Nelayan Diusir Kapal Trawl Asing, Cen Sui Lan Minta Pangkoarmada RI dan KKP Perkuat Pengamanan Perairan Natuna Utara

- Publisher

Senin, 1 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Natuna Cen Sui Lan. Foto: INIKEPRI.COM

Bupati Natuna Cen Sui Lan. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Bupati Natuna, Cen Sui Lan, bergerak cepat menindaklanjuti laporan nelayan tradisional yang mengaku terpaksa meninggalkan wilayah tangkap mereka di Perairan Natuna Utara akibat aktivitas kapal pukat harimau yang diduga merupakan Kapal Ikan Asing (KIA) asal Vietnam.

Laporan tersebut langsung mendapat perhatian serius dari orang nomor satu di Natuna itu. Pada Senin (1/6/2026), Cen Sui Lan menegaskan bahwa keselamatan nelayan serta hak mereka untuk mencari nafkah di laut Indonesia harus mendapatkan perlindungan penuh dari negara.

Sebagai langkah awal, Cen Sui Lan segera berkoordinasi dengan Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Ia meminta pengawasan dan patroli keamanan di kawasan Perairan Natuna Utara diperkuat guna mencegah masuk dan beroperasinya kapal-kapal asing yang diduga melakukan aktivitas penangkapan ikan secara ilegal.

BACA JUGA:  Prosesi Adat Melayu Warnai Penyambutan Pangkosek II di Lanud Raden Sadjad Natuna

Menurut Cen Sui Lan, persoalan tersebut tidak hanya berdampak pada menurunnya hasil tangkapan nelayan, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan mereka saat melaut.

“Nelayan Natuna harus dapat bekerja dengan aman di wilayah laut Indonesia. Negara harus hadir memberikan perlindungan terhadap masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari sektor perikanan,” tegas Cen Sui Lan.

Ia menilai keberadaan kapal asing yang beroperasi di wilayah tangkap nelayan lokal dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang besar sekaligus mengganggu stabilitas aktivitas perikanan di daerah perbatasan.

Selain itu, Cen Sui Lan juga meminta agar operasi pengawasan dan penindakan terhadap kapal-kapal yang diduga melakukan praktik Illegal, Unreported and Unregulated Fishing (IUU Fishing) semakin ditingkatkan.

BACA JUGA:  Bupati Natuna Paparkan Pandangan Strategis dalam Diskusi Daring Bersama Seskoal

Menurutnya, penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan seperti trawl atau pukat harimau tidak hanya merugikan nelayan tradisional, tetapi juga berpotensi merusak ekosistem laut dan mengancam keberlanjutan sumber daya perikanan di Natuna.

“Praktik penangkapan ikan ilegal harus ditindak tegas. Selain merugikan nelayan, aktivitas tersebut juga dapat merusak sumber daya laut yang selama ini dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Natuna,” ujarnya.

Cen Sui Lan menegaskan, Pemerintah Kabupaten Natuna akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, TNI AL, Bakamla, KKP, dan seluruh instansi terkait untuk memastikan keamanan wilayah perairan Natuna Utara tetap terjaga.

BACA JUGA:  HUT ke-80 RI di Natuna Dimeriahkan Pawai Budaya, Tampilkan Kekayaan Tradisi Nusantara

Ia juga memastikan Pemkab Natuna siap menerima dan meneruskan setiap laporan dari nelayan sebagai bahan tindak lanjut bersama aparat yang berwenang.

Sebagai daerah yang berada di garis terdepan perbatasan Indonesia, Natuna memiliki posisi strategis yang harus dijaga bersama. Karena itu, Cen Sui Lan berharap kehadiran negara melalui patroli yang lebih intensif mampu memberikan rasa aman bagi para nelayan.

“Natuna adalah beranda terdepan NKRI. Kedaulatan negara dan keamanan nelayan harus menjadi prioritas bersama. Kami berharap pengawasan diperkuat sehingga nelayan dapat kembali melaut dan beraktivitas dengan tenang tanpa ancaman dari kapal-kapal asing,” pungkasnya.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Enam ASN BPBD Natuna Sandang Jabatan Analis Kebencanaan, Cen Sui Lan: Hadirlah Saat Masyarakat Membutuhkan
Cen Sui Lan Dorong FTZ Natuna: Jangan Biarkan Distribusi Tersendat, Harga Rakyat Melonjak
Distribusi Pangan ke Natuna Tersendat, Cen Sui Lan Libatkan Pengusaha hingga BKHIT Cari Jalan Keluar
Kelarik Utara Cup 2026 Tuntas, Cen Sui Lan Dorong Turnamen Desa Makin Meriah
Kabut Asap Kepung Serasan, Pemkab Natuna Terapkan Belajar dari Rumah Mulai Besok
Maulid Nabi di Tengah Keluarga Serasan, Cen Sui Lan: Jaga Silaturahmi dan Persaudaraan
Sang Juara Ranai Darat Dibikin Tak Berkutik, Raja Mustakim Menang Apollo di Meja Domino
Beras untuk Keluarga, Cek Kesehatan untuk Masa Depan: Langkah Natuna Perkuat Perlindungan Warga

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 16:02 WIB

Enam ASN BPBD Natuna Sandang Jabatan Analis Kebencanaan, Cen Sui Lan: Hadirlah Saat Masyarakat Membutuhkan

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:11 WIB

Cen Sui Lan Dorong FTZ Natuna: Jangan Biarkan Distribusi Tersendat, Harga Rakyat Melonjak

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:22 WIB

Distribusi Pangan ke Natuna Tersendat, Cen Sui Lan Libatkan Pengusaha hingga BKHIT Cari Jalan Keluar

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:14 WIB

Kelarik Utara Cup 2026 Tuntas, Cen Sui Lan Dorong Turnamen Desa Makin Meriah

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Kabut Asap Kepung Serasan, Pemkab Natuna Terapkan Belajar dari Rumah Mulai Besok

Berita Terbaru