INIKEPRI.COM – Pemerintah Kabupaten Natuna terus memperkuat transformasi digital dengan memperluas layanan internet ke lima desa pada 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkecil kesenjangan akses informasi di wilayah yang berada jauh dari pusat pemerintahan.
Kepala Bidang E-Government Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Natuna, Trisnan Saputra, mengatakan lima desa yang menjadi sasaran perluasan jaringan tersebut meliputi Desa Cemaga, Desa Cemaga Tengah, dan Desa Cemaga Utara di Kecamatan Bunguran Selatan, Desa Air Lengit di Kecamatan Bunguran Tengah, serta Desa Selemam di Kecamatan Bunguran Timur Laut.
Menurut Trisnan, seluruh lokasi dipilih karena memiliki kebutuhan tinggi terhadap layanan internet yang stabil guna mendukung aktivitas pemerintahan berbasis digital.
“Kami ingin memastikan pelayanan pemerintahan di desa-desa dapat berjalan lebih cepat dan efisien. Karena itu, jaringan internet diperluas ke wilayah yang selama ini akses digitalnya masih terbatas,” ujarnya.
Ia menjelaskan jaringan yang digunakan merupakan fiber optik yang disediakan melalui pihak ketiga. Setiap desa akan dilengkapi dua titik akses dengan kapasitas masing-masing mencapai 50 Mbps.
“Fiber optik dipilih karena kualitas koneksinya lebih stabil dan mampu mendukung kebutuhan layanan pemerintahan maupun pelayanan kepada masyarakat secara lebih optimal,” katanya.
Selain memperluas jaringan ke desa, Pemkab Natuna juga menambah layanan internet di sektor kesehatan melalui pemasangan jaringan di Puskesmas Bunguran Selatan.
“Fasilitas kesehatan juga menjadi prioritas karena pelayanan kesehatan saat ini semakin bergantung pada sistem digital. Dengan koneksi yang lebih baik, pelayanan kepada masyarakat diharapkan semakin maksimal,” jelas Trisnan.
Saat ini layanan internet pemerintah telah tersedia di empat kecamatan, yakni Bunguran Timur, Bunguran Timur Laut, Bunguran Tengah, dan Bunguran Selatan. Jaringan tersebut dimanfaatkan di kantor desa, kantor kecamatan, fasilitas kesehatan, hingga sejumlah ruang publik seperti pasar, kawasan Pantai Piwang, dan lapangan sepak bola.
Meski jaringan utama telah menjangkau lima desa tersebut, layanan internet belum dapat dimanfaatkan masyarakat karena proses pemasangan perangkat akses poin masih berlangsung.
“Jaringannya sebenarnya sudah sampai ke lokasi, namun akses poin belum terpasang. Kami memperkirakan seluruh perangkat tiba pada Juli sehingga layanan dapat mulai dioperasikan pada bulan yang sama,” tutupnya.
Melalui program ini, Pemkab Natuna berharap pemerataan akses internet dapat mendorong percepatan pelayanan publik, memperluas akses informasi, serta mendukung pengembangan ekonomi dan pembangunan desa berbasis teknologi digital.
Penulis : RBP
Editor : IZ

















