kepulauan Riau.

Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya anggota DPD RI La Ode Umar Bonte, Dwi Ajeng Sekar Respaty, Gubernur Kepri Ansar Ahmad, serta Wali Kota Batam sekaligus Ex Officio Kepala BP Batam Amsakar Achmad.

Turut hadir pula Komisaris Independen BTN Pietra Machreza Paloh, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam, Raja Muhammad Amin, serta sejumlah tokoh masyarakat seperti Hasyim.

Amsakar Pamit Haji, Titip Kepemimpinan

Dalam kesempatan ini, Amsakar Achmad memanfaatkan momentum untuk menyampaikan pesan yang cukup emosional.

BACA JUGA:  Aspirasi Warga Langsung Didengar! Begini Cara Amsakar Tangani Persoalan di Batam

Ia mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat dirinya akan menunaikan ibadah haji bersama sang istri.

“Saya pamit, insyaAllah akan berangkat haji bersama istri. Dalam masa itu, saya titipkan jalannya pemerintahan kepada Ibu Wakil Wali Kota, Li Claudia,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil oleh wakil wali kota merupakan bagian dari keputusan bersama.

“Apa yang dilakukan oleh Ibu Li Claudia adalah kebijakan saya juga. Saya mohon dukungan dari seluruh tokoh dan elemen masyarakat agar roda pemerintahan tetap berjalan baik,” tambahnya.

Ajakan Persatuan Tanpa Sekat

Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menekankan pentingnya menjaga persatuan tanpa memandang latar belakang suku maupun asal-usul.

“Kita tidak perlu mempersoalkan dari mana kita berasal. Yang penting hati kita merah putih,” tegas Ansar.

Ia juga mengingatkan bahwa Kepulauan Riau selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan tingkat toleransi tertinggi di Indonesia.

BACA JUGA:  BP Batam Raih Penghargaan “Outstanding Investment Performance”, Amsakar Persembahkan untuk Warga Batam

“Ini adalah modal besar dalam membangun daerah. Kita harus jaga. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” katanya.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan sambutan. Foto: INIKEPRI.COM

Ansar mengajak momentum halalbihalal ini dijadikan sebagai penguat komitmen kebangsaan dan kebersamaan dalam membangun Kepri ke depan.

KKST Jadi Wadah Penguatan Solidaritas

Ares, Ketua panitia, dalam sambutannya menyebut bahwa kegiatan ini membawa nilai kebaikan yang besar, tidak hanya bagi komunitas Sulawesi Tenggara, tetapi juga bagi masyarakat luas.

“Halalbihalal ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi menjadi sarana mempererat ukhuwah dan memperkuat kontribusi sosial,” ujarnya.

Senada dengan itu, tokoh masyarakat KKST La Ode Salman menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.

“Semoga persatuan kita semakin kuat dan memberikan manfaat luas,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah tokoh Sulawesi Tenggara di Batam, seperti Hasyim, Muslimin, dan La Ode Tani, menyatakan kesiapan untuk bergabung dalam kepengurusan KKST.

BACA JUGA:  Hujan Masih Berlanjut, PLN Batam Imbau Pelanggan Amankan Penggunaan Kelistrikan
Antusiasme perantau asal Sulawesi Tenggara di Halalbihalal KKST. Foto: INIKEPRI.COM

“Ini menjadi energi baru. Harapannya, organisasi ini semakin solid dan mampu menjangkau masyarakat Sultra, terutama yang berada di pulau-pulau,” tambahnya.

Hangatnya Budaya dalam Kebersamaan

Tak hanya diisi dengan sambutan, acara juga menghadirkan nuansa budaya melalui sajian kuliner khas. Hidangan seperti lapa-lapa khas Sulawesi Tenggara dan Suami, menu khas Ambon, menambah kehangatan suasana.

Acara kemudian ditutup dengan tausyiah oleh Ustaz Abu Muhammad Silitonga.

Lebih dari Sekadar Tradisi

Halalbihalal KKST Kepri tahun ini menjadi bukti bahwa tradisi dapat menjadi kekuatan sosial. Dari ruang sederhana di Sekupang, lahir pesan besar tentang persatuan, toleransi, dan kebersamaan.

Halalbihalal KKST menjadi ajang persatuan di Kepri. Foto: INIKEPRI.COM

Di tengah keberagaman latar belakang, para tokoh sepakat pada satu hal: Kepri hanya bisa maju jika seluruh elemen masyarakat berjalan bersama, saling mendukung, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan.

Penulis : IZ

Berita Terkait

Kepri Bakal Punya Kodam Sendiri, TNI AD Perkuat Wilayah Perbatasan
Ranperda LAM Batam Belum Diputuskan, DPRD Tunda Paripurna hingga Mei 2026
Cuaca Batam 25–26 April: Kondisi Cuaca Batam Cenderung Lembap, Hujan dan Petir Mengintai Siang Hari
Tawa Anak TK Pecah Saat Erlita Amsakar Datang, Nyanyi hingga Dongeng Bikin Suasana Hidup
BMKG Prediksi Jumat di Batam Didominasi Hujan Ringan hingga Malam
Gaspol Efisiensi! WFH ASN Batam Targetkan Hemat Rp18,1 Miliar
Perbaikan Selesai, Jalan Vista Kembali Dapat Digunakan
Benteng Baru di Laut! Amsakar: Batam di Jalur Dunia, Mako Bakamla Jadi Game Changer

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 13:46 WIB

Halalbihalal KKST Kepri, Ruang Rindu dan Persatuan di Tanah Rantau

Minggu, 26 April 2026 - 08:22 WIB

Kepri Bakal Punya Kodam Sendiri, TNI AD Perkuat Wilayah Perbatasan

Sabtu, 25 April 2026 - 09:37 WIB

Ranperda LAM Batam Belum Diputuskan, DPRD Tunda Paripurna hingga Mei 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 06:40 WIB

Cuaca Batam 25–26 April: Kondisi Cuaca Batam Cenderung Lembap, Hujan dan Petir Mengintai Siang Hari

Sabtu, 25 April 2026 - 06:35 WIB

Tawa Anak TK Pecah Saat Erlita Amsakar Datang, Nyanyi hingga Dongeng Bikin Suasana Hidup

Berita Terbaru