INIKEPRI.COM — Badan Pengusahaan (BP) Batam menyiapkan anggaran Rp665,11 miliar untuk pembangunan dan penguatan infrastruktur di Batam pada 2027.
Anggaran tersebut menjadi bagian dari Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) BP Batam Tahun Anggaran 2027 yang dipaparkan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (31/8/2026).
Dalam rapat tersebut, Amsakar didampingi Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra. Secara keseluruhan, RKA BP Batam 2027 memiliki pagu sebesar Rp2,437 triliun.
Dari total anggaran pembangunan infrastruktur, jalan menjadi sektor dengan alokasi terbesar, yakni mencapai Rp299,98 miliar.
Anggaran tersebut diarahkan untuk memperkuat konektivitas antarkawasan di Batam, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat serta kelancaran distribusi barang dan logistik.
Selain jalan, BP Batam mengalokasikan Rp98,09 miliar untuk pembangunan drainase. Kemudian Rp88,55 miliar untuk pengembangan kawasan dan wisata, serta Rp75,54 miliar untuk pembangunan jembatan.
Sejumlah infrastruktur pendukung lainnya juga mendapat alokasi. Fasilitas Bandara Hang Nadim disiapkan anggaran Rp40,82 miliar, fasilitas air bersih dan limbah IPAL Rp29,41 miliar, fasilitas kesehatan RSBP Batam Rp24,11 miliar, serta fasilitas pelabuhan sebesar Rp8,61 miliar.
Komposisi anggaran tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan BP Batam pada 2027 tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik jalan. Infrastruktur dasar hingga fasilitas pelayanan publik juga menjadi bagian dari agenda pengembangan kawasan.
Pengembangan Kawasan Jadi Prioritas
Dalam RKA 2027, BP Batam membagi anggaran ke dalam dua program utama.
Program Pengembangan Kawasan Strategis mendapat porsi terbesar, yakni 60,5 persen atau sekitar Rp1,47 triliun. Sementara Program Dukungan Manajemen memperoleh alokasi 39,5 persen atau sekitar Rp963,03 miliar.
Porsi besar untuk pengembangan kawasan strategis berkaitan dengan pengelolaan kawasan, pelayanan investasi, pelayanan publik, serta pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur.
Arah kebijakan tersebut diselaraskan dengan Asta Cita dan tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027, yakni “Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Produktivitas, Investasi, dan Industri.”
Dengan arah tersebut, pembangunan infrastruktur ditempatkan bukan semata sebagai proyek fisik, tetapi sebagai bagian dari strategi memperkuat daya saing Batam dan menciptakan iklim investasi yang semakin kompetitif.
PNBP 2027 Ditargetkan Rp2,437 Triliun
Di sisi penerimaan, BP Batam menargetkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada 2027 sebesar Rp2,437 triliun.
Sektor pertanahan menjadi penyumbang terbesar dengan target Rp928,08 miliar atau sekitar 38,08 persen dari total PNBP.
Berikutnya, Badan Usaha SPAM ditargetkan menyumbang Rp552,46 miliar, kepelabuhanan Rp528,71 miliar, dan pengelolaan limbah Rp19,90 miliar.
Sementara Rumah Sakit BP Batam ditargetkan menghasilkan Rp182,41 miliar. Direktorat Pengelolaan Kawasan Bandar Udara diproyeksikan menyumbang Rp124,49 miliar.
Meski secara keseluruhan target PNBP 2027 diproyeksikan turun sekitar 0,43 persen dibandingkan 2026, sejumlah sektor justru menunjukkan pertumbuhan.
Peningkatan paling signifikan berasal dari penerimaan pengelolaan limbah yang melonjak dari Rp3,81 miliar menjadi Rp19,90 miliar atau tumbuh 421,52 persen.
Penerimaan dari sektor kepelabuhanan juga diproyeksikan meningkat 7,87 persen menjadi Rp528,71 miliar. Sementara penerimaan Rumah Sakit BP Batam diperkirakan tumbuh 2,33 persen menjadi sekitar Rp182,42 miliar.
Infrastruktur dan Investasi Berjalan Bersama
Rangkaian anggaran tersebut menggambarkan arah pembangunan BP Batam pada 2027. Infrastruktur tetap menjadi salah satu fondasi utama untuk menjaga pergerakan ekonomi kawasan.
Jalan, drainase, jembatan, bandara, pelabuhan, air bersih, pengelolaan limbah hingga fasilitas kesehatan ditempatkan dalam satu ekosistem pembangunan.
Penguatan infrastruktur diharapkan tidak hanya memperlancar aktivitas masyarakat, tetapi juga mendukung arus investasi, industri dan distribusi barang di kawasan Batam.
Melalui pembahasan RKA bersama Komisi VI DPR RI, BP Batam membawa agenda pembangunan 2027 dengan fokus pada penguatan kawasan sekaligus peningkatan kualitas pelayanan.
Bagi Batam sebagai kawasan strategis nasional, pembangunan infrastruktur menjadi bagian penting untuk menjaga daya saing. Infrastruktur yang semakin kuat diharapkan berjalan beriringan dengan investasi, industri dan kebutuhan masyarakat.
Dengan demikian, anggaran Rp665,11 miliar untuk infrastruktur bukan sekadar angka dalam dokumen RKA. Di dalamnya terdapat agenda memperkuat konektivitas, pelayanan publik dan fondasi ekonomi Batam untuk menghadapi persaingan kawasan pada tahun-tahun mendatang.
Penulis : RP
Editor : IZ

















